Mari rayakan Hari Kartini

Posted by Ahmad Khairudin on 16.37 with No comments


        Hari kartini, selalu menjadi sebuah kontroversi pro dan kontra tiap tahunnya, terlepas dari bagaimanapun sejarahnya, banyak versi yang menuliskan kisah tentang sosok kartini, siapa yang tak kenal beliau dengan karya tulisannya "habis gelap terbitlah terang", jika kalian searching di Google juga pasti akan menemukan siapa kartini dan bagaimana kontroversi pro dan kontranya.

          Sungguh dalam tulisan ini saya tidak akan membahas apa kontroversi itu semua, tapi apa yang kemudia hal baik yang bisa dijadikan pelajaran yang semoga bermanfaat.
Sungguh, dalam sebuah hadits disebutkan,

الْمَرْأَةُ عِمَادُ الْبِلاَدِ إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَتِ الْبِلاَدُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَتِ الْبِلاَدُ

“Wanita adalah tiang suatu Negara. Apabila wanitanya baik, maka Negara akan baik. Dan apabila wanitanya rusak, maka negarapun akan rusak.”

           Hadist tersebut mengandung makna bahwa hancur atau majunya suatu Negara tergantung bagaimana kondisi perempuan yang ada di dalamnya. Dan banyak orang bijak juga mengaitkan keberhasilan para tokoh dan pemimpin dengan peran dan bantuan kaum perempuan “Dibalik keberhasilan seorang lelaki ada perempuan hebat di belakangnya”.
teruntuk wanita yang membaca ini, hal apakah yang sudah anda lakukan selama ini ??

Membaca kembali surat-surat Kartini:

        Mari kita membaca sebuah surat-surat kartini, dari beberapa sumber dan kutipan tulisan inilah yang saya dapatkan :

“Menyandarkan diri kepada manusia, samalah halnya dengan mengikatkan diri kepada manusia. Jalan kepada Allah hanyalah satu. Siapa sesungguhnya yang mengabdi kepada Allah, tidak terikat kepada seorang manusia punm ia sebenar-benarnya bebas” (Surat kepada Ny. Ovink, Oktober 1900)

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis: Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902].

Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; "Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah"

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama"

[Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902].


Kenapa Harus Menolak Miss World di Indonesia

         Teruntukmu saudaraku yang senantiasa semangat membara.. Hari ini tgl 21 april kta akan ramaikan twitter dgn hastag #TolakMissWorld.

1. Pastikan niat krna Allah
2. Punya akun twitter, serempak berkicau di twitter ba'da mgrib smpe jm 22.00 WIB
3. Keluarkan opini yg berisikan penolakan trhdap pnylnggaraan miss world d indonesia (jgn skdar pke hastag), lbh bgus klo brdasarkan kajian.

 follow @fsldkindonesia dan jangan Lupa Follow @A_khairudin (^_^)
Sms yang saya dapatkan dari teman - teman pusat komunikasi daerah (PUSKOMDA) beberapa daerah dan koordinator pusat komunikai Nasional. tapi follow Twitter @A_khairudin itu hanya tambahan saya yaa :)
 
          Fokus lagi, Ini yang menjadi pembahasan penting dari peringatan hari kartini tahun ini, karena penyelengaraan akbar kontes wanita yang katanya wanita terbaik dunia itu akan diselengarakan di Negara kita, Indonesia. Sedikit mengkaji persoalan kontes kecantikan itu pasalnya sungguh disayangkan, kesetaraan yang dahulu diperjuangkan itu sepertinya kini menjadi kebablasan. Dengan alasan kesetaraan, emansipasi wanita, keterbukaan, kebebasan berkreasi dan sebagainya, justru dijadikan pelegalan terhadap praktek-praktek feminisme yang berlebihan serta ‘penjajahan wanita’ secara vulgar. Bukan, bukan penjajahan dengan kekerasan, namun penjajahan halus yang menyerang pola fikir yang terus menerus digulirkan kepada wanita-wanita jaman ini. Sebut saja praktek pengeksploitasian wanita yang kini sedang gencar dibicarakan; kontes kecantikan “Miss World” ataupun kontes-kontes kecantikan lainnya yang memang telah marak di Indonesia sejak tahun 80-an. Tidakkah ia sebuah penghancuran moral wanita? Tidakkah ia bentuk penjajahan yang nyata kepada wanita?

          Jika kita mampu melihat secara jelas, ada sebuah pola yang dilakukan dalam praktek penjajahan ini; EKSPLOITASI WANITA SECARA FISIK. Inilah cara mereka para pria menjadikan wanita objek pemuas dirinya. Melalui berbagai kontes tersebut wanita di”paksa” berlomba mempercantik diri hingga mereka secara bebas menikmati. Bahkan kini tak lagi dilakukan sembunyi-sembunyi, namun secara terang-terangan. Jika Kartini dan pejuang wanita masa lalu itu melihat kondisi wanita yang sekarang ini, akankah mereka mampu tesenyum gembira? Atau malah airmata yang tertumpah dari dua matanya? Apakah mereka akan suka melihat wanita masa kini? Dengan bikini dan rok mini yang dibanggakan?

         Lalu apakah kontes semacam itu mampu menjadikan sosok wanita yang baik? Sungguh, bukanlah cantiknya seorang wanita yang membuat ia cantik, bukan fisik yang membuat seseorang bersahaja, namun lebih kepada hati, juga akhlak yang mulia. Kartini dan pejuang wanita Indonesia, berjuang menyetarakan hak wanita bukan dengan kecantikannya, bukan dengan menggoda, namun dengan kerja nyata, keringat dan air mata. Maka akankah air mata itu kembali tumpah karena kelalaian kita? Pilihan selalu kembali kepada diri kita masing-masing, dan begitu pula pertanggungjawabannya.

          Untukmu yang bangga menjadi wanita Indonesia, mari kita tolak perhelatan miss world di negeri kita tercinta. Ingat karena kecantikan wanita bukanlah satu hal yang perlu dipamerkan bahkan diperlombakan. Silahkan kalian menjadi #KartiniIndonesia #TolakMissWorld, mari rayakan hari kartini dengan hastag #TolakMissWorld



Jakarta, 21 April 2013
Selamat Hari kartini untuk wanita Indonesia
Reaksi: