Berproses Men(jadi)

Posted by Ahmad Khairudin on 10.48 with No comments

Apakah kalian tau bagaimana proses pembuatan pedang ? khususnya pedang yang memiliki kualitas terbaik. Pernah saya melihat proses bagaimana pembuatan pedang dan biasanya pembuatan pedang memerlukan proses yang lama. Dan dengan beberapa proses, diantaranya adalah : besi/ baja yang biasanya digunakan dalam pembuatan pedang ini dipanaskan terlebih dahulu dengan bara api yang bersuhu tinggi dalam sebuah wadah hingga besi atau baja itu mencair, setelah mencair , hasil leburan didih besi/baja itu kemudia di cetak dan dalam sebuah wadah jenis bentuk pedang seperti apa yang diinginkan, setelah bentuk pedang sudah hasil cetakan tersebut kemudian didiamkan beberapa hari agar cetakan padat dan sesuai dengan bentuk yang diinginkan, kemudian bentuk cetakan tadi di panaskan pada suhu api yang panas dan kemudian di tempa  dalam masih  keadaan panas, hal ini dimaksudkan agar bisa membentuk pedang yang diinginkan tapi dalam masih dalam kondisi kasar. Setelah itu dimasukan kedalam wadah yang berisi oli sampai dingin, maksudnya agar besi atau baja yang terbakar tadi menjadi baja tua dan kuat agar tidak mudah patah. Proses selanjutnya adalah besi tempaan tadi dipoles untuk menghaluskan permukaan yang masih kasar, setelah di haluskan kemudian mengasah sisi yang akan menjadi mata pedang  dari pedang tersebut agar pedang tersebut menjadi tajam. Dan akhir dari proses tersebut adalah pemberian gagang dan sarung pada pedang tersebut yang berfungsi selain untuk memperindah pedang itu juga untuk menjaga pedang tersebut agar tidak berkarat. Maka seperti itulah pedang terbaik diciptakan.

Ada sebuah sisi lain yaitu hal yang bisa kita pelajari dalam sebuah proses pembuatan pedang terbaik, dimana sama halnya seperti kita sebagai manusia yang  mencoba belajar menjadi manusia terbaik, pedang tersebut awalnya dari bahan yang sama yaitu dari besi ataupun baja  tapi tak semua besi bisa berproses menjadi pedang, besi tersebut harus melalui proses dia harus di panaskan dalam satu wadah agar memiliki suhu yang sama hingga akhirnya menjadi cair dan dapat mudah di bentuk, bisa diibaratkan manusia juga butuh wadah, wadahnya itu adalah bisa organisasi, komunitas atau tempat dimana dia bisa melebur memanaskan suhu kondisi dirinya agar nantinya manuisa itu mampu dibentuk seperti apa yang dia inginkan.

kemudian besi yang sudah dibentuk tadi di tempa dalam kondisi yang masih panas agar mudah di bentuk, kemudian di dinginkan lalu setelah itu dibiarkan agar besi yang sedang di proses menjadi pedang itu bisa menjadi baja tua yang kuat, sekali lagi kita dapat belajar mengambil makna bahwa manusia yang sedang berproses dalam hidupnya itu butuh jika dia ingin menjadi besi baja tua yang kuat dia harus ditempa dalam artian dia harus mendapatkan ujian, pukulan demi pukulan dalam kehidupan agar ia terbentuk menjadi seseorang yang kuat menjalani hidupnya

 Dan proses akhir dari pedang itu adalah menghaluskan permukaan yang masih kasar, dan diasah bagian besi yang akan di jadikan mata pedang dari pedang tersebut, kemudian di berikan pegangan (tangkai pada pedang ) dan jika proses itu semua telah dilakukan maka jadilah besi itu menjadi pedang yang tajam, indah serta memiliki kekuatan membunuh. maka disinilah manusia yang telah berproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi ibaratnya sebuah pedang dari proses penyamaan suhu untuk meleburkan besi, kemudian dicetak di sebuah wadah, di tempa kemudian dihaluskan,  sama saja saat manusia berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dia harus paham dan merenungi setiap hal yang sudah dia lakukan, apa hikmah dari setiap pelajaran dan keputusan apa yang nantinya seseorang itu ambil untuk perubahan dirinya ke arah yang lebih baik, layaknya sebuah pedang yang melewati beberapa proses sampai akhirnya dalam kondisi yang masih kasar kemudian dihaluskan, kemudian diasah dan memilih bagian mana yang akan di tajamkan untuk menjadi mata pedang dari bagian besi tersebut. Dan gagang (tangkai pedang) dan sarungnya yang digunakan sebagai pelindung dan disini artinya manusia yang berproses menjadi pribadi yang lebih baik itu harus bersikap tidak sombong dan tetap rendah hati. Begitulah proses pembuatan pedang yang bisa kita kaitkan dengan berprosesnya manusia agar bisa menjadi seseorang yang lebih baik dlam hidupnya.


Amanah Mendewasakan Diri

           Jika kita mahasiswa tentulah cara kita berproses di kampus ini banyak versi dan banyak cara, kita ambil contoh dan belajar dari berbagai kasus, mungkin salah satunya adalah kita. Kita bisa saja hanya menjadi seorang mahasiswa biasa yang aktivitasnya hanya kuliah kemudian pulang, ya hanya sebatas ritual rutinitas harian,itu juga bisa dikatakan mahasiswa yang memiliki amanah, namun dia hanya berfikir amanah untuk akademiknya saja, atau kita memilih menjadi seorang mahasiswa yang aktif di lembaga organisasi dengan berbagai agenda dan kegiatan, disana malah lebih banyak dan kompleks dalam menerima amanah. kita bisa banyak belajar dan melihat dari lingkungan sekitar dan bisa menafsirkan bagaimana proses tipe mahasiswa ini dalam hal dirinya berproses menjadi seseorang dikampus.

           Menjadi seseorang yang menerima amanah artinya kita harus dengan segala macam situasi, jika kita mahasiswa dan menjadi seseorang yang aktivis di sebuah lembaga organisasi kampus artinya kita harus siap dengan tugas tugas tambahan yang membuat waktu kita lebih banyak bekerja, lebih banyak memikirkan masalah dan menjalankan program kerja yang menjadi akad (perjanjian) kita ketika sama sama  menyelesaikan amanah di organisasi tersebut. 

          Tak sedikit mahasiswa yang  yang awalnya dengan semangat mengikuti organiisasi kemudian karena banyaknya tugas kuliah, aktifitas dan kesibukan ini itu terjadilah seleksi alam, sebenarnya itu masalah klasik namun selama kita sadar sampai akhirnya kita memilih beberapa amanah saja dalam berproses, kita harus memiliki kejelasan beberapa pertimbangan

1. Sikap
Sikap kita harus baik dan bijak dalam menyikapi hal ini.
2. Prioritas
Mana hal penting, sangat penting, mendesak dan sangat mendesak.
3. Kebermanfaatan
Nilai ini yang sampai akhirnya kita mampu memahami kenapa kita harus menjalankan amanah itu lagi atau tidak. 

tapi yakinlah amanah yang kita jalani hari ini merupakan sebuah bentuk dari cara lain Allah Swt untuk mendewasakan diri kita. Hadapi, hayati dan nikmati.

Berproses Men(jadi)

         Man Jadda Wa Jada, Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil, sebuah pepatah arab yang booming dari novel trilogi negeri 5 menara itu banyak menyihir beberapa orang untuk menyemangati hidup dan perjuangannya khususnya dalam mereka menjalankan sebuah amanah dalam hidupnya kata yang sederhana namun syarat akan makna.Man Jadda wa Jadda mengajarkan kita agar senantiasa Berdzikir, Berfikir dan jangan lupa untuk Berikhtiar yang sungguh sungguh, sisanya pasrahkan kepada-Nya. Kita tak tau kedepannya akan menjadi apa dan menjalani hidup seperti apa, namun ketika kau yakin pasti kau akan menemukan jalannya. 
"Wa inna minal bayaani lasihran", "Sesungguhnya sebagian dari perkataan itu benar-benar dapat menyihir (memberi pengaruh kuat)." (HR Bukhori, at Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad)

         Hadis ini mungkin yang melambangkan perjuangan seseorang dalam menjalankan amanah untuk berproses menjadi seseorang, banyak cerita, kisah, bahkan perjalanan dari hidup kita sendiri yang menjadi saksi hidup akan sebuah perjuangan yang dilakukan dengan sungguh sungguh,kadang mungkin kita pernah merasakan sebuah perasaan selalu pesimis dan bimbang dalam berbagai pilihan, namun kata kata itu menyihir dan memberikan semangat baru.

         Dan diperkuat dengan Firman Allah Swt yang mengatakan ” Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka ” (QS.13:11).

         Hidup adalah sebuah perubahan dan hidup adalah keseimbangan. Untuk merubah hidup harus berimbang antara ihktiar lahir dan ikhtiar batin. Seperti halnya hablum minallah dan hablum minannas, malam dan siang, pagi dan sore, pria dan wanita. Karena berproses menjadi artinya kalian datang dikampus pendidikan Ini lengkap dengan beberapa tahap proses pendewasaan diri kalian dengan berbagai macam masalah yang nantinya kan di hadapi. Awalnya kalian boleh ragu, boleh takut namun setelah melawati ini suatu saat kalian akan paham bahwa di dunia ini, untuk menjadi yg terbaik, kompetitor sejati kita tidak pernah datang dari luar, tapi bagaimana mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan ketakutan, mengalahkan perasaan gentar, mengalahkan kemalasan, mengalahkan tinggi hati tidak mau belajar dan mengakui orang lain lebih baik, mengalahkan semua batasan- batasan yang mengekang diri sendiri. Sekali itu berhasil dikalahkan, sukses untuk berproses menjadi hanya soal waktu dan menghasilkan diri kita untuk jadi yang terbaik.


         Di Paragraf sebelumnya sudah dijelaskan singkat pepatah arab ini, Man Jadda Wa Jada, ungkapan ini mungkin sudah sering Anda dengar dalam kehidupan ini. Sepatah kalimat, bisa saya bilang mantra sakti yang memiliki makna sangat kuat dan mampu memberikan semangat dan stimulasi yang luar biasa dalam kehidupan ini. 'Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil'. Tapi di balik itu semua apakah penting tulisan ini, sama sekali tidak penting jika Anda hanya membaca dan tidak tergerak untuk melakukan usaha yang sungguh sungguh. ya, berproses itu bisa dikatakan sederhana dan sesulit, tapi semoga proses untuk kalaian menjadi pribadi yang kalian inginkan dalam hidup ini walaupun awalnya sulit kalian mampu melewatinya dengan sederhana.(AK)

       


Follow saya di @A_khairudin
Reaksi: