Berdiskusi berarti membuka solusi

Posted by Ahmad Khairudin on 10.44 with No comments
Hidup Mahasiswa..
Hidup Pendidikan Indonesia...
 

           Salam Literasi Pendidikan, Alhamdulillah wa syukurillah sampai akhirnya saya bisa berdiskusi dengan mahasiswa Managemen Mendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.
Diskusi yang diselengarakan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Managemen Pendidikan di selasar FIP Lantai 3 (17/04/2013) bertemakan "Konsep pelaksanakan UN dengan aplikasi pelaksanaan UN" diawal diskusi ini saya menanyakan kepada seluruh peserta, "Siapa yang sudah membaca beberapa hal terkait masalah UN, yang dilihat dari berbagai macam aspek?", dalam keheningan saya berfikir, ya seperti inilah mahasiswa indonesia, rendah hati semuanya.

        setelah beberapa kali menanyakan akhirnya ada beberapa yang mengangkat tangan, dan itupun jumlahnya bisa dihitung dengan jari, kemudian saya memberikan sebuah pemahaman seluruh peserta disusi yang hadir, "ini diskusi, bukan seminar, training atau talkshow yang kalian harus benar- benar mendengarkan saya secara mutlak apa yang saya sampaikan dan bicarakan, harusnya kalian sudah membawa bahan apa yang nantinya kalian akan diskusikan sama - sama di tempat ini" nah ini salah satu titik point kenapa diskusi - diskusi tak memberikan pengaruh yang sensitif terhadap isu-isu yang didiskusikan.

Kesalahan Diskusi : Berharap tak sering terulang

           Diksusi dikalangan mahasiswa harusnya menjadi sebuah budaya, sebuah budaya literasi cara belajar pemuda aktif dengan menghidupkan budaya akademisi yaitu budaya baca,diskusi dan tulis. banyak mahasiswa yang melakukan diskusi, tapi hanya sedikit yang paham dan mengerti secara mendalam sebuah esensi diskusi itu dan apa yang harus disiapkan ketika diskuai. Sedikit menjabarkan arti pengertian dari diskusi. Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut.( Wikipedia )

         Kesalahan mutlak adalah Diskusi di anggap mutlak tempat mencari ilmu atau pemahaman baru, padahal disinilah kita bisa sama- sama merumuskan subuah topik pokok gagasan yang akan kita kembangkan sama- sama untuk melihat maslah atau isu yang dibahas lebih jelas bahasannya, dan keslahan selanjutnya adalah hasil dari diskusi yang tidak dituliskan, karena seperti kita mendapatkan ide, jika tidak dituliskan pasti ide itu akan hilang begitu saja, sama halnya seperti diskusi yang harusnya hasil pemikiran diskusi itu mampu menjawab permasalahan apa yang sedang dibahas beserta solusinya.


Berjalannya Kajian

         Saya mengawali kajian ini dengan sebuah cerita dongeng dari sebuah hutan, "suatu ketika terjadi konfrensi antara seluruh penduduk hutan, seluruh hewan berkumpul mendidkusikan keterampilan khusus apa yang harusnya dimiliki oleh penghuni hutan, setelah melewati diskusi yang sangat panjang akhirnya disepakati tiga kompetensi dasar,yaitu : Terbang, berenang dan melompat. Maka disepakatilah untuk mengadakan pelatihan ketiga kompetensi dasar tersebut, di awal pekan pertama pelatihan itu terasa sangat mengembirakan, di pekan kedua sudah ada yang mulai  berputus asa, pekan ketiga bahkan ada beberap hewan yang sudah mulai kesal dan gelisah. pasalnya tidak mungkin jika gajah berlatih untuk terbang, burung mencoba untuk berenang dan cacing belajar untuk melompat. karena itu suatu hal yang mustahil.

            Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita diatas, seseorang pasti punya sesuatu yang menjadi ciri khas dari kemampuan yang dimilikinya dan itu bakat alami yang memang menjadi  kelebihan mereka dibidang masing - masing, sama halnya ketika seorang mahasiswa FT yang mencoba memfasilitasi teman - teman dari mahasiswa Manageman Pendidikan membahas diskusi masalah konsep pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang menjadi ranahnya kebijakan dari sebuah managemen pendidikan. saya berharap mahasiswa managemen pendidikan lah yang nantinya mau dan mampu memfasilitasi diskusi serta kajian - kajian pendidikan di kampus kita tercinta (Red : UNJ) dan apa cerita diatas kaitannya dengan UN itu sendiri, sama saja ketika hanya beberapa penilaian yang diujikan saat ujian nasional, pasti banyak pihak yang akan menilai seseorang anak itu bodoh ketika tidak lulus ujian nasional, proses selama 6 tahun jika di SD, 3 tahun proses belajar untuk tingkat SMP dan SMA/SMK padahal bisa saja anak tersebut memiliki prestasi dan bakat di bidang musik, seni, olahraga dan lain sebagainya. hal ini banyak membuat peserta didik tertekan dengan sosok yang bernama Ujian nasional karena terkesan adanya sebuah paksaan yang terjadi harus pelajaran ini yang menjadi standar kelulusan selama belajar di sekolah. 

          dalam membahas diskusi saya mencoba membiarkan peserta diskusi aktif dan interaktif agar mereka mau mengeluarkan isi pemikiran- pemikiran mereka mengenai UN.
beberapa point penting pembahasan yang saya coba sedikit bahas dan saya tuangkan dalam bentuk tulisan opini, semuanya saya tuliskan disini  , Serta membahas kajian Paper Kebijakan Ujian Nasional
Departemen Pendidikan BEM Universitas Negeri Jakarta 2011 oleh Hafiz Farihi (bisa di lihat disini)


Diskusi

          Saya khawatir dan ragu sebenarnya ketika menjadi fasilitator pembahasan ini karena saya pikir ini sudah menjadi bahasan perbincangan mahasiswa managemen pendidikan, tapi sayangnya masih sedikit yang berani berpendapat mengutarakan opininya, padahal sangat disayangkan ketika ada sebuah kesempatan untuk belajar berdiskusi, beropini mengeluarkan pendapat tapi hanya beberapa orang saja yang aktif, padahal ketik mereka berbicara dari hal yang awal saya paparkan mengenai tema diskusi hari ini, akhirnya pemikiran mereka berkembang, sampai kahirnya banyak dari ide-ide dan pertanyaan yang bagus bahkan pernyataan sikap yang memang harusnya mereka tekankan dari awal diskusi.

          Pembahasan yang dianggap UN (Ujian Nasioanal) di anggap gagal ditahun 2013 ini, karena Ujian nasional itu dilihat berskala nasional dari aspek apa, apakah waktu pelaksanaannya yang secara nasional, bentuk soalnya secara nasioanal, atau hal lain sebagainya, jika skala nasional hanya dilihat dari segi itu berartii UN telah tidak ada di tahunb 2013 ini karena tidak berhasil melaksanakannya secara serempak dalam waktu yang bersamaan, kemudian apa solusi dari sistem standar kelulusan yang ideal dan dapat menjadi standardisasi ketercapaian hasil penilaian nasional, apakah realistik ketika lebih dari 17 ribu pulau ,elaksanakan ujian secara bersamaan dalam waktu yang bersamaan pula ?

         Nah, ini yang menjadi PR kita bersama ketika kita sama-sama tau bagimana sistem pendidikan nasional kita saat ini, tugas kita selanjutnya adalah memperbaiki pendidikan nasional yang kita anggap pemerintah tidak pernah serius dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan Indonesia. karena kita masih sangat butuh iskusi - diskusi maslah pendidikan karena berdiskusi berarti membuka solusi.


Hidup Mahasiswa..
Hidup Pendidikan Indonesia...
@A_khairudin | ahmad.khairudin5@gmail.com



 Terima Kasih untuk Himpunan Mahasiswa Managemen Pendidikan FIP UNJ yang telah mengundang saya sebagai fasilitator dalam diskusi ini.


Reaksi: