Minggu, 15 September 2013

Godaan Terbesar dalam Hidup dan Menjadi Pribadi Besar



Setiap orang di dunia diberikan kesempatan menikmati waktu yang sama oleh Allah SWT menikmati waktu, tepat 24 jam. Namun tak semuanya bisa memanfaatkan waktu itu dengan baik sehingga ada sebagaian manisia yang beranggapan waktu 24 jam satu hari itu waktu yang terlalu lama untuk orang tersebut dalam menjalankan detik detik episode dalam kehidupannya, berbeda dengan orang yang tiap harinya disibukan oleh kegiatan – kegiatan yang padat, disibukan dengan beberapa agenda yang menyita waktu mereka, sehingga mereka merasa waktu sehari 24 jam itu adalah waktu yang terlalu singkat dalam hidupnya.

Sebagai pemuda, kita harusnya lebih pandai dalam menjalankan  kehidupan, lebih bijak dalam membagi waktu dan lebih cerdas dalam mengelola kesibukan. Dalam sebuah buku Motivasi yang pernah saya baca, saya ingat sekali sebuah kutipan yang berbunyi :

Ada dua hal yang mempengaruhi hidupmu dalam 5-10 tahun mendatang. yang pertama adalah buku apa yang kamu baca, dan yang kedua adalah dengan siapa anda membangun hubungan dan menjalin relasi”. – Mr. Bradley Sugar –

Godaan Terbesar dalam Hidup

Malas, ikut-ikutan  dan egois, sudah menjadi indikator yang bisa di katakan musuh terbesar masyarakat dan merupakan penyakit yang berkembang di kehidupan masyarakat kita. Saat inipun adalah bukan lagi Rokok, narkoba atau obat-obatan, yang menjadi satu – satunya musuh bersama yang harus di berantas, malah hampir saya liat itu menjadi hal yang biasa dan menjadi teman bagi sebagaian masyarakat yang memang kehilangan arah tujuan hidupnya. Mereka sudah menjadi manusia – manusia yang pragmatis.

            Satu dari kita tentu tau dan paham apa yang menjadikan kita berhenti dalam berbuat kebaikan, itulah Godaan terbesar dari diri kita.. maka coba sejenak kita menganalisis apa saja godaan – godaan terbesar itu. maka dari itu....

Tuliskanlah....buat daftar yang akan menjadi godaan terbesar dalam diri kita, jangan sampai karena kita tidak paham diri kita kita sendiri gagal untuk menjadikan diri kita sebagai pribadi yang ingin berkembang, hal ini secara sederhana agar kita sadar dan paham apa yang menjadi godaan terbesar dalam hidup kita, karena dengan taunya hal ini, maka tentu kita akan memiliki stategi – strategi dalam melewati godaan – godaan terbesar dalam hidup.

Godaan Terbesar
Masalah yang akan timbul
Suka Menunda - nunda
Banyak pekerjaan yang menumpuk
Tidak Konsisten
Tidak dipercaya orang lain






Dst....


Pasti kalian sudah paham tentang hukum Aksi – Reaksi, atau sebab – akibat, untuk mengisi tabel diatas hampir sama, misalnya ketika aksi kita malas, reaksi yang akan timbul dalam diri kita adalah kita tidak akan berkembang, atau contoh lainnya misalnya ketika kita tidak percaya diri, kita minder, maka akibatnya kita akan menjadi orang yang biasa – biasa saja, sama saja artinya kita gagal untuk mencoba belajar lebih banyak. Ini merupakan rencana awal kita sedikit menganalisis, jangan sampai gagal merencanakan dan memetakan diri, gagal merencanakan sama artinya kita merencanakan kegagalan. 

Menjadi Pribadi besar

Sebuah pertanyaan yang harus kita jawab, Apakah Dibutuhkan Pribadi Besar untuk Suatu Kesuksesan besar dan melawan godaan terbesar ?




         Jawabannya tentu Ya, karena untuk sebuah kesuksesan yang besar adalah kemampuan untuk mengikuti alur dari kehidupan yang diciptakan oleh diri sendiri (Mengikuti Rencana) tapi, lebih dari itu hidup dengan bersikap besar, pantang menyerah, penuh perhatian dan kerja keras dalam melaksanakan rencana yang dibuat adalah faktor terbesar yang membuat anda menjadi pribadi besar. Analisis inilah yang menjadi harapan saya bisa, bahwa dengan kita mampu mengetahui godaan terbesar menjadi obat penawar untuk berubahnya kekuatan ego pribadi berubah menjadi ego sosial untuk kepentingan bersama. 


Selasa, 09 Juli 2013

Universitas "Ramadhan" : Evaluasi, Target dan lulus dengan gelar Taqwa

1 Ramadhan 1434 H,  

         Alhamdulillah, Allah menyampaikan kita kepada satu bukan yang hanya di miliki oleh umatnya Nabi Muhammad SAW, bulan di mana ketika setiap kebaikan di lipat gandakan, bulan ketika setiap ibadah sunnah di nilai wajib, yang wajib di lipat gandakan bahkan tidurpun bernilai ibadah.Subhanalah sudahkan kita paham dan memaknai bulan ini dengan kesungguhan iman, semoga bulan ini bisa menjadi momentum awal ataupun titik balik kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiinn

           Saya memaknainya sebagai bulan yang layaknya Universitas , kenapa universitas ? dalam kesempatan bulan ini, ini bulan yang sangat baik dan penuh keberkahan bayangkan ketika setiap anak berkesempatan menjadi anak pesantren (walau hanya pesantren kilat :) ) atau kita menjadi salah satu santrinya , hehe,  ketika setiap kebaikan bernilai ibadah dan tiap setan terikat katanya. dan ini juga kan ibadah yang pahalanya di hisab langsung oleh Allah SWT. dengan mendapat gelar "Taqwa" sesuai panggilan Allah dalam Firmannya di surat Al Baqarah ayat 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

         Semoga benar gelar ketaqwaan itu hadir dalam diri kita, sehingga itu gelar terbaik yang akan kita bawa di akhir kehidupan kita di dunia.

Persiapan di Universitas Ramadhan untuk mendapatkan Gelar Taqwa

           Masih ingat ketika kita SD, kita pasti di bagikan agenda ramadhan oleh guru agama kita dan wajib di isi kemudian di kumpulkan, dulu ketika kita masih duduk di bangku sekolah dasar pertanggung jawaban kita hanya terhadap nilai perlajaran agama, seiring sejalan usia bertambah sampai akhirnya kita paham pada satu nilai yang lebih penting dari pada nilai guru agama kita, yaitu nilai keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

            Atau sekarang, kalau di Universitas (red : Kampus Kita ) aja kita mempersiapkan dengan sungguh-sungguh, mulai dari belajar, mempersiapkan ujian, menunjukan keseriusan terhadap dosen yang memberi nilai dan rela melakukan apapan demi 2 atau 3 huruf di belakang nama, misalnya (S.Pd , S.P , S.Kom , S.T , S.si , A.md ) dan sebagainya yang belum tentu kita akan selamat di kehidupan mendatang untuk 3 huruf di depan nama (Alm) (red: Almarhum/almarhumah) , maka cuma gelar ini yang nantinya akan membawa kita ke surga-Nya Allah SWT.

saya punya rekomendasi, yang mungkin bisa dan mudah-mudahan bermanfaat untuk teman -teman semua,
dalam mempersiapkan ramadhan kita untuk mendapat gelar taqwa, Insya Allah
 
Lembar Evaluasi Ibadah
Lembar penilaian ibadah harian kita mulai dari bangun tidur, melakukan aktivitas sampai tidur lagi, nah ini juga penting teman - teman dalam menilai sehauh mana ibadah kita dan target-target kita bisa tercapai selama ramadhan ini, yukk semangat.. jangan sia-siakan kesempatan baik ini.

Agenda Ramadhan

Ini beberapa agenda standart minimum agenda orang yang sedang berpuasa di bulan ramadhan,
- Menjaga Shalat 5 Waktu tepat pada waktunya
- Menahan diri dari segala yang merusak shaum
- Tekun membaca ( Tilawah ) Al Qur'an dan mengkhatamkan Alqur'an minimum sekali
- Komitment shalat Taraweh/qiyam jama'ah di masjid
- Memperbanyak do'a dan Dzikir di setiap waktu
- komitmen untuk shadaqoh, berbagi ta'jil dan silaturahim
- Menghentikan Ghibah, namimah , bercanda dan segala yang merusak puasa
- Memanfaatkan waktu dengan sebaik - baiknya dan produktif

atau lebih tingkatkan lagi agenda ramadhannya, jadi :
- khotmul Qur'an : minimal 1x dalam ramadhon, dengan aturan setiap hari harus tilawah
- khotmul Qur'an Minimal 3 kali
- khotmul 1 kali terjemahan Al-qur'an
- Tahfidz Al Qur'an di targetkan juz 30 selesai
- Shalat taraweh Full
- Subuh full di masjid
- Qiyamul lail minimal 3 kali/pekan
- Shalat Dhuha tiap pagi
- Baca buku islam setaip hari (minimal 3 Buku)
- Tausiyah ke teman2
- Birul walidain setiap hari
- 'Itikaf di 10 hari ramadhan terakhir

semua itu kesepakatan teman - teman dengan ruh, jiwa dan akal teman- teman, semoga bisa terlaksana dengan sebaik - baiknya.

Target Ramadhan

         Hayyoo... Apa target hebat yang akan menjadi prestasi dan lulus dengan gelar Taqwa di universitas Ramadhan ini, 
seorang teman pernah tanpa sadar saya wawancarai, 
"Bro, target ramadhan tahun ini apa ??"
Pokoknya banyak, harus Baca Buku keislaman, Hatamin Al qur'an, Hafalin Al Qur'an dan Hadist, Infak, shadaqoh dan lain - lain 
"Good"

         ini contoh kecil, tapi evaluasi dari saya adalah kurang spesifik, buku keislaman apa yang harusnya kita baca, mau hatam Al qur'an berapa kali , mau berapa hadist yang di hafal selama ramadhan , mau tiap kapan infak, shadaqoh yang kita keluarkan, itu juga perlu di perhitungkan guna mempermudah kita dalam mengevaluasi sendiri apa yang menjadi target kita dan hasilnya nanti setelah ramadhan berlalu.

dalam target buku saya misalnya, buku yang saya hatamkan tahun ini adalah :
- Tarikh Al Khulafa (Ensiklopedia pemimpin Umat islam dari abu bakar hingga Mutawakkil )
- Sudah benarkah Shalatku ?
- Fiqih Prioritas
- Buku Buku Penunjang Skrippsi :D (yang ini di rahasiakan jenis bukunya ) hehe

ini hanya sebagian kecil dari contoh, jadi sudah berani kah membuat target yang spesifik :D


     " Banyak orang yang selama ini, sibuk akan agenda target ramadhannya, namun kemudian setelah ramadhan berlalu semangat itu seperti tak bernilai di kemudian hari, Ada hal yang lebih hebat sebenarnya dari pada menjalankan target ramadhan itu sendiri, yaitu pembiasaan yang nantinya kita berharap menjadi kebiasaan di bulan selanjutnya,dan menjadi hal yang ketika kita tidak melakukan shalat maalam, tidak baca Al qur'an dan tidak infak ada hal yang kurang dan hilang dari diri kita..


Semoga Bermanfaat, selamat menjalankan ibadah puasa...
Semoga mendapatkan gelar Taqwa :)

AK

Sabtu, 01 Juni 2013

Menikmati Perjalanan : Jenuh, Perjalanan, cinta adalah sebuah Proses, maka Nikmatilah

Bismillah......
Lama rasanya tak mengisi lembar dan tulisan baru dalam blog ini...
saya mencoba menceritakan perjalanan saya ketika akhir mei lalu habis touring,
sedikit yang spesial tapi saya pikir akan sangat disayangkan kalau yang sedikit itu dibiarkan begitu saja tanpa meninggalkan bekas. mungkin singkat dan tidak semuanya tersirat oleh kata, namun semoga ada suatu hal yang bisa kemudian di pelajari

Dalam sebuah forum diskusi mingguan saya sempat bercerita kepada mentor saya,
"ustad, ane dalam beberapa pekan terakhir mengalami suatu kondisi dimana saya merasakan titik jenuh  yang teramat sangat, rasanya udah capek dengan segala kegiatan dan aktivitas, jenuh dengan kondisi tempat dan suasana dimana saya berada, bagaimana bang menurut ente, kira - kira apa yah yang harus saya lakukan ?
dan hal apa yang harus kita lakukan pada saat kondisi seperti ini".

dan dengan tenang abang saya pun menjawab dengan jawaban yang realistis menurut saya, beliau berkata " itu sikap wajar, maka nikmatilah, dan totalitaslah dalam beristirahat"

Maksudnya, pikirku dlam hati ??

Kemudian beliau menceritakan sebuah aktivitas beliau yang saya pikir jauh lebih hebat dan heroik di banding semua yang saya lakukan selama ini, masih teringat jelas ketika beliau mengatakan,  " akhi kalau kita melakukan apapun, lakukan lah dengan totalitas, jika kita sedang mengerjakan sesuatu, bekerja dan mendapatkan amanah maka lakukan itu dengan sungguh - sungguh dan ikhlas dan ketika istirahat, upgrading, jalan - jalan, refresing sama lakukan lah semua dengan totalitas, karena suatu saat itu yang menjadikan perjuangan kita membunyai nilai ".


setelah itu beliau menceritakan pengalaman singkat yang saya pikir menjawab sebuah pertanyaan yang saya ajukan, " totalitas dalam refresing", kadang kita suka menyepelekan nilai dari liburan, upgrading, refresing, jalan - jalan bersama rekan satu kelas, satu organisasi , kita menjadikan itu hanya sebatas acara yang harus dan perlu ada, bukan sebagai pelampiasan kita ketika kita jenuh, dan  sampai kahirnya saya paham nilai sebuah totalitas dalam melakukan apapun termasuk dalam hal berlibur.


tapi ingat, kita harus ingat setelah kita berhenti sejenak kita harus berjalan lagi kedepan, dengan bahasa sederhana dan saya pun mengeri maksudnya.


Menikmati Perjalanan , Jum'at 24 Mei 2013. Pukul 23.05 WIB

Sampai pada sebuah pemahaman..
Karena Akhir bukanlah Tujuan, tapi akhir adalah sebuah perjalanan...
Saat dalam perjalanan saya selalu mendapatkan ketenangan dan mencari kesenangan , ya sesederhana dan sesulit itu. tepat setelah beberapa hari dari pertanyaan saya kepada mentor saya , saya akan melakukan sebuah perjalanan yang menurut bayangan saya akan sangat mengasyikan. 3 hal yang saya tau dalam perjalanan adalah

1. Refreshing
    Refreshing hati, pikiran, otak dan suasana, karena disanalah letak agar kita bisa fresh, 
2. Menikmati Waktu
    Membayar waktu kerja dengan waktu singkat namun totalitas dalam bersenag- senang
3. Menjauh dari lelah
    keluarlah dari zona rutinitas, maka disana kau akan mendapat suasana baru yang membuat kita sibuk dengan aktivitas lain, ya cara ini cukup efektif menurut saya saat kita ingin menjauh dari kelelahan
Lelah itu sebuah kepastian, tapi istirahat adalah sebuah langkah untuk kita untuk menjauh dari titik lelah tersebut.


Saatnya Menikmati sebuah perjalanan
Sepertinya ga ada alasan untuk saya ga cinta sama Indonesia
Sawarna, Banten Selatan , 24-26 Mei 2013 menjadi suatu waktu yang sedikit bersejarah dan beralasan untuk dikenang,
Jakarta - Pelabuhan Ratu - Sawarna - Karang Taraje




Foto di karang Taraje,




Foto diambil saat melewati bukit untuk sampai ke karang taraje
 




Foto : Ombak besar yang tertahan karang besar, Subhanallah , ga ada alasan untuk ga bersyukur dan mencintai Indonesia secara dalam :)


Satria F 150, Motor kesayangan yang menemani perjalanan, :D




Keluarga Besar Teknik Elektronika UNJ, 

banyak moment yang tak bisa di gambarkan dan diceritakan sebenarnya, 
"karena sebagus apapun kamera , pengelihatan asli matalah yang lebih bagus dan jernih dalam menilai keindahan", 


Menuliskan nama seseorang di hamparan pasir....

Tssaahh... :)
Mungkin hanya sebuah pengharapan, tapi saya pikir saya juga punya hak untuk menuliskan nama seseorang dalam hidup saya nantiya, mungkin terlalu berlebihan, tapi ya itu sah saja, " karena suka dan cinta adalah perasaan yang wajar, namun bersikaplah sewajarnya"

Saya selalu tertarik menulis di pasir pantai, khususnya di pasir pantai yang selalu tersapu oleh ombak :)
kenapa, karena saya yakin tulisan yang akan saya tuliskan di pasir ombak itu pasti akan terhapus oleh deburan ombak yang ada, disana saya sejenak berfikir bahwa ketika kita menuliskan nama seseorang di pasir pantai pasti akan tersapu ombak, disana ada sebuah kebenaran jika kita hanya menuliskan nama seseorang pasti tak akan abadi, suatu saat pasti akan terhapuskan entah oleh apapun, kecuali menuliskan dalam hati :D

Menikmati Perjalanan : Jenuh, Perjalanan, cinta adalah sebuah Proses, maka Nikmatilah
Ingatkan bahwa menikmati kehidupan adalah pilihan, Seluruh isi alam semesta berproses bersama waktu. Dari tak ada menjadi ada. Dari benih menjadi pohon. Buah tak bisa langsung dipetik tanpa orang menanam biji dan merawatnya terlebih dahulu. Begitu pula saat kita ingin menjadi sesuatu, entah sebagai pemimpin corporate besar, pengusaha sukses, penulis yang karya-karnya menginspirasi banyak orang, tak bisa dilakukan dengan instan. Harus berproses bersama waktu.

#Menikmati Proses
AK

02 Juni 2013

Rabu, 01 Mei 2013

#SelamatHariPendidikanNasional = #SelamatkanPendidikanNasional

#SelamatHariPendidikanNasional = #SelamatkanPendidikanNasional

Tak pantas kata selamat itu terucap hari ini...
Disaat sistem pendidikan tak menjadi solusi
Saat anak-anak dijadikan bahan percobaan
Ujian Nasional, kurikulum Dadakan tak pernah memberikan kepuasan

Jangan kau memberikan selamat Hari ini, Jangan !!! kataku jangan !!
Saat mutu pendidikan di nilai melalu angka, bukankah itu hanya sebelah mata ?
Kecurangan, pembohonagan, penghalalan cara dan pembenaran di Tuhankan
Yang menjadikan generasi bangsa kehilangan karakter dan berantakan

Mana amanah Negara yang menjadikan tujuan nasional berbunyi “Mencerdaskan kehidupan bangsa”
Saatnya bergerak dan membuka mata.
Ini parahnya, saat pendidikan bernafaskan kepentingan proyek
saat hak membaca, pintar, guru dan sekolah yang dibatasi kebijakan kebijakan penguasa yang katanya ber-Pendidikan
harusnya kita tau siapa yang membuat kesesatan

Mari sejenak merenung,
hendak kapan kita menipu diri sendiri
dengan mengatakan, "Selamat"
Mari tergerak , mari sama – sama bergerak
Bukan hanya mengatakan Selamat Untuk Hari pendidikan Nasional, Tapi Selamatkan Pendidikan Nasional.

AK
– Atas Nama Rakyat Indonesia & Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta –
Staff Ahli Dept. Pendidikan BEM UNJ
2 Mei 2013

#SelamatHariPendidikanNasional = #SelamatkanPendidikanNasional


| @A_khairudin | AK | ahmadkhairudin5.blogspot.com

Senin, 29 April 2013

Menggugat Pendidikan Indonesia dari sistem hingga kinerja

HIDUP MAHASISWA.... HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA...
Saatnya Mahasiswa Angkat Bicara...



Sebagai suatu kebutuhan mendasar, pendidikan harus mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Suatu sistem pendidikan dikatakan berhasil tidak cukup hanya berdasar pada angka- angka atau nilai pencapaian mutu pendidikan tapi dikatakan baik apabila pendidikan telah berjalan dengan baik dan sebagaimana fungsinya, yaitu memanusiakan manusia. Terkhusus negara kita “Negara kesatuan Republik Indonesia” yang tersebar luas dengan 33 provinsi dan 17 ribu pulau.

Berbicara mengenai fungsi dan tujuan pendidikan nasional, UU No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyatakan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. “

Fungsi pendidikan yang dikemukakan dalam UU Sisdiknas tersebut sesuai dengan empat misi Negara yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Mengapa para pendiri republik menetapkan misi “mencerdaskan kehidupan bangsa” sebagai salah satu misi penyelenggaraan negara?

Pernyataan sikap dalam tulisan ini adalah, menitik beratkan pada evaluasi kinerja kementrian Pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Apakah dalam menjalankan tugasnya khususnya dalam menjalankan amanah pembukaan UUD ’45 tentang tujuan nasional Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan UU No.20 tahun 2003 ini sudah menjalankan dengan sistem pendidikan dan kinerja yang baik ?

Masalah Pendidikan : Tidak ada UN dan Mengejar Proyek Kurikulum = Tolak

Jika melihat realita mengenai carut marutnya sistem pendidikan di Indonesia mungkin masalah yang di jabarkan tentu akan banyak yang terungkap, untuk membatasi hal tersebut maka penulis mencoba melihat masalah kebijakan Ujian Nasional (UN) dari empat sudut pandang. Yakni yang pertama teknis pelaksanaan, landasan yuridis, psikologis,dan teori evaluasi pendidikan.

Kita wajib mengatakan, tahun 2013 tidak ada UN. Hal ini yang seharusnya menjadi sorotan yang paling penting, Ujian Nasional dilihat nasional dari skala yang mana, apakah yang diuji, apakah bentuk soalnya yang seragam, waktu pelaksanaan yang bersamaan, atau apa?. Jika dilihat dari pelaksanaan UN tahun 2013, ujian ini tidak bisa di katakan nasional karena, pelaksanaannya tidak serempak, adanya 11 provinsi yang terlambat menerima paket ujian nasional hingga menunda pelaksanaannya.

Kemudian masalah yang dilihat secara tataran teknis, Selain keterlambatan paket soal di 11 Provinsi, adanya ketimpangan anggaran yang distop di kementrian keuangan antara dana yang diajukan dengan jumlah peserta UN dilapangan, jumlah yang kontradiktif ini merupakan salah satu dari indikasi korupsi yang di dapat dari proyek besar bangsa ini.Sedangkan dari landasan yuridis itu sendiri, beberapa peraturan standar dan Undang-  Undang Sisdiknas mengamanatkan bahwa evaluasai hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik dan bukan oleh pemerintah maka tugas tersebut merupakan hak mutlak dari seorang guru. Pemerintah tidak berhak mengevaluasi hasil belajar peserta didik terlebih dalam menentukan kelulusan. Dan bunyi pasal sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan tentang fungsi evaluasi pendidikan yang seharusnya diberikan kepada guru dalam tekstual standar nasional pendidikan ataupun sistem pendidikan nasional, justru berlawanan dengan sistem yang terjadi dengan UN yang diselenggarakan sentralistis di tingkat Negara.

Jika dilihat secara psikologis, UN itu akan terasa sebagai ancaman bagi setiap siswa. Hal ini akan mendorong siswa untuk berlaku tidak jujur yang lebih parahnya lagi adalah stress dan korban bunuh diri. Karena dari proses pendidikan yang dilakukan selama 3 tahun lamanya, hanya ditentukan dan hanya dengan 4 hari.

Dan apabila ditinjau dari Teori kecerdasan ganda, setiap siswa memiliki kecerdasan masing-masing. Dari 9 tipe kecerdasan yang dimiliki tiap anak, dalam UN yang sifatnya tertulis hanya dapat menguntungkan siswa yang berkecerdasan matematis logis saja. Bagaimana dengan murid lain yg memiliki kecerdasan selain itu, siswa yg memiliki kecerdasan lain tidak akan terakomodir. Atau dengan kata lain tujuan pembelajaran dengan instrument evaluasi yang digunakan tidak kohern.

Dari hal-hal yang dipaparkan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa masih banyak hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki dari sistem UN yang kita jalani saat ini. Maka dari hasil kajian tersebut merujukan sebuah tuntutan penolakan UN untuk digunakan sebagai salah satu standar kelulusan.

Kurikulum 2013. Proyek baru yang terlalu dipaksakan, hal ini yang menjadi titik berat mengapa banyak pihak yang menentang kurikulum 2013, selama kita hidup pasti kita membutuhkan sebuah perubahan dan inovasi pembaharuan namun hal itu juga harusnya bukan dilakukan dengan sebuah paksaan dan keterburu-buruan, karena ketika kebijakan baru mengenai kurikulum 2013 ini disosialisasikan belum pernah ada hasil evaluasi mengapa sistem kurikulum KTSP dirubah menyeluruh. Belum lagi banyak nya masalah yang belum dibenahi kementrian pendidikan sistem pendidikan di indonesia, kurikulum memang penting namun ada beberapa komponen terpenting yang lain dalam memperbaiki sistem pendidikan kita diantaranya adalah, rendahnya kualitas guru, minimnya sarana dan prasarana serta belum meratanya guru di daerah - daerah terpencil.

Masalah rendahnya kualitas guru, seharusnya bukan dijawab dengan pergantian kurikulum baru. Semestinya pemerintah menjawabnya dengan pelatihan-pelatihan guru yang mampu meningkatkan kualitas guru. Pendidik kita banyak yang belum mengikuti pelatihan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Bahkan ada guru PNS di daerah yang sudah puluhan tahun belum mendapatkan pelatihan guru dari pemerintah. Itulah fakta yang dapat dilihat dengan kasat mata, tanpa harus melakukan penelitian.

Kita tentu maklum kurikulum sudah seringkali berubah, namun ternyata tidak memecahkan masalah. Mengapa kita tak pernah belajar dari sejarah? Selalu melakukan hal yang sama, dan terperosok dalam lubang yang sama? Kasihan para peserta didik kita. Mereka hanya menjadi kelinci percobaan kaum penguasa. Mereka dijadikan “trial and error” dari sebuah penelitian kebijakan yang berbasis “proyek”. Pantas saja pendidikan menjadi mahal di negeri ini. Si miskin menjadi sulit mendapatkan pendidikan yang baik.
Dua kebijakan tadi UN dan Kurikulum 2013 adalah sinyal baik untuk kita, bahwa ternyata kita disadarkan oleh dua kebijakan yang salah yang membuat bangsa ini kehilangan arah tujuan pembangunan nasional dan kehilangan karakternya, mari mengkritisi dan meminta pertanggung jawaban atas setiap kebijakan yang sudah terlanjur dilaksanakan.

Menggugat Pendidikan

Penyelenggaraan sistem pendidikan di Indonesia semula didasarkan pada UU No. 4 tahun 1950 . No. 12 tahun 1954. Kemudian diganti menjadi UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selanjutnya yang saat ini berlaku adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, Pasal 1 ayat (1) tertulis “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”
Apakah dua kebijakan yang menjadi kontroversi tersebut mampu menjawab setiap tantangan bangsa dan memecahkan permasalahan negeri kita ?, terlepas dari hal masih ada beberapa hal penting yang menjadi permasalahan bagsa ini, misalnya Rancanagan Undang – Undang Perguruan Tinggi (RUU PT) yang membuka kesempatan untuk setiap instansi pendidikan tinggi menjadikan lembaga pendidikan berbasis bisnis dan Uang kuliah Tunggal (UKT) yang membuat biaya kuliah mahal dan mengkerdilkan kreativitas mahasiswa karena harus dituntut lulus cepat dengan biaya yang mahal.

Bismillah, Oleh karena itu saya Mahasiswa UNJ menyatakan sikap Menuntut kementrian Pendidikan Nasional menyikapi secara bijak tuntutan yang saya berikan, ada lima tuntutan yang menjadi Fokus Evaluasi sistem pendidikan Indonesia, yaitu :

11.      Menolak Ujian Nasional untuk digunakan sebagi salah satu standar kelulusan
22.      Meminta pemerintah untuk lebih sigap dalam meningkatkan pemerataan profesionalisme guru dan kualitas sarana prasarana pendidikan di seluruh pelosok Indonesia
33.      Menuntut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mundur dari kursi jabatannya
44.      Menolak pengesahan Kurikulum 2013 dan Mengevaluasi Kurikulum KTSP
55.      Mencabut kembali UU PT dan UKT



HIDUP MAHASISWA ..... !!!!
HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA.... !!!



AK |@A_Khairudin | Staff Departemen Pendidikan BEM UNJ 2013