Sharing Pembuatan Media Cetak

Posted by Ahmad Khairudin on 11.40 with No comments
karena dakwah itu asik, media itu menarik
- Laskar Huda LDK SALIM UNJ -

Diawal sedikit membuka dengan muqaddimah dan salam serta kutipan dari Laskar Huda LDK SALIM UNJ, saya mencoba menyampaikan bahwa dakwah itu akan lebih asik dengan media :)

Bismillah, sebuah kehormatan bisa berbagi dengan rekan-rekan dalam agenda Sekolah Media FSLDK, jelas saya bukan yang terbaik atau paling paham dalam hal ini, lagipula padahal harusnya bukan saya yang mengisi, harusnya abang saya yang diamanahkan sebagai PIMRED di Nuraniku unj. M Noer Hakim yang mengisi agenda ini, seperti biasa dengan bermodalkan keberanian saya mencoba untuk menyampaikan dengan segala keterbatasan :)


Jakarta, 1/12/2012 bertempat di Universitas Budi luhur, FSLDK Jadebek mengadakan agenda sekolah media, sekitar 90 mujahid dan mujahidah dari berbagai LDK di dearah Jakarta, Depok , Bekasi, sampai Tanggerang mengikuti ragkaian agenda ini dengan cukup antusias,

di awal sebelum masuk sesi dimana saya menyampaikan pemaparan terkait workshop pembuatan media cetak, ada materi urgensi media yang di sampaikan oleh bang irfan dari UNJ, dan satu lagi namanya lupa ( hehee) dari Universitas Gunadarma, pemaparan yang sangat luar biasa dengan gayanya masing-masing.

oke-oke, giliran saya mencoba menyampaikan materi yang saya bawakan, sebelumnya saya mencoba membuat brain storming ke semua teman2 peserta di acara sekolah media, urgensi pentingnya media, dalam hal ini adalah media cetak.

" kenapa harus media, Karena dakwah media merupakan dakwah yang menembus batas, bebas dari segala macam bentuk keterbatasan, antara lainya adalah batas ruang, tak melihat tempat dimanapun , baik di kampus, di masjid, di parkiran bahkan sampai di pinggir-pinggir jalan dakwah menggunakan media bisa diakses jika memang media itu bisa menarik perhatian masyarakat yang menjadi objek dakwah kita.
yang kedua adalah bebas dari keterbatasan waktu, tak melihan pagi, siang sore bahkan malam hari ketika media iu diakses muatannya akan terasa sama dan bermakna, jadi kapanpun waktunya hidayah itu bisa saja datang kapan saja, kemudian yang ketiga adalah bebas dari keterbatasan memori, kita tau kemampuan kita mengingat sesuatu tak sebaik rekaman dalam smart phone atau handphone kita, karena memang itu sebuah fitrah, dan dalam sebuah hadist riwayat dua penyakit yang tidak ada obatnya adalah lupa dan mati. jadi bisa dikatakan dakwah media mampu menembus keterbatasan memori jadi kapanpun kita lihat, kita mampu menginggatnya, kemudian yang ketiga adalah bebas dari keterbatasan personalitas, mungkin saja kita ketika mendakwahkan sebuah seruan kepada keaikan ada bebearap orang yang lebih dewasa, bahkan lebih tua dari pada kita, jadi media mampu menembus batas ini, dimana kita mampu berkomunikasi secara tdak langsung melalui media yang ada. dan yang terakhir adalah mampu menembus keterbatasan nonteknis, mungkin bisa saja ketika kita berdakwah kita merasa gerogi atau ada bencana alam yang terjadi , atau hal - hal non teknis yang diluar agenda yang telah direncanakan membuat kita tak maksimal dalam menyampaikan pesan inti dri sebuah materi pembahasan yang akan kita sampaikan. media mampu menembus keterbatasan itu. " paparan saya dalam pembahasan awal setelah mencoba workshop tahap 1.

di pemaparan selanjutnya saya menjelaskan alur produksi media cetak, konten rubrik dalam media cetak dan    cara membuat bulletin yang ideal sampai kepada proses percetakan..

aahhh.. memang bukan apa2, dan saya yakin materi yang saya sampaikan pasti bisa dipelajari sendiri ketika kita mampu dan mau melawan satu penyakit yang namanya "MALAS" :)


semoga bermanfaat, sebuah kata dari pena mampu mengubah dunia, semangatlah mujahid-mujahid dakwah bil media, ingat karena dakwah itu asyik, media itu menarik.
Wallahu a'lam.
med


Nb : spesial buat teman2 yang mau soft copy materi yang saya sampaikan, silahkan di unduh / di lihat di link di bawah ini

klik disini
Reaksi: