ESSAI “Peran Pemuda Menuju Kemandirian Bangsa”

Posted by Ahmad Khairudin on 20.18 with 1 comment
         Diajukan untuk seleksi Mahasiswa Tingkat Nasional dalam agenda "Indonesian Leadership Camp 2012 ", Indonesian Leadership Development Program Universitas Indonesia, : Dengan pilihan topik Sosial dan Lingkungan.
Penulis : Ahmad Khairudin*
*penulis adalah Mahasiswa Pendidikan teknik Elektronika Universitas Negeri Jakarta.
Membangun Isu Sosial Kesukarelaan dan kepahlawanan pada pemuda dengan Pendidikan dalam Lingkungan hidup
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada :Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. 
Dengan rumusan yang panjang dan padat ini pada aline keempat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ini punya makna bahwa :
  1. Negara Indonesia  mempunyai fungsi sekaligus tujuan, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia  dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, 
  2. Keharusan adanya Undang-Undang Dasar,
  3. Adanya asas politik negara yaitu Republik yang berkedaulan rakyat, 
  4. Adanya asas kerohanian negara, yaitu rumusan Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Harusnya jika amanat alinea UUD 45 ini di jalankan, pasti Negara ini akan menjadi tempat dan lingkungan yang sangat ramah bagi Hidup, tumbuh dan berkembangnya anak anak Indonesia.
Sebuah Pernyataan, Dampak dari degradasi lingkungan,
Pendidikan sebagai upaya menjadikan generasi mendatang sebagai “manusia” tetunya tidak selesai jika hanya diperbincangkan lewat Institusi pendidikan. Walau harus diakui sekolah adalah pilar utama untuk menopang proses pendidikan. Analisis terhadap beberapa fenomena yang berkembang pada generasi muda kita, sesungguhnya sangat refresentatif jika didekati dengan sebuah pendekatan “ proses pembelajaran sosial”.
Lingkungan pendidikan yang merupakan lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan masyarakat merupakan tempat berbaurnya semua komponen masyarakat, baik dari agama, etnis keturunan, status ekonomi maupun status sosial. Pengaruh yang ada di masyarakat dapat mempengaruhi anak terhadap dunia pendidikan. Dengan demikian dalam pergaulan sehari-hari antara anak dengan anak dalam masyarakat juga ada yang setaraf dan ada yang lebih lebih dewasa dalam bidang tertentu. Misalnya saja tentang meningkatnya Isu rokok di kalangan pelajar di Indonesia, perilaku merokok pada anak sebetulnya terbentuk dari lingkungan, karena perilaku atau kebiasaan tersebut tidak ditakdirkan secara genetik. Gencarnya iklan rokok, keluarga (orangtua) merokok, dan peluang sang anak untuk merokok, semuanya membentuk perilaku anak untuk merokok. "Karena perilaku ini sangat dipengaruhi lingkungan dan bagaimana pola asuh yang ada di keluarga”. Dan hal ini adalah efek dari Degradasi Lingkungan.
Menggagas Isu, Lahir dari sebuah kepedulian.
Lahir dari sebuah kepedulian yang timbul dari masalah-masalah isu sosial yang ada, tentang mimpi saya menjadikan Indonesia menjadi tempat yang ramah untuk anak anak Indonesia untuk hidup, tumbuh dan berkembang. Tumbuh menjadi apa yang dia harapkan dan dihargai sebagai mana manusia ingin di hargai, padahal itu sudah ada dalam janji Undang-Undang Negara, namun rasanya belum berdampak banyak untuk tiap-tiap rakyatnya.
Awalnya hanya pemukiran yang sederhana, mungkin ketika saya bisa mendapatkan akses internet secara bebas, tapi mungkin ada di belahan bumi Nusantara yang lain mereka belum tau apa itu internet. Atau mungkin saya yang bebas belajar dengan berbagai fasilitas yang ada, tapi banyak dari teman-teman saya yang masih dalam berbagai keterbatasan fasilitas, dari sini lahirlah sebuah gagasan tentang isu kepedulian dalam membahas pendidikan untuk lingkungan.
Jadi, rasanya menggagas sebuah Isu Kesukarelaan dan kepahlawanan pada pemuda dengan Pendidikan dalam Lingkungan hidup dirasakan sangat perlu.
Apa masalahnya??
Ketika apa ditanya masalahnya, mungkin ratusan masalah terlitas di pikiran kita yang terjadi di Indonesia, tapi harusnya bukan kita harus tetap Fokus pada masalah yang ada. Harusnya kita fokus pada solusi apa yang bisa kita berikan.
Mulai dari masalah makro hingga mikro, mulai dari yang sangat dekat dengan kita sampai masalah yang jauh dari kita, masalah – masalah itu seakan mengakar tanpa solusi yang pasti bisa diselesaikan dengan mudah?

Pemuda, entah kenapa saya percaya bahwa dari merekalah harapan dan impian untuk menjadikan Indonesia bangsa yang mandiri, karena dari pemudalah adanya nafas baru, semangat baru yang kemudian muncul memberi inovasi baru dalam perbaikan bangsa ini.
Lalu Bagaimana?
Bercermin dari ini, orang tua, pemerhati kaum muda, pengambil kebijakan atau aparat penegak hukum, sangat arief jika berdiskusi, kemudian memperbincangkan jalan keluar yang sifatnya terstrukur. Artinya mereka yang merasa tua dan berkuasa jangan hanya marah-marah saja, kemudian menuding dengan alasan basi seperti; kenakalan remaja, membahayakan jiwa orang lain, efek samping budaya asing, narkoba dan banyak lagi stigma klise sejenis itu.
Tapi padahal bisa jadi dari sosok pemuda pemuda inilah, yang nanti kemudian bisa menyelesaikan masalah- masalah yang ada di Indonesia, dari pemuda untuk kemandirian bangsa.
Mungkin Menjawab, Membangun Isu Kesukarelaan dan kepahlawanan pada pemuda dengan Pendidikan dalam Lingkungan hidup.
Banyak sekali peluang dan cara untuk merangkul para remaja. Rangkulan ini akan membuat “proses imitasi” mereka akan beragam dan terarah sehingga tidak lagi menumpuk di satu tempat yang kemudian dirasa merepotkan banyak orang. Dan kemudian bisa membuat mereka tergerak untuk perubahan social masyarakat yang lebih baik.
Jika saja ini bisa benar-benar dimaksimalkan, sepertinya masalah-masalah yang ada perlahan bisa di atasi dengan mudah.
Bicara mengenai anak muda, coba lihat dan analisis berapa jumlah remaja dan pemuda di Indonesia, jika dalam satu wilayah/daerah ada 100 pemuda saja yang berperan aktif dalam mengembangkan dan menyelesaikan masalah isu di wilayah masing-masing, pasti hal ini akan membantu menyelesaikan maslah sosial yang ada.
Banyak dari pemuda yang tau ada masalah sosial disekitarnya, mereka punya “Mind Set”, Nanati aja setelah lulus, meraka baru akan melakukan perubahan, dan pada akhirnya setelah mereka lulus mereka disibukan dengan tujuan masa depannya, dan komitmen yang di bangun sendiri olehnya tentang melakukan perubahan dengan mudahnya mereka abaikan. Hal ini dikarnakan belum adanya lingkungan yang mendukung mereka untuk melakukan sebuah perubahan bersama kea rah yang lebih baik.
Saya yakin Intitusui pendidikan adalah rencana strategis yang paling penting dan baik untuk menjadi kekuatan untuk melakukan perubahan. Pendidikan tidak terlepas dari sebuah intitusi Sekolah, saya masih percaya bahwa sekolah mempunyai peran penting menjadi tempat untuk menanamkan nilai apa yang baik atau tidak baik, apa yang penting dan tidak penting, yang bertugas mendukung peserta didiknya mendukung menemukan passionnya dan berkembang menjadi manusia seutuhnya, Namun sayangnya masih ada juga sekolah yang melihat peserta didik hanya bagian dari statistik, dan kuantitas nilai nilai Pendidikan bukan lagi memanusiakan manusi.
Harapan dari sebuah Membangun Isu Sosial kepahlawanan dan kesukarelawanan
Bagaimana orang ketika terlibat langsung sebagai volunteer sama hebatmya dengan menonton konser artis artis luar negeri, Mengajar anak anak yang tidak mampu lebih cool dari pada yang menghabiskan liburan ke luar negeri. Paling tidak ada sebuah paradigma mereka yang bisa berubah tentan menjad seorang sukarelawan atau volunteer tadi.
Adanmya sebuah harapan dari pengembangan Peran pemuda dalam Mengangkat isu kepahlawanan dan kesukarelaan dalam melakukan perubahan dengan Intitusi pendidikan agar Pemuda bergerak dan mulai peduli dengan masalah-masalah yang ada. Mungkin ini bisa diterapkan ketika ingin pemuda bisa menjadi mandiri,dan dengan kemandiriannya inilah bisa menciptakan perubahan yang strategis dan efektif untuk perubahan bangsa indonesia agar menjadi bangsa yang mandiri. Ada sebuah Harapan sederhana, semoga para pemuda dekat dan pernah terlibat dengan isu sosial, pun ketika mereka kelak menjadi Pemimpin masa depan Indonesia. Padahal tak bisa dikatakan pemimpin Indonesia saat ini, adalah orang-orang bodoh dan tidak berpendidikan, pemimpin kita saat ini adalah mereka yeng berpendidikan hebat, kebanyakan dari mereka adalah lulusan-lulusan luar negeri, ada beberapa dari mereka dulunya ketika menjadi mahasiswa mereka menjadi mahasiswa terbaik atau lulusan terbaik di kampusnya, namun memang sangat disayangkan ketika para pemimpin kita memiliki kompetemsi global namun tidak paham masalah lokal. Ini konsep yang salah, karena masalah di Indonesia itu tak hanya menyangkut masalah Global, di Indonesia kebanyakan masalahnya adalah masalah lokal yang memang terasingkan seperti tak diperdulikan. Karena suka atau tidak suka pemuda-pemuda saat inilah yang akan melanjutkan roda program pemerintahan, adanya sebuah harapan yang ingin di tanamkan, miminal ketika mereka melanjutkan roda kepemimpinan dalam menjalankan Negara, mereka akan bisa membuat kebijakan yang pro rakyat, karena mereka pernah meraskan langsung menjadi bagian yang ikut serta aktif dalam begbagai masalah-masalah sosial yang ada.
Dengan tercipta dan mengembangnya isu Sosial Kesukarelaan dan kepahlawanan pada pemuda dengan Pendidikan dalam Lingkungan hidup, hal ini akan mendorong Pemuda berperan aktif dalam mengembangkan pendidikan dan membangun lingkungan yang produktif untuk kearah perubahan yang lebih baik, karena seyogyanya lingkungan hidup yang mendukung berkembangnya pendidikan akan menjadi lingkungan yang menjadikan tiap-tiap manusianya terdidik dengan baik.
Dalam hal ini Anak muda, khususnya pemuda harusnya bisa membuat sebuah perubahan,  bukan lagi sebagai objek untuk perubahan, yang dimana pemuda itu harus menjadi objek yang disalahkan, namun sudah saatnya bisa menjadi subjek dalam arti bisa melakukan perubahan, dan menjadi  agen dari sebuah perubahan hidup kearah yang lebih baik, sebuah gerakan yang lebih baik, dari sebuah gerakan pemuda menuju kemandirian bangsa. (AK)
 
 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Judul Naskah Esai :
Membangun Isu Sosial Kesukarelaan dan kepahlawanan pada pemuda dengan Pendidikan dalam Lingkungan hidup
Nama Penulis                                      : Ahmad Khairudin
Nama Perguruan Tinggi                      : Universitas Negeri Jakarta
Nama Fakultas & Jurusan                   : Fakultas Teknik/ Teknik Elektro
Domisili                                               : DKI Jakarta
Alamat Email                                      : ahmad.khairudin5@gmail.com
  
Reaksi:
Categories: ,