Senin, 12 November 2012

Sebuah Kebanggan "orang biasa ditengah orang-orang Luar biasa"


"Semua mimpi kita dapat terwujud, asalkan kita punya keberanian untuk
mewujudkannya" 
Walt Disney


Dear Sahabatku (Kalian yang membaca Tulisan sederhana ini ), terima kasih :)

    Semua orang diciptakan istimewa oleh Allah SWT dengan bakatnya masing-masing. Tapi terkadang mereka terhalang oleh pikirannya sendiri dalam mengembangkannya. Hanya berawal dari sebuah Impian yang diteruskan keberanian untuk mencoba mendaftar di salah satu forum Nasional tingkat Mahasiswa lagi, setelah bisa terdaftar lolos di agenda Forum Indonesia Muda angkatan 12 dilanjut dengan NFEC (National Future Educator Conference ) 2012 yang diadakan oleh Sampurna school of Education sekarang bisa Lolos dan terpilih sebagai dari hasil seleksi 429 Mahasiswa terbaik se-Indonesia. Alhamdulillah senang rasanya menjadi orang biasa yang mampu berada di sekumpulan orang-orang luar biasa.

Sebuah pepatah yang sengaja saya buat (^_^)
" Orang yang tidak ada dalam Foto akan Terhapus oleh sejarah ".- Ahmad Khairudin -
Maka Tulisan saya kali ini akan banyak Foto-foto yang sengaja di terbitkan :)

#Hari Pertama
      Sedikit kecewa sebenarnya. Bagaimana tidak, Panitia yang menyuruh saya datang pagi sebelum jam 12.00 Jum'at tanggal  9 November 2012 ternyata acara baru di mulai Pukul 16.32 WIB, terpaksa saya harus merelakan Ujian Tengah Semester Mata Kuliah PLC (Programmable Logic Control ) padahal mah kalau tau acara mulai jam segitu saya bsa datang sore setelah ujian menginggat jarak dari rumah dan depok itu cukup dekat, tapi ya sudahlah ini sebuah konsekuesi yang harus saya jalani. Maka saya coba menikmati :)

      Hehehe, awalnya sedih kecewa, kesal namun disinilah arti sebuah pilihan karena ini penggalaman yang hebat, sungguh sulit menuliskan pengalaman hebat 4 hari lalu, mulai tanggal 9 - 12 November 2012 di acara Indonesia Leadership Camp 2012.
semoga Foto-foto bisa mewakili sepenggal sejarah yang sedang saya bangun.

Foto : Dok.pribadi Saat sebelum masuk Balai sidang Universitas Indonesia

Foto : Dok.pribadi Saat sebelum acara Grand Opening Indonesian Leadership Camp 2012

     Sedikit cerita, Saat sambutan oleh perwakilan Direktorat Universitas Indonesia di Balai sidang UI, berkata tempat ini adalah tempat pengukuhan dan pengangkatan Guru Besar di Universitas Indonesia. Ketika berbicara sosok Guru besar, selalu saya tekadkan dalam hati sambil berdoa. Hmmm, semoga saja saya bisa menjadi Guru besar di Universitas Negeri jakarta sebagai Guru Besar dalam Bidang Pendidikan. Amminnn (^_^)

#Hari Ke-dua


Foto : Dok.pribadi sebelum Sesi Materi Hari ke-2 dengan Mahasiswa ITS dan UNTAN

Foto : Dok.pribadi saat coffee break materi, menyempatkan foto-foto bersama dengan peserta dari univ. lain 
#Hari ke-tiga
Foto : Dok.pribadi saat Sesi Minggu Pagi, olahraga di kampus Universitas Indonesia.

Foto : Dok.pribadi saat sesi outbond di kampus UI

Foto : Dok.pribadi saat sesi outbond di kampus UI
Foto : Dok.pribadi saat sesi outbond di kampus UI

Di sesi akhir dari ourbond series, ini yang membuat saya sedikit senang dari semua permainan outbond yang ada, membuat rakit dari drum, bambu dan tali, 


Semangat, Kompak & Penuh tanggung jawab dalam kerja Sama :)

Dan hasilnya bisa langsung di gunakan ke dalam danau dekat Asrama UI yang cukup luas :)




Foto : Dok.pribadi dengan Kelompok SemPaL ( Sekumpulan Para Leader )

#Hari ke-empat

       Hari terakhir, yang menjadi hari penentu indikator keberhasilan dari pelatihan 3 hari sebelumnya di setiap agenda pelatihan, apakah ada pengaruh besar dalam dirinya tentang tiap-tiap waktu yang dilewatkan, tiap kejadian yang di rasakan dan komitment nanti akan dipertanyakan. Hari dimana benih kerinduan akan tertanam, ketika setiap individu - individu harus rela melepaskan tiap kenangan, saat ketika esok mereka bangun tidur dan tersadar bahwa orang-orang yang mereka lihat sudah berbeda. Hari dimana tiap  individu akan berkata, "Semoga kita bisa bertemu lagi ya di lain kesempatan", semoga hari ini menjadi hari paling berkesan, selamat jalan & selamat berkontribusi di kampung halaman. Umpatku dalam hati.

City Tour dan Kunjungan ke KOMISI I DPR RI, perjalanan pagi hari dimulai, diawali dengan melihat pemandngan kereta ekonomi dari arah Depok menuju Jakarta, banyak dari mahasiswa daerah lain bertanya dan mempertanyakan, apakah itu terjadi tiap haru disni ? saya hanya tersenyum menjawabnya.
dengan kondisi kemacetan, kepadatan lalu lintas.


Foto : Dok.pribadi saat di ruang sidang utama Komisi I DPR RI

Foto : Dok.pribadi dengan 3 Delegasi Mahasiswa UNJ saat di ruang sidang utama Komisi I DPR RI



2 Orang Luar biasa dan 1 orang biasa dari Kampus Hijau

akan saya perkenalkan 2 orang Luar biasa dari kampus Hijau ini, 
1.  Haryo, Pejuang GEN-BI
GEN-BI, Generasi Baru Indonesia, sepintas yang saya pikirkan adalah slogan MPA (Masa Pengenalan Akademik Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, GEN BIRU yang merupakan singkatan
2. Ervina, "Dia itu Mapres UNJ"

Singkat cerita pernah terjadi diskusi tentang Mahasiswa Berprestasi dengan teman sekelasku.
 apa sih hebatnya Ervina yang jadi Mapres UNJ itu din, "tanya salah seorang teman sekelasku".
apa ya ? gw juga ga tau pastinya, tapi orang kalau udah jadi MAPRES pasti nilai akademik, keaktifan di organisasi dan prestasinya bagus, gw juga ga kenal sama dia."Jawabku dengan santai".
iya semoga suatu saat gw bisa kenal dengan dia,

dan Alhamdulillah acara ini memperkenalkan saya dengan beliau, semoga ini bisa menjawab pertanyaan teman saya. sebuah tulisan yang penulisnya adalah saya sendiri :D
MAPRES UNJ ; “Mengharumkan Nama UNJ dan Membuktikan Amanah Bukan penghalang Prestasi”.
          Jakarta, 12/11/2012. Satu lagi torehan prestasi dibuat oleh Ervina Maulida , mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tidak hanya lolos sebagai 131 mahasiswa terpilih dari 429 Mahasiswa yang mengikuti seleksi ILDP (Indonesian Leadership Development Program) ILC 2012 (Indonesian Leadership Camp 2012) yang diadakan tanggal  9 – 12 November 2012 oleh Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Ervina juga mendapatkan kesempatan untuk memaparkansosial project "PURI ABATA" yang kemudian mengantarkannya menjadi Juara Satu, mengalahkan kompetitor lain dari ITS, Universitas Brawijaya, STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung, Universitas  Atma Jaya Yogyakarta dan beberapa universitas lainnya.

         Ketika diwawancarai oleh Nuraniku, mahasiswi yang juga aktif sebagai kepala departemen Learning Center di lembaga dakwah fakultas BSO al Iqtishodi ini dengan rendah hati mengatakan, “Alhamdulillah, ini merupakan  prestasi pertama yang saya buat setelah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi tahun ini, malu juga rasanya belum punya prestasi sejak dinobatkan sebagai Mawapres UNJ. Tidak menyangka rasanya bisa menjadi juara satu dalam social project ini, karena teman-teman peserta lain itu social project dan pemaparannya lebih bagus dari saya”.
Amanah Bukan Penghalang Prestasi                 Amanah bukan penghalang prestasi. Ya, itulah kalimat yang layak di ungkapkan untuk mahasiswi terbaik UNJ ini. Vina -demikian panggilan akrabnya- bercerita bahwa satu hari menjelang keikutsertaannya dalam acara ini, sempat terjadi konflik jadwal. Jauh hari sebelumnya ia sudah diminta menjadi moderator di acara Women Islamic School yang diselenggarakan oleh BSO Al Iqtishodi pada waktu yang bersamaan dengan Grand Opening ILC. "Agenda itu sudah terjadwal dan disepakati sebelum ada pengumuman terpilihnya Vina di program ILC. Tadinya Vina udah minta izin ke panitia ILC untuk tidak hadir di Grand Opening, tapi ternyata konsekuensinya tidak akan diwisuda sebagai peserta ILC dan tidak dapat sertifikat. Jadi Vina putuskan untuk mengorbankan agenda tersebut." Besoknya ia datang pagi-pagi ke UI untuk registrasi dan kemudian ia izin kembali ke UNJ sampai pukul 17.00 WIB untuk memenuhi amanah di kampusnya. "Kalau ini agenda di luar Iqtishodi, sejak kemarin Vina sudah minta untuk digantikan, tapi Vina sudah melihat sendiri bagaimana perjuangan teman-teman panitia untuk acara ini, tak rela rasanya mengecewakan mereka semua.“ ujar aktivis yang saat ini tercatat sebagai mahasiswi angkatan 2009 Fakultas Ekonomi UNJ.

       Muslimah yang aktif di lembaga dakwah BSO al Iqtishodi ini telah menunjukkan kembali kapasitasnya sebagai mahasiswa muslim yang progresif, amanah dan prestatif. Dengan padatnya amanah yang diemban, ia mampu meraih juara satu mengalahkan 131 proposal social project mahasiswa terpilih lainnya dalam acara ILC dan mengharumkan nama kampusnya, Universitas Negeri Jakarta. Tak heran jika wanita dengan segudang aktivitas ini dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik di kampus negeri satu-satunya di ibukota. Teruslah berkarya dan berprestasi, Vina! (AK)
Dikutip dari Berita Pers kampus (HariaNuraniku), yang penulisnya adalah saya Sendiri :)


dengan sebuah pelajaran berharga, itu cara Allah memperkenalkan saya dengan beliau :)
Selamat, semoga bisa terus membanggakan Almamatermu dan bisa menciptakan penerus perjuanganmu !
dan ini merupakan jawaban atas pertanyaan teman satu kelas saya.
dan terakhir, 1 orang biasa itu adalah saya sendiri, seorang mahasiswa yang bangga dengan statusnya sebagai mahasiswa biasa yang selalu senang dikelilingi orang luar biasa, paling yang bisa di banggakan hanyalah memimpin sebuah lembaga pers dakwah kampus , namun itu juga saya belum totalitas dan masih kalah kualitas dibanding rekan-rekan satu organisasi saya yang lain, yang kemudian menjadi bagian dari keluarga Kunang-kunang penginspirasi negeri :)

"4 Dimensi KepeMIMPInan "
Are You Leader ?? apa jawabmu ketika ditanya seperti ini , jawaban paling jujur apakah yang akan kalian ucapkan?? apakah kalian mampu dan yakin ??
        Dari Mimpi menjadi PeMIMPIn, itu slogan yang selama ini menguatkan.
Dimulai dari mimpi kemudian memimpin. 
sebuah 4 Dimendi kepemimpinan yang mutlak saya pelajari dari acara ini yang saya terjemahkan dalam kata untuk menuju kemandirian bangsa, 
  1. MIMPI dan Berani
  2. K3 ( Kualitas, Karakter & Kemampuan diri ) yang siap dan Unggul
  3. Peduli, dan
  4. Komitment dalam Tujuan




cukup untuk kisah hebat ini, memang menjadi Sebuah Kebanggan ketika "orang biasa bisa ditengah orang-orang Luar biasa", senang mengenal kalian semua. :)

18.47 WIB, panggilan jiwa sebuah Komitment dan aplikasi Ilmu
dan kemudian, saatnya kembali kedunia nyata, kembali dipanggil untuk sebuah ide dan pemandangan yang menganggu pikiran, seakan dunia saat itu bertanya "Apa yang bisa kau lakukan ??"

Foto : Dok.pribadi dari atas shelter jembatan penyebrangan Trans Jakarta PGC

Masalah belum selesai, semoga tak akan letih hingga keletihan itu letih mengikuti diri ini dalam berjuang.
Semoga Program ini adalah sebuah tiang-tiang yang kuat untuk membangun karakter pemimpin muda bangsa, menguatkan impian untuk menjadi pribadi yang bermanfaat & berkontribusi untuk Negeri.
Selamat menjalani hari....
“Hari-hari kita pada umumnya memprioritaskan emosi yang dominan cinta dalam jiwa. Jika kita ingin mengubah segala sesuatu dalam jiwa, tentu diawali dengan mengubah cinta, jiwa dan dunia.”
ILC 2012 : "Global Leader, Indonesian Colours"
Sungguh kisah ini tidak bisa diceritakan secara mendetail dan mendalam, namun terekam jernih dalam ruang memori otak kanan, semoga bisa mengisahkan lebih lengkap di lain kesempatan. (^_^)

Ini Materi yang Alhamdulillah sempat Terekam, silahkan download Disini 
Download
Materi I
Materi II
Materi III
Materi IV
Materi V
Materi VI


Minggu, 04 November 2012

Six thinking hats


six thinking hats
Six thinking hats merupakan mind tool yang digunakan untuk menganalisis keputasan yang penting dari berbagai sudut pandang. Tujuannya berfikir sesuai dengan dipikirkan orang lain, keluar dari kebiasaan berfikir diri sendiri sehingga kita bisa memahami betapa rumitnya permasalahan yang ada dan bisa mencari peluang dan celah dari masalah tersebut.
metode ini diciptakan oleh Edward de Bono dalam buku six thinking hats. jika menggunakan metode six thinking hats maka akan menggunakan segala pendekatan untuk mencapai solusi terbaik. banyak orang sukses berfikir secara rasional, berfikir positif oleh karena itu alasan mereka untuk berhasil. mungkin mereka akan gagal jika menggunakan emosi, intuisi, atau berfikir negatif. ini berarti bahwa mereka mereka kurang begitu tahan terhadap perubahan, tidak membuat tindakan yang kreatif. Begitu juga dengan pesimis. Pesimis juga merupakan tindakan bertahan yang bagus. orang yang menggunakan pendekatan yang logis akan gagal dan tergusur oleh kreativitas dan intuisi dari pesimis.
Untuk menggunakan six thinking hats untuk meningkatkan kualitas dari pengambilan keputusan maka lihat keputusan dari sudut pandang “topi yang sedang dipakai” secara bergantian. Setiap topi berfikir mempunyai gaya yang berbeda dalam berfikir :
  1. White Hat (topi putih): dengan memakai topi ini, maka gaya berfikir anda yaitu fokus terhadap data yang ada. berfikir berdasarkan informasi yang dipunyai dan melihat dari yang bisa dipelajari dari hal tersebut. disini dirimu menganalisa dan berusaha untuk menggali data historis yang ada.
  2. Red Hat (topi merah): dengan memakai topi merah dirimu melihat suatu keputusan menggunakan intuisi, tindakan keberanian, dan emosi. selain itu juga berfikir bagaimana orang lain juga akan bertindak menggunakan emosi, dan mencoba memahami respon intuisi dari orang yang tidak tahu mengenai alasanmu tersebut.
  3. Black Hat (topi hitam): saat menggunakan topi hitam, memandang sesuatu dengan sikap pesimis, penuh dengan kehati-hatian, dan dengan sikap bertahan. Mencoba untuk memandang kenapa ide dan suatu pendekatan tidak dapat berfungsi. ini menjadi penting karena adanya titik lemah dari dari suatu rencana dan suatu tindakan. dengan topi ini mampu menghapuskan pemikiran mereka, menggunakan rencana terdahulu untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. dengan adanya topi hitam maka akan membantu rencanamu untuk menjadi lebih tangguh dan tahan. selain itu juga bisa membantu terhadap titik fatal dari resiko yang mungkin akan terjadi sebelum akan dilakukan. Topi hitam ini merupakan salah satu keuntungan ketika orang yang sukses berfikir positif namun tidak bisa mengetahui permasalahan pada tingkatan yang tinggi.
  4. Yellow hat ( topi kuning): dengan topi kuning akan membantu berfikir positif, dengan sudut pandang yang positif akan membantu melihat segala keuntungan nilai keputusan dan titik-titik peluang yang akan muncul dari suatu permasalahan. Topi kuning akan membantu untuk terus maju walaupun semua kelihatan sulit.
  5. Green hat (topi hijau): dengan topi hijau akan berfikir dengan kreativitas, dimana bisa mengembangkan solusi yang kreatif dari suatu permasalahan. berfikir secara bebas sehingga akan ada kritikan mengenai ide yang diusulkan.
  6. Blue Hat (topi biru): dengan topi biru ini akan bertindak sebagai pengendali proses (control process). topi ini dipakai untuk pemimpin dari meeting. ketika mengalami kesulitan karena tidak ada ide yang muncul maka topi biru akan aktif secara langsung membangkitkan topi berfikir hijau. ketika suatu perencanaan tindakan bersama-sama diperlukan topi biru akan bertanya kepada topi berfikir hitam, dan sebagainya.
Six thinking hats bisa diterapkan pada suatu rapat atau pertemuan dan mengambil manfaatnya untuk menhindari suatu perbedaan pendapat ketika berdiskusi dengan orang dengan gaya berfikir yang berbeda-beda mengenai suatu masalah yang ada. Ada suatu pendekatan yang hampir mirip dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda misalnya suatu profesi yang beda (sudut pandang dokter, perancang, ahli ekonomi) atau dari sudut pandang pelanggan yang berbeda-beda.
6-thinking-hats

Media, Islam dan Sekularisme

"(Jangankan orang NU) Saya yang bukan orang NU saja tersinggung terhadap Ulil yang (pernah) mencalonkan diri sebagai ketua PBNU..."

Begitu ungkap Akmal Sjafril dalam pembukaan materi KANTIN (Kajian Rutin) LDK.  Kajian rutin LDK yang diadakan bersamaan dengan Roadshow Islamic Jurnalistic Training ke-6 kali ini mengambil tema “Islam, Media, dan Sekularisme”.  Tema yang asing untuk dijadikan bahasan kajian tersebut dapat disampaikan secara menarik oleh beliau (Akmal Sjafril M.Pd.I.).  Berikut ulasan kajian dari beliau.

Kaitan dari tema tersebut tidak jauh-jauh dari pembahasan tentang JIL.  Kelompok yang dikenal masyarakat sebagai kalangan Cendekiawan Muslim tersebut toh ternyata tidak intelek sama sekali.  Buktinya dapat dilihat di akun-akun Twitter mereka.  Buruknya aktivis-aktivis JIL dalam memahami sejarah Islam, penelaahan dalil, dan analogi berpikir dapat terlihat dengan jelas, bahkan sering diungkapkan secara terang-terangan oleh para ulama termasuk MUI.  Namun permasalahannya kenapa kebanyakan Media tetap memberikan label ‘Cendekiawan Muslim’ kepada mereka?  Seakan-akan terlihat jelas bahwa kebanyakan Media memiliki peran penting dalam menyukseskan misi JIL.

Kesimpulan tersebut semakin jelas terasa ketika kasus pencemaran nama baik ROHIS oleh salah satu Media besar di nusantara ini.  Selain itu juga ada pemberitaan Teroris yang membabi-buta, pen-diskredit-an sikap umat Islam terkait pendirian gereja maupun terhadap aliran-aliran sesat, seperti Syiah, Ahmadiyah, dan lainnya.  Terlihat jelas ketidakberpihakan Media-Media ‘mainstream’ kepada keilmiahan berita, karena tiap berita disimpulkan dari data-data yang serampangan maupun narasumber yang buruk.

Tidak berhenti di situ, bahkan Media-media mainstream internasional juga membuat kebohongan besar.  Bang Akmal mengungkapkan kebohongan konspirasi 9/11 yang dua negara muslim, Iraq dan Afghanistan menjadi korbannya.  Dijelaskan tentang tragedi tersebut yang juga dibahas oleh forum profesor-dosen ITB, bahwa tidak mungkin pesawat yang menabrak gedung WTC yang kokoh dapat meruntuhkannya secara rapi ke bawah.  Bahkan ada rekaman ledakan di bawah bagian gedung yang ditabrak pesawat, seperti ledakan bom yang sengaja dipasang untuk menyukseskan isu konspirasi tersebut.  Demikian ketidakberpihakan kebanyakan Media terhadap kevalidan berita.

Di bagian akhir kajian, bang Akmal juga turut menyampaikan evaluasi terhadap Media Islam yang masih jauh dari nilai profesionalitas dan jurnalistik.  Beliau pun menganjurkan kepada setiap aktivis dakwah untuk menulis dan membuat blog guna menghilangkan gap ketertinggalan Media Islam dari Media-Media sekular.  Kondisi ketertinggalan tersebut setidaknya dapat cukup teratasi dengan berisiknya umat Islam dalam meng-counter isu-isu yang menyerang Islam.  “Mereka sedikit tapi berisik, sedangkan kita banyak tapi diam”, ujar bang Akmal sedikit membandingkan antara JIL yang terfasilitasi oleh Media-Media mainstream dengan umat Islam.

“Mungkin Indonesia Tanpa JIL bisa bekerjasama dengan Islamic Jurnalistic Training, dalam rangka membesarkan agenda IJT ini, hhehe..”, canda Udin menutup kajian, sambil berharap kajian yang menggugah tersebut dapat menguatkan semangat jurnalisme di tubuh umat Islam.
Masjid Nurul Irfan UNJ, tempat kajian rutin LDK UNJ

oleh Ariel Tufliado*
*Penulis adaah Mudir QI LDK UNJ 1433 H

#KalianIstimewa


"Di dunia ini, dari banyaknya jumlah manusia, hanya sedikit mereka yang sadar. Dan dari sedikit yang sadar itu, hanya sedikit yang ber-islam. Dari mereka yang ber-islam, jauh lebih sedikit yang berdakwah. Dari mereka yang berdakwah, jauh lebih sedikit lagi yang berjuang. Dari sedikit yang berjuang, jauh lebih sedikit yang bersabar. Dan dari sedikit yang bersabar, hanya sedikit saja mereka yang sampai akhir perjalanan." - Hasan Al Banna -

Bismillah...
Selamat pagi...

        “Selamat pagi, bagiku waktu selalu pagi. Diantara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi ; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.” Kutipan Novel penulis terkenal tereliye tentang pagi selalu membuat nyaman saya ketika di pagi hari setelah shalat sunah dua rakaat sebelum subuh, shalat subuh dan al mastrurat,  
Mungkin ketika kau membaca ini, hari tidak lagi pagi, tapi semoga semangat pagi ini tetap menyemangati tiap waktu yang terlewati.
Selamat pagi untuk kalian semua :) 

Taukah kau letak Hati ??

       "Belum pernah saya berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwa saya sendiri, yang kadang-kadang membantu saya dan kadang-kadang menentang saya." (Imam Al Ghazali).

        Sering saya bertanya pada diri sendiri ataupun orang lain Dimanakah letak hati itu? Tepat ditengah dada? Banyak yang bilang seperti itu, tapi setahu saya yang didada itu adalah jantung, yang fungsinya adalah mengedarkan darah keseluruh tubuh, dan setahu saya jantung tidak mempunyai fungsi untuk merasakan. Karena yang menghasilkan perasaan itu adalah otak manusia itu sendiri. ini menjadi pertanyaan yang mendasar dalam setiap kebimbangan.
Hati, jiwa, ruh, Nurani seakan kering tanpa isi. Sesuatu yang sulit dari tiap tiap urusan yang ada, yang kadang membantu dan menentang, yang membangun kadang pula menjatuhkan, yang menguatkan namun tak jarang ia juga melemahkan, taukah kau letak hatimu ?

Jika kau tak mampu menemukan hatimu, maka carilah dan temukan hatimu di tiga tempat, yaitu;
Pertama, cari dan temukan hatimu ketika mendirikan Sholat
Kedua, cari dan temukan hatimu ketika membaca Al-Quran
Ketiga,cari dan temukan hatimu ketika mengingat Mati

tetapi jika tak ditemui hatimu di tiga tempat ini..
maka berdoalah kepada ALLAH, agar diberikan untukmu sekeping hati,
supaya kamu dapat memahami dan menjalankan tiga amalan tersebut dengan tulus dan ikhlas hanya karena-NYA 

       Sampai saat ini kadang saya masih mencari dimana sang hati itu berembunyi ?? Dulu saya selalu ragu, entah kehidupan apa sebenarnya yang saya cari dan kelak saya akan banggakan di Hadapan persidangan padang mahsyar.

       Disini semua di mulai, bertemu kemudian mengenal dan semua itu membawa saya kepada sebuah jalan kehidupan yang baru, sebuah kampus hijau nan gersang, sebuah mushola dipojok gedung mewah, sekolompok orang aneh yang suka berdiam di masjid-masjid dan menjaga pandangannya. #KalianIstimewa
ini sebuah refeksi perjalanan untuk kembali menguatkan, hanya sebuah coretan kecil yang nantinya akan saya pertanggung jawabkan.

Tentang Kampus Kehidupan, hanya sebatas ucapan terima Kasih sungguh #KalianIstimewa

      Dalam bagian-bagian ini adalah seperti serpihan kaca yang membentuk mozaik-mozaik yang sangat istimewa, lain kali akan saya ceritakan tentang mereka, mereka adalah guru kehidupan di kampus pendidikan. Terima kasih ya, untuk semuanya #KalianIstimewa dan sangat luar biasa.

Pendidikan
sosok kakak yang Tangguh 
Lelaki disudut Mushola
Motivator kegalauan
Sang Filosof Sastra pendidikan Anak
Pemimpin : Sang Arsitek Peradaban Langit
Motor Pendidikan
Pejuang Pena
Penghuni Langit
Kehidupan Sukses Mulia 
Passion

     Suatu saat cerita tentang kalian akan saya ceritakan dalam kehidupan, sejarh tentang kalian.Karena hidup bukanlah rangkaian waktu yang terjadi begitu saja,dari tiada, lahir, besar , tua dan kemudian hilang. Sejarah tak selamanya harus kisah-kisah besar, heroik dan mengagumkan. Bisa saja hanya sejarah lokal, yang beredar diantara penduduk kecil. atau bisa saja yang lebih kecil lagi, yang cukup dikenang untuk anak cucu dikemudian hari. Tapi sungguh cerita tentang kalian layak untuk di tuliskan.

Keraguan, yang mematahkan semangat

"Di dunia ini, dari banyaknya juah manusia, hanya sedikit mereka yang sadar. Dan dari sedikit yang sadar itu, hanya sedikit yang ber-islam. Dari mereka yang berislam, jauh lebih sedikit yang berdakwah. Dari mereka yang berdakwah, jauh lebih sedikit lagi yang berjuang. Dari sedikit yang berjuang, jauh lebih sedikit yang bersabar. Dan dari sedikit yang bersabar, hanya sedikit saja mereka yang sampai akhir perjalanan." - Hasan Al Banna -

     Belajar memaknai dari kutipan diatas, rasanya seperti ditampar, bagaimana tidak karena ini yang terjadi ada sebuah nilai keraguan di awal perjuangan, menjadi orang paling didepan bagai domba yang mengawal perjalanan ratusan harimau, ada banyak sebuah pemahaman yang tidak dapat saya pahami, tidak dapat menemukan maknanya sendiri,yang mampu mematahkan semangat itulah keraguan.

Ragu itu kelumpuhan, diam untuk terus berjalan atau berjalan kemudian terdiam
Ragu itu cacat, Inginnya menjadi sempurna namun tindaknya menjauhkan dari kesempurnaan
Ragu itu bahaya, bagai bumerang yang menyerak balik sang pelemparnya
Ragu itu  bisu, diam dan kemudian terdiam.

Maafkan saya yang selalu ragu dan diam, namun dari situ saya banyak belajar, ketika ada pepatah mengatakan diam adalah emas, namun dalam dakwah dan kebaikan Diam tak selalu emas. Diam juga bisa berubah menjadi dosa. Karena dengan diamnya, sesuatu bisa menjadi hancur, rusakluluh-lantak. Diam yang selama ini sering disndingkan dengan sikap netral, bijak, mengelak dari konflik, damai dan lainnya, ternyata mampu menjerumuskan seseorang kejurang kebinasaan.


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan manusia"

Bait Ke-Rindu'an

        Perjuangan selalu menorehkan sebuah kisah, entah dalam, entah tidak, pasti selalu ada kisah yang tercipta. Kisah yang membawa kepada nilai kerinduan. Rindu karena perjuangan. Bersyukur dan beruntunglah orang-orang yang ada bait kerinduan dalam dirinya. Rindu pada keceriaan, kesalah pahaman yang kemudian itu semua saling mengingatkan dan menguatkan, seperti rindunya sang ahli ibadah dalam tiap malamnya , dimana jarak terdekat Allah dan hambanya dalam sujud di keheningan malam. rindukah kau dengan saya ??
semangat lagi ya, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang bisa dilakukan dan mulai dari sekarang.

Terima Kasih, kadang saya pun tak paham dengan PIKIRAN kalian, yang saya tau pasti adalah HATI kalian tak pernah mengecewakan. :)
LOVE You #KalianIstimewa