Separuh hati yang tertinggal

Posted by Ahmad Khairudin on 16.53 with No comments

Selamat Pagi....
Bagiku Waktu selalu pagi. Diantara potongan dua Puluh empat jam sehari, bagiku waktu pagi adalah waktu yang paling indah.
Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan.
Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan.
Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakan terlewati lagi, malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan dan helaan nafas yang tertahan.

Selamat Pagi....
inilah ungkapan kehebatan waktu pagi, saat aku membaca Novel " Tere Liye " berjudul sunset bersama rosie.
pagi adalah semangat, pagi adalah harapan dan kekuatan baru.

Tak bosan bosannya rasanya menyapa pagi, di tengah kondisi badang yang belum 100% pulih namun udara pagi seakan mengangkat semangat supaya bisa melakukan aktivitas dengan segera. 
saya ingat hari ini adalah hari penting, 9/8/2012, hari dimana tempat saya mengajar dahulu melaksanakan Pesantren kilat, banyak sms dari murid-murid saya yang menanyakan kepadaku, apakah saya akan datang atau tidak ??
dengan kondisi yang belum pulih 100%, dan harusnya saya juga harus masuk kantor karena sudah 3 hari tidak masuk kantor karena istriahat untuk pemulihan dari sakit yang saya rasakan, tapi entah saya putuskan pagi ini untuk berangkat ke sekolah saja, untuk menyapa mereka, murid-murid smp Al Ma'mur jakarta. ucapku dengan penuh keyakinan.



Separuh hati yang tertinggal

keceriaan, ekspresif dan selalu ramai, kadang suasana itu yang saya rindukan dalam lamunan kesendirian,
itulah kebiasaan murid-murid saya dahulu ketika ada acara apapun dalam keseharian mereka di sekolah. seakan hidup mereka itu sangat menyenangkan dan tak ada beban, pikirku dalam hati.

walau belum genap satu tahun mengenalnya, saya cukup dekat dengan mereka, rasanya tak pernah habis kata kata untuk membicarakan mereka.

saat saya datang, panggilan itu kembali menyapa..
"Kak Ahmad, Pak Ahmad " . Terdengar jelas sambil bicara dalam  hati, mereka masih seperti biasanya.

mungkin ada separuh hati saya tertinggal disini...
bersama mereka, bersama tiap tiap rekam jejak kenangan yang tercipta...
 



Jakarta, 21 ramadhan 1433 H
Dalam acara Pesantren Kilat Ramadhan Smp Al Ma'Mur Jakarta.

Reaksi:
Categories: