Rekam Jejak Hari ini...

Posted by Ahmad Khairudin on 07.56 with No comments

Tak letih rasanya menceritakan kisahku hari ini..
pagi ini saya telat berangkat ke kantor, alhasil dengan sengaja aku malah terus membaringkan tubuh saya dikasur dalam kamar  berukuran 4x6 M.
***
selepas shalat subuh di masjid, entah rasanya tubuh saya berat sekali, seakan gravitasi bumi itu menekan terlalu besar kelopak mataku sehingga ingin rasanya pagi itu sebentar memejamkan mata.
setelah sadar kulihat jam di Kamar menunjukan pukul 06.40 WIB. "Wah, Astagfirullah.. telat kalau berangkat sekarang mah". Tanpa pikir panjang aku berekasi bangun kemudian tidur lagi Sambil kembali memeluk guling dan kututupkan dimukaku.

ternyata hal itu berhasil, tanpa sadar aku merasa udara sudah mulai panas, ketika aku terbangun aku melihat jam menunjukan pukul 09.20 WIB. Sambil terdiam dengan posisi memeluk bantal saya sambil berkata, "Semangat Untuk Hari ini". Ini hal kebiasaan yang sering sekali aku lakukan, untuk selalu menyemangati aku di alam bawah sadar saya sendiri, karena aku pernah mengikuti sebuah training, saat itu pemateri tersebut mengatakan jangan pernah sia-siaan ketika kau dalam posisi setengah sadar saat setelah bangun tidur, karena saat diposisi itulah kau berada paling dekat dengan alam bawah sadar anda, itu kata-kata yang masih terekam jelas sampai saat ini. Dan saya akui metode itu berhasil dan tak sedikit keberhasilan saya dengan menyebutkan target atau impian  aku  saat  aku  masih dalam keadaan setengah sadar.

Ini Kesempatan, selagi  aku  libur, padahal sih meiburkan diri ,  aku  bisa membawa laptop kakak ku ke Service Center, membeli Postcard kota Tua, ke kampus, dan memanjakan diri dirumah."ucapku dalam hati.

walau sebenarnya aku rindu dengan Keluargaku diKampus #Nurani tapi entah apakah mereka punya perasaan yang sama. ucapku dalam hati
aku bergegas berangkat, Seperti kebiasaan  aku  sejak dulu, saya suka sekali menanyakan hal-hal yang aneh ke diri saya sendiri, namun dari situlah saya kemudian banyak belajar dan banyak mendapatkan Inspirasi.

Bismillahhirahmanirahim....
Bermula ke STC

          Pukul 10.45  WIB aku  pergi meninggalkan Rumah, menuju ke STC Senayan untuk ke tempat service center, ya bermodalkan hanya tau senayan,  aku  memberanikan diri langsung beranjak pergi tanpa tau jelas dimana tempat itu.setelah dekat dengan senayan  aku  hanya berputar putar tak jelas, benar pepatah klasik mengatakan bahwa "Malu bertanya Sesat dijalan", namun tak juga salah pepatah kini mengatakan "Malu bertanya ya jalan jalan" (^^)
Jalan Pusat ibu kota yang terik dan padat

Gedung kura-kura raksaksa

          Aku  selalu ingin tertawa ketika melihat gedung besar ini, dalam perjalanan ku ke STC,  aku  melewati tempat ini, sebuah Tempat Nyaman untuk setiap Wakil rakyat ?? ya wakil rakyat, yang ketika rakyatnya ingin kaya sudah mereka wakili, yang ketika rakyatnya ingin rumah, fasilitas hidup yang megah dan kehidupan yang layak, mereka juga sudah mewakilinya, itulah hebatnya wakil rakyat dinegara ku. Wakil rakyat yang pandai mewakili (^^)

          sudah terhitung cukup lama  aku  tidak memasuki gedung kura-kura raksaksa ini,  terakhir saya kesini ketika masuk kedalam ikut diskusi mengenai masalah Rancangan Undang-undang Perguruan Tinggi atau yang biasa dikenal RUU PT. kalian jangan bingung ketika saya menyebutkan Gedung DPR itu sebagai gedung kura-kura raksaksa, ini hanya pengamatan dan penilaian saya saja.entah mengapa  aku  melihat gedung itu seperti Kura-kura, tak hanya bentuknya namun juga sepertinya hal itu mengambarkan situasi dan kondisi didalamnya. Kalian tau kura-kura, coba bayangkan bagaimana dia berjalan dan bagaimana ketika dia diketuk cangkagnya, diam dan langsung menutupi diri.sudah berapa kali  aku  ikut aksi, ketika mahasiswa meneriakan  sebuah aspirasi hebatnya, namun orang-orang didalam sana entah apa yang mereka kerjakan dan pikirkan, sama seperti kura-kura bukan, padahal di depan Gedung Kura-kura raksaksa itu banyak sekali penjual cermin, apakah mereka tidak malu dan tidak mau berkaca ??


Jendral Sudirman

           Entah apa yang membawaku kesini, namun rasa penasaranku siang ini bertekad melihat sang jendral besar tersebut,
aku terhenti dan kembali berbicara pada diri sendiri, "kepada siapa patung ini hormat ?"
apa yang harus dia Hormati untuk saat ini? Hormat pada Pimpinan pimpinan birokrasikah yang nyaman di gedung kura-kura raksasa itu, atau hormat pada pelajar-pelajar dijakarta yang terlibat tawuran, atau hormat kepada supir taksi, supir metromini, atau bahkan hormat kepada mahasiswa yang menggunakan Almamaternya hanya untuk acara lawak di Televisi. #Miris, kuharap kau segera menurunkan tanganmu, padahal dari genggaman tanganmu lah ada sebuah catatan sejarah peradaban yang sangat luar biasa.  

kalian tau, Panglima Besar Kemerdekaan RI yang seharusnya menjadi simbol semangat perjuangan bangsa Indonesia kini telah pudar makna kepahlawanannya. Karena Jenderal Sudirman digambarkan sedang dalam posisi menghormat. Posisi patung dianggap tidak pada tempatnya karena sebagai Panglima Besar, Sudirman tidak selayaknya menghormat kepada sembarang warga yang melintasi jalan, yang justru seharusnya menghormati. Hal ini pula yang sempat diangkat dalam film Nagabonar 2,

lucunya Negeri Ini, kenapa Bukan setiap wakil rakyat saja yang tak amanah dan korupsi dibuatkan patung di tiap-tiap jalan, dan kalau bisa dalam bentuk hormat namun arahkan hormatnya mereka ke tempat pembuangan sampah!!setelah puas memandang Jendral Besar tersebut, saya berdiri dan memberikan penghormatan kebeiau kemudian bergegas pergi Meningalkan jalan itu."tak perlu lagi kau hormat Jendral, negara Ini saja sudah tak paham akan arti sebuah penghormatan"."ujarku dalam Hati.
langsung ku melesat kembali ketujan awal untuk ke STC memperbaiki laptop yang ada.

Gelora Bung Karno


sebelum sampai di STC saya kembali berhenti di Stadion Utama GBK, saya melihat dari luar dan kembali  ingat memori masih kecil yang saya Impikan, ingin rasanya bermain Sepak bola dan Menggenakan kostum Nomer 5 untuk bermain bersama TIMNAS Indonesia , tapi itulah impian kadang ada beberapa impian yang tak mungkin kita dapatkan.
sambil menghibur diri, mungkin saya beruntung tidak bisa masuk TIMNAS Indonesia, kalau saya masuk TIMNAS itu pasti banyak sekali cacian dari jutaan penduduk Indonesia yang slalu mendukung TIM Negaranya sendiri. padalah apa susahnya hanya mencari 11 Pemain terbaik dari Jutaan ribu penduduk yang ada untuk berprestai ditingkat dunia  (^^)

setelah itu,  aku  ke STC, membenarkan laptop yang  aku  bawa. melihat waktu pukul 12.45,  aku  melanjutkan perjalan ke kota Tua.

Kota Tua dan Penjual Perangko

Diskusi saya dengan Bapak Penjual Perangko :AK : Saya
BP : Bapak Penjual Perangko

AK : "pak, ada post Card ? yang gambarnya Kota Tua / Jakarta"
BP : "ada Mas, silahkan pilih aja"
AK : "Wah bagus-bagus ya pak,!! "tanyaku". sambil memilih 10 Jenis kartu pos yang ada.
BP :  " iya, silahkan pilih saja??". Jawabnya dengan senyum tulus.
AK : " Saya Beli Semuanya ya pak "

transaksi terjadi, dan alhamdulillah post card yang saya cari dapat,
beruntung saya bisa mendapatkannya disni,

BP : "untuk apa mas beli Post Card??" kan sudah ada Hp dan Internet. tanyanya dengan ekspresi Ingin tau.
AK : "Rekan saya di Singapore 1 Bulan yang lalu mengirimkan postcard ke saya dan dia minta kalau bisa di balas dengan Postcard Dari Kota Tua Ini, saya juga beli banyak ingin menyapa rekan-rekan saya yang lainnya, di Aceh, padang, Bogor, Malang, Semarang,  Bengkulu, Makassar, papua Dll. ya hanya sebatas ingin bersilaturahim dengan cara klasik pak". jawabku dengan santai.
Lagi pula mumpung saya sedang tidak kerja pak, jadi ada waktu, kalau hari lain saya sedikit sibuk."aku kembali menjawab".
BP : "ow , kerja dimana Mas ??"
AK : "di Daihatsu, tapi Sebenarnya saya hanya Kerja Industri dari Tempat saya Kuliah, istilahnya Magang lah pak, saya masih mahasiswa ko pak, masih kuliah baru smester 7 di Universitas Negeri jakarta."
BP : "anak saya Juga Kuliah, teakhir anak saya yang bontot tahun ini kulian di universitas Swasta XXX"
biayanya Awal masuknya cukup mahal, sampai 10 Juta,
anak saya 3 kedua kakaknya sudah lulus dan menjadi Sarjana semua." Cerita bapak penjual prangko kepada saya.
AK : Owh Iya .. Subhanallah pak, Aku terdiam saat beliau bercerita, bahwa beliau sudah menyekolahkan anaknya samapi ke bangku kuliah bahkan sampai bahkan ada yang sudah menjadi sarjana. "ucapku dalam hati.
"iya, kuliah sekarang memang mahal pak, apalagi yang statusnya Swasta.

Kami bercerita banyak di bawah Kantor Pos Kota Tua yang berdiri Gagah.
beliau juga bercerita mengenai Kota Tua tempo dulu, hingga sekarang
bapak , mengapa bukan bapak saja yang mengajarkan sejarah Jakarta."ucapku dengan nada bergura".
dia hanya tersenyum, ucapan terakhir yang dia lantunkan sebelum saya pamit adalah, " makannya selagi orang tua mampu belajar yang benar, buat bangga orang tuamu nak, nanti kalau mampir ke sini jangan lupa kita ngobrol-ngobrol lagi". Ucapnya dengan Senyum yang Ikhlas.
hampir jatuh air mataku saat aku mendengar tiap ceritanya.
terima kasih pak untuk hari ini, kau mengajarkan  aku  banyak hal dari cerita inspiratifmu.
aku Pulang dengan Cukup puas atas perjalanan hari Ini.

tak menyesal rasanya untuk perjalanan hari ini, walaupun tak dimulai dengan awal yang baik, tapi cukup banyak pelajaran yang saya dapatkan hari ini.Inilah aku, merekam tiap jejak jejak langkah pemikiran yang ada, tak bisa diam ketika hati dan pena resah akan keadaan yang ada.

Ahmad Khairudin
Jakarta, 5 Ramadhan 1433 H

Reaksi: