Pendidikan yang mengIndonesiakan

Posted by Ahmad Khairudin on 18.25 with No comments
          Pendidikan yang mengIndonesia adalah pendidikan dari, oleh, dan untuk Indonesia. Artinya pendidikan yang diterapkan adalah pendidikan yang berdasarkan nilai-nilai Indonesia dan dasar negara Republik Indonesia. Dalam hal apa pun, pendidikan sebaiknya tidak keluar dari nilai-nilai kepribadian bangsa. Mulai dari sistem dan konsep sampai pada pelaksanaan teknisnya harus sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Negara Kepulauan Terbesar di Dunia.

           Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara besar. Aspek jumlah penduduk, luas wilayah, kekayaan sumberdaya alam, kebhinnekaan agama, etnis dan kultur, memberi peluang untuk itu. Bukan seperti kebanyakan negara-negara lain, Indonesia merupakan Negara Kepulauan Terbesar di Dunia. Atau mungkin bisa dikatakan sebagai benua maritim yang sangat luas dengan corak alam lingkungan sangat bervariasi disertai kemajemukan yang tinggi di antara lebih 400 suku-suku bangsa yang mendiaminya. pendidikan kemaritiman dan kelautan yang menjadi karakter khas Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia belum pernah diajarkan. Tetapi pendidikannya masih berbasiskan agraris atau kontinental. Sehingga masyarakat maritim dari luar Jawa yang menempuh studi di Jawa juga diajarkan pendidikan yang tidak sesuai dengan kondisi di daerah asalnya.Indonesia merupakan laboratorium alami, baik bagi ilmu-ilmu kebumian, kelautan, Kehutanan dan ilmu-ilmu kehidupan. 

            Jika berkehendak menggeser orientasi pembangunan menuju skala dunia, maka tidak lain kita juga harus mulai memperkuat basis pendidikan bidang kelautan dengan mulai merintis gagasan paradigma pendidikan yang berbasis budaya bahari. Oleh sebab itu, paradigma pendidikan Indonesia selain dirintis berorientasikan pada tatangan Negara Kepulauan terbesar, seharusnya juga mendasarkan pada karakter lokal yang penuh kebhinnekaan yang berbeda-beda dari satu daerah dengan daerah lain.

            Harapan pembangunan kelautan dan perikanan menjadi kekuatan terbesar dari perekonomian nasional, sebagaimana yang terjadi di negara-negara maritim lainnya, semoga dapat diwujudkan, sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia yang selama ini terpuruk. Cita-cita ini baru bisa tercapai jika didukung oleh sistem pendidikan yang juga berbasis pada budaya bahari dengan mengembangkan ilmu-ilmu kelautan. 

Pendidikan yang MengIndonesiakan

            Selama ini apakah pendidikan di Indonesia sudah mengIndonesia? Pendidikan di Indonesia saat ini belum efektif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa karena pendidikan saat ini masih berorientasi pada nilai angka, namun tidak berorientasi pada karakter tiap orang yang dibangun dan dibentuk melalui pendidikan tersebut. Kesuksesan seseorang tak hanya dinilai dari kemampuan akademik di sekolah atau pun di universitas, namun juga karakter dan akhlaknya dalam kehidupan bermasyarakat sebagai hasil dari pendidikan yang ditempuhnya. Maka dari itu, pendidikan Indonesia rasanya perlu diperbaiki konsep dan sistemnya, artinya tidak berorientasi pada nilai dan materi, namun juga berorientasi pada kemurnian akhlak dan karakter bangsa yang baik. 

           Indonesia ini kaya akan budaya dan keindahan alam, sangat disayangkan bangsa kita tak dapat memanfaatkannya dengan baik dalam dunia pendidikan, termasuk kekayaan sumberdaya kelautannya yang melimpah. Pendidikan yang mengIndonesia merupakan salah satu solusi bagi masalah tersebut. Pendidikan yang membentuk manusia-manusia Indonesia menjadi manusia yang dapat memanfaatkan anugerah Tuhan dengan baik di wilayah Indonesia. Pemanfaatan budaya merupakan salah satu strategi untuk membentuk karakter bangsa ini. Budaya adalah suatu alat yang menjadi kebiasaan kita dalam bersikap, maka itu akan merefleksikan sikap dan karakter kita sebenarnya dalam rangka mewujudkan spirit keIndonesiaan kita yang berbudi pekerti luhur.

            Selain itu, pemanfaatan kekayaan alam Indonesia juga sangat mempengaruhi kemajuan Indonesia ke depan. Indonesia memiliki wilayah yang luas dan potensi alam yang dahsyat. Tak sepantasnya penghuni Indonesia menyia-nyiakannya begitu saja. Maka dari itu, arah pendidikan Indonesia harus diperjelas dengan memasukkan nilai-nilai moral di dalamnya agar nantinya masyarakat Indonesia menjadi masyarakat bermoral, bernurani, cerdas serta memiliki kesadaran multikultural dan kepedulian terhadap sumberdaya lokal yang dimiliki.

            Indonesia adalah negara berbentuk kepulauan dengan wilayah yang luas terbentang dari Aceh sampai Papua. Kondisi komunitas masyarakat di masing-masing wilayah sangat beragam dan sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktor-faktor tersebut di antaranya letak geografis, kondisi sosial, budaya, ekonomi, sarana dan prasarana wilayah serta pendidikannya. Kesemuanya itu saling berpengaruh satu sama lain, oleh karena itu dalam memecahkan permasalahan pendidikan, Pemerintah harus mempertimbangkan faktor-faktor tersebut.
            Masalahnya, Kurikulum di sekolah tidak pernah mengajarkan secara instens nilai-nilai kebaharian dan wawasan tentang kelautan. Dengan potensi maritim yang dimiliki, sekolah dasar dan menengah di Indonesia seharusnya mencantumkan pelajaran bahari sebagai muatan lokal khususnya di daerah-daerah Indonesia bagian Pesisir. Main-set sebagai Negara maritim harus ditanamkan sejak usia dini di sekolah.

            Potensi Kebaharian seperti transportasi laut, wisata bahari, hasil tangkapan nelayan, pada akhirnya hanya akan menjadi retorika. Jangan salahkan murid lulusan sekolah umum, jika mereka tidak mengenal budaya pesisir. Apalagi untuk menumbuhkan dalam jiwa mereka kesadaran cinta laut. Jangan pula salahkan generasi penerus, jika kemudian mereka enggan bekerja di laut karena persepsi mengenai laut yang keliru. Sebab laut diidentikan dengan kemiskinan, kekumuhan dan menyeramkan karena mitos Nyai Roro Kidul. Di Kota Maritim, seharusnya lembaga pendidikan di Indonesia mengajarkan pengetahuan seperti manfaat transportasi laut, wisata bahari, keanekaragaman hayati laut dan potensi pulau-pulau kecil. Sumber daya alam apa saja yang terkandung di dalamnya, baik yang habis dipergunakan maupun yang renewable. Kemudian murid diberi wawasan bagaimana cara memanfaatkan dan melestarikannya agar tidak mengusik ekosistem yang ada.

            Ini bisa menjadi alternatife jawaban, dimana salah satu nilai yang perlu ditanamkan pada masyarakat Indonesia dalam rangka memperbaiki kondisi pendidikan Indonesia adalah melalui pendidikan yang mengIndonesia. Pendidikan yang mengIndonesia dapat pula diartikan sebagai penanaman kemampuan hidup dan berkehidupan bagi warga negara Indonesia dengan tiada henti dan selamanya, baik berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mengakar pada prinsip dari Indonesia. Perjalanan membangsa dan mengIndonesia merupakan proses yang berlangsung terus-menerus. Kita tidak tahu sampai kapan proyek ini akan selesai dan bukan tidak mungkin proyek ini tak akan pernah selesai.

”Pendidikan Berbasis kearifan lokal kebaharian Indonesia”

            Pendidikan mengIndonesia adalah pendidikan yang dilakukan oleh orang Indonesia bagi generasi pengganti bangsa Indonesia yang memiliki tujuan untuk melestarikan dan menjayakan Indonesia. Dalam kondisi ini nampaknya kita harus menyuarakan kembali mengenai jati diri bangsa ini, yaitu pembangunan kembali karakter bangsa. Membangun visi kemanusiaan sebagai bangsa Indonesia, visi keragaman yang menyatu dalam bingkai keIndonesiaan, visi pemanfaatan atas sumberdaya manusia dan alam untuk kesejahteraan bangsa Indonesia, serta visi moral religius yang mewarnai semangat sebagai warga bangsa.

            Untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu diterapkan pendidikan yang mengIndonesia, maksudnya dalam menyusun manajemen pendidikan harus ditinjau dari berbagai perspektif yang muaranya dari, oleh dan untuk rakyat Indonesia. Misalnya, dalam menyusun kurikulum, Pemerintah tidak hanya mengadopsi dari negara lain yang kondisi sosial, ekonomi dan budayanya berbeda jauh dengan Indonesia, tapi harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia sendiri sebagai karakter nasional kita.

            Harus ada sinergi antara Pemerintah dan masyarakat, sehingga akan terwujud pendidikan yang mengIndonesiakan. Diharapkan setiap individu bersedia mengabdikan diri serta menyumbangkan ilmu yang dimilikinya sesuai dengan bidangnya masing-masing untuk meningkatkan taraf pendidikan Indonesia, agar mampu bersaing dengan bangsa lain. Namun, sekiranya hal tersebut masih merupakan pekerjaan rumah bagi kita dalam memperbaiki infrastruktur maupun suprastruktur pendidikan, sehingga pendidikan yang adil dan merata dapat terwujud di Indonesia. Salah satu jawabannya adalah di bidang pendidikan yang bertemakan: Pendidikan yang Mengindonesiakan dengan Kurikulum ”Pendidikan Berbasis kearifan lokal kebaharian Indonesia”

Ahmad Khairudin 
Aktivis Forum Pemuda Bahari Indonesia.




Reaksi:
Categories: