Mari kita kembali bercermin

Posted by Ahmad Khairudin on 18.58 with No comments


Bismillahirahmanirahim…

Assalam’mualaikum warahmatullahhi wabarakatuh….         

[71]Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! [72] Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata:”Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka”. [73]Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: “Wahai, kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)”. [74] Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar. (Surat An – Nisa’ Ayat 71 S.d 74)

         Lembaga Dakwah kampus atau yang biasa kita kenal sebagai LDK adalah sebuah lembaga paling mulia di bumi ini, khususnya dikampus Universitas Negeri Jakarta, yang didalamnya adalah individu-individu yang telah ditakdirkan oleh Allah untuk mengemban amanah mulia melanjutkan pejuangan risalah dakwah yang telah ada sejak zaman Rasullullah, orang-orang yang yang diperhitungkan kapasitas dan kapabiltasnya, mulai dari fikriyah, Jasadiyah, amaliyah, dan Ruhiyah untuk melanjutkan perjalanan ruang estafet mengemban amanah besar.

         Jakarta(4/7/2012), dalam sebuah agenda evaluasi triwulan LDK UNJ, mengundang Ust. Umar Nadi sebagai pemberi Taujih. Hati-hati tiap individu dari seorand da’i berpotensi futur, karena itu sifat alami manusia, yang mempunyai ruang degradasi imunitas dalam dirinya terhadap dakwah yang dia lakukan. “Ujar Ust. Umar Nadi dengan nada yang penuh semangat. Beliau juga menyampaikan bahwa dakwah kampus saat ini hanya sebatas tingkatan ceremonial saja, apa yang salah dengan dakwah kita ?? 

         Ruhiyah, inilah jawabnnya yang dapat dianalogikan dengan sebuah perumpamaan kondisi kita saat mendapatkan amanah. Cek hati kita ? seberat apapun amanah jika ruhiyah kita sehat pasti amanah tersebut akan terasa ringan, namun sebaliknya seringan apapun amanah jika ruhiyah kita sakit maka amanah itu akan terasa berat.

         Masalah ruhiyah ini, tidak bisa ditawar lagi, kita harus menjadi orang orang yang ekstra generic, dimana seorang yang memiliki semangat yang berapi api saat menjalankan amanah di dalam dakwah ini. Islam memang agama yang besar, dakwah Islam telah tersebar diseluruh penjuru dunia,kita boleh saja berfikir itu adalah sebuah kemenangan, namun berbicara mengenai dakwah, kita harusnya mulai berfikir lebih dalam lagi, bukan lagi menjadi orang orang yang senang tertipu akan kesenangan dan kemenangan, karena kemenangan dakwah kita saat ini adalah kemenangan yang fatamorgana, kita harus tetap waspada pada isu-isu yang berkembang, harusnya dalam dakwah ini kita tak boleh puas dengan kemanangan yang ada saat ini, kita tidak boleh menjadi setan-setan dakwah, yang dengan kemunafikan, pura-pura berada daam jalan ini, Oleh karena itu, bagi pandangan seorang muslim dalam kehidupan di dunia ini boleh saja mementingkan dunia, karena toh dunia ini panggung sandiwara, kata seorang penyanyi Achmad Albar. Tetapi jangan sampai kehidupan dunia mengurangi kualitas taqwa seseorang kepada Allah, karena segala upaya manusia untuk memperoleh kemuliaan di hadapan-Nya salah satunya adalah berjalan di jalan dakwah ini.

          Untuk memperoleh derajat yang tinggi di hadapan Allah sekali lagi tidak ada sesuatu alasan atau dalih apapun yang menjadi alasan kita berhenti dalam berjuang menegakan agama Allah, Karen sesuai dengan firman Allah yang berbunyi (watujahiduna fi sabilillah biamwalikum) dan berjuang di jalan Allah dengan harta bendamu itu semata-mata ummatnya yang butuh kemuliaan kepada khaliqnya serta sebagai manifestasi syukur atas pemberian rizqi dari Allah.

        Mengenai dakwah kampus ini, Dakwah kampus ini bukan lagi ditumpukan kepada orang-orang yang berpengalaman, karena yang terpenting adalah kekuatan ruhiyah yang ekstra generic,Firman Allah dalam QS. Al Anfal [8]: 45-47 yang berbunyi :

"Hai orang - orang yang beriman , apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh - hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan"

          Mari kita kembali bercermin, mempertanyakan kembali militansi dakwah kita ? Ini adalah sebuah agenda bersama untuk sama-sama mengevaluasi kinerja dakwah kita di kampus UNJ, Evaluasi ada bukan lagi untuk menjatuhkan, namun untuk kembali membangkitkan semangat dakwah yang kita bangun diawal komitmen berjalan bersama didalam jalan dakwah ini, mari kuatkan komitmen kembali, ingat UNJ adalah tempat dimana Allah SWT menakdirkan kita berada didalamnya untuk meletakan kemuliaan dakwah diatas segala-galanya, kuliah adalah sarana dan jembatan untuk kita mengembalikan kejayaan islam dan mensyiarkan Agama Allah swt, totalitaslah karena apa yang kita perjuangkan selama ini, baik keringat, dana, waktu bahkan nyawa yang kita buat sebagai catatan sejarah di padang mahsyar kelak ketika setiap hamba Allah di bangkitkan dan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukan di bumi dunia. Untuk itu mari kita kuatkan kembali azzam kita dengan Metode 3F, Fast, Focus, Fire yaitu dengan Cepat, terarah dan semangat yang berapi-api. (AK)

Wallahu a’lam bishowab

Reaksi:
Categories: