Jumat, 29 Juni 2012

Pesan yang disampaikan

Masih teringat saat pertama
melihat seseorang yang tak kukenal
memasuki ruangan kelasku

             dengan perasaan masih bingung
             aku memperhatikan setiap langkah
             saat ia memasuki ruang kelasku

                           yang ternyata dia adalah guru pengganti
                           sebagai guru IPA disekolahku
                           senang memang rasanya

             jadi, tak perlu lagi aku bingung
             untuk menanyakan
             materi yang tidak aku mengerti

memang, terkadang menjengkelkan
terkadang menyebalkan
dan terkadang membuatku kesal
tapi terkadang menyenangkan
terkadang membuatku gembira
dan terkadang menyenangkan

            banyak motivasi yang kudapat
            banyak ilmu yang kudapat
            banyak hal-hal baru yang kuketahui darinya

Namun sebuah pertemuan
haruslah ada perpisahaan
itu katanya

           tapi, akhir adalah awal
           jadi, meskipun akhirnya kita berpisah
           pasti, akan jadi awal yang indah nantinya


Jakarta, 26 Juni 2012
Karya  : Lestari
kelas    : 7 ( Tujuh )

Guruku

Guru... Engkaulah pahlawanku
pahlawan tanpa tanda jasa
engkau selalu membimbingku
dan mengajariku berbagai hal

            Guru jasamu tak terhingga
            engkau seperti bidadari, dan
            pahlawanku yang menolongku
            tanpamu aku tak bisa apa-apa

Guru tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis dan mengerti banyak hal...

            Guru... tiada kata letih bagimu 
            untuk membimbing kami...
            kini semua yang engkau beri
            sudah sampai dihari ini

Terima kasih guru
jasamu tak terhingga..


Jakarta, 26 Juni 2012
Karya : Riri Oktaviani
Kelas  : 8 (Delapan )


Ayah

Ayah kau selalu menemani
hari-hari ku...
kau selalu menghiburku
di kala aku sedih...
kau selalu menyayangiku
begitu tulus...
kau selalu melindungiku
dari bahaya apapun...
kau adalah pelita
dalam kehidupanku..

Tapi, kini kau telah tiada
dan meninggalkan ku sendiri
dan tidak ada yang menemani
hari-hariku sekarang

Jika, waktu bisa ku Putar kembali..
aku Ingin sekali
kembali ke waktu itu
aku ingin bersamamu "AYAH"...



Jakarta, 26 Juni 2012


Karya : Aprita
Kelas  : 8 (Delapan )

Senin, 25 Juni 2012

Ketika aku berfikir, maka capungpun bisa jadi sumber Inspirasi !!






Terkadang banyak pelajaran dan pembelajaran yang kita temui dikeseharian hidup kita, namun terkadang kita tak memperdulikannya,

Kisah hebat hari ini yang bisa kita ambil pelajaran didalamnya, selamat menikmati dan berfikir di dalam ruang keterbatasan.

Dalam kesibukan yang sedang saya lakukan,mungkin bukan tugas berat. ya, hanya mengisi nilai rapot murid murid saya, membuat saya sedikit membatalkan banyak agenda yang telah saya jadwalkan, suasana hening dalam kamar membuat gravitasi meningkat hingga rasanya ingin memejamkan mata dan menjatuhkan tubuh ini dalam kelembutan kasur, dan tanpa sadar akupun tertidur.

ketika saya membuka mata perlahan ada seekor makhluk Allah lain yang sedang berusaha keluar dari kamar saya dengan mencoba mebenturkan dirinya ke sebuah kaca, entah dari mana datangnnya capung itu, namun kejadian ini membuat saya berfikir akan suatu hal, dan semoga kita dapat mengambil pelajaran dari tiap apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.


begini cerita Lengkapnya!!! Selamat Menikmati :D

Ada seekor capung yang terangkap di kamar saya ...
Nampaknya ia ingin sekali keluar,
Ia terus saja berusaha keluar 
dengan cara terus menerus menabrak kaca jendela
tentu saja ia tidak akan bisa keluar dengan cara itu

Begitu terus ia lakukan seharian
sampai akhirnya .... ia tergelepar kelelahan ...


-------

Seekor capung memberikan inspirasi bagi kita
Kita seringkali terjebak dalam rutinitas yang begitu-begitu saja
Cara kerja, cara bergaul, bersikap, berkeyakinan, berfikir,
berperasaan dan cara belajar, berkreasi ... begitu2 saja ... diulang2 ....

Namun mengharapkan hasil yang berbeda dan lebih baik,

Pepatah mengatakan,
Ketika satu pintu keberkahan tertutup,
sebenarnya 9 pintu lainnya sedang terbuka lebar2 ...
Namun anehnya kita terus saja FOKUS pada pintu yang sudah tertutup ...

---------
Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.
(Gila : melakukan sesuatu yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda)

==Albert Einstein==

---------

Dengan kata lain .....
Jika kita mengharapkan perubahan yang lebih baik
dari kehidupan kita dari hari ke hari .....

Maka kita harus terus menerus melakukan perbaikan, pembaharuan ...

Ada baiknya kita mengambil “jarak” dengan apa yang telah
kita lakukan dan perjuangkan selama ini ...

Kemudian kita buat gambaran besar dalam benak Anda
tentang sesuatu yang telah Anda lakukan selama ini .... amati, renungkan, evaluasi ...

Kemudian tanyakan :

Apakah selama terus akan begini2 saja ?

Sampai kapan hal ini harus Anda lakukan ?

Apa yang lebih baik yang bisa Anda lakukan ?

Kemudian tenang ... biarkan jawaban datang secara alamiah
dari hati nurani Anda yang damai dan terbuka lebar ...

Semoga Bermanfaat !!! :)

Minggu, 24 Juni 2012

Kisah Sebatang Bambu


Artikel Motivasi, 


Artikel Motivasi, Kisah Sebatang Bambu.

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani.
Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.
Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu,
” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air yg sangat berguna untuk mengairi sawahku?”

Batang bambu menjawabnya,
“Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau,Tuan.
Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”

Sang petani menjawab,
“Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu.
Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku.
Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar.
Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawah sehingga padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur.”

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….., kemudian dia berkata kepada petani,
“ Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah- belah batangku yang indah ini dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat- sekat penghalang itu.
Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”

Petani menjawab,
” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua ini karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”

Akhirnya batang bambu itu menyerah,
“Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna ketimbang batang bambu yg lain. Inilah aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawah sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan tanggung jawab dan persoalan yang sarat, mungkin Tuhan sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya?
Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Tuhan tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul.
Jadi maukah kita berserah pada kehendak Tuhan, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?
Seperti batang bambu itu, mari kita berkata,

” Inilah aku, Tuhan…perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”

Sumber : 1001motivations.blogspot.com

Jumat, 15 Juni 2012

pesan yang tak tersampaikan…






          Teringat, setengah tahun yang lalu, Panasnya Matahari Ibukota tak mampu membendung langkahku mencoba membuka lembaran baru dalam kisah perjalanan hidup, ketika saat itu aku mencoba memberanikan diri untuk melangkah ke sebuah sekolah swasta di Jakarta, ya itupun hanya bermodal keberanian dan iringan do’a keyakinan, aku bulatkan impianku untuk mendaftar menjadi Guru di sekolah itu, sekolah yang tak terlalu besar namun saya yakin disana sekelompok anak manusia yang ceria dan semangat menyambut ilmu Allah dalam nuansa sekolah formal yang nyaman.dan Alhamdulillah senang memang rasanya diterima sebagai guru di sekolah tempat dimana kalian menimba ilmu pelajaran. Mendapatkan tawaran menjadi seorang guru di sebuah sekolah adalah kesempatan yang langka apalagi saya pun masih seorang mahasiswa Semester 6 di sebuah universitas negeri di Kota Jakarta, ini merupakan hal yang istimewa.


          Ucapan syukur pada sang Kuasa sampai akhirnya aku bisa mengenal kalian, mengajar dan mendidik kalian serta menemani kalian dalam menjalani proses pembelajaran dalam keterbatasan, memori awal pertemuan itu masih terekam dan tersimpan jelas di ruang ruang hati dan sudut memori otak kananku tanpa terasa yang menyita setiap lamunan dan mimpiku, namun sedih memang, pasti dalam setiap kata pertemuan harus ada akhir yaitu perpisahan, waktu terkadang harus menentukan sebuah persimpangan di jalan, tak terasa enam bulan lebih saya menjadi seseorang yang menemani kalian belajar, tugas saya sementara cukup walaupun belum tuntas untuk mendidik kalian, karena tujuan akhir saya ada disekolah itu adalah ingin sekali mendidik kalian agar kalian mengenal siapa Kalian dan mengenal Allah SWT sebagai Rabb Kalian, mungkin masih banyak yang belum bisa saya lakukan, dalam keterbatasan saya hanya mampu mengataran kelas IX berhasil lulus 100% di UN tahun ini, menemani kalian belajar memahami tiap tiap kaidah ilmu pengetahuan yang ada dan saya paham terkadang menjadi seseorang yang menjengkelkan untuk kalian.          

        Tapi itu semua yang selama ini saya lakukan, masih dalam keterbatasan harus ada yang saya ungkapkan, mungkin ini akan menjadi sebuah kenangan dan ungkapan salam perpisahan, berat memang namun cepat atau lambat pasti aku akan menyampaikannya, semoga kalian membacanya dengan nyaman.           

         Nak, perhatikan ya, mungkin saya tidak bisa menyampaikan kata ini di depan kalian, karena takut ada air mata yang tak terbendung saat saya mengungkapkannya,          

         Atau mungkin karena keaktifan kalian yang terkadang membuat saya terdiam dan tak mampu menanganinya saat saya benar benar sedang dalam keadaan yang tak seimbang,           Atau bahkan ketika kalian tak lagi memperhatikan saya dan menganggap saya hanya seorang yang membatasi kalian dalam keseharian.

Nak, taukah Kamu ?? ini hanya pesan yang tak tersampaikan…              

         “Nak, menjadi guru itu indah dan mulia. Kecemasan yang kurasakan saat pertama berjumpa denganmu di kelas masih belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta dan harapan. Harapan akan cerahnya masa depanmu kelak. Ya, dengan cinta dan harapan itulah aku mendidikmu, karena jika bukan karena harapan tak seorang ibu mau menyusui anaknya, jika bukan karena harapan tak seorang petani mau menanam padi. Meskipun demikian, ketahuilah, menjadi guru itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui makna keberadaanku dan tugas kemanusiaanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Allah, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan-Nya, dalam setiap malamku, kupanjatkan doa pada Allah agar Ia sudi memberikan kemudahan untukmu memahami pelajaran dan agar Ia memberikan keberkahan ilmu kepadamu.           

        Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata ‘Tidak!’, ketika engkau sudah mulai tergoda untuk menyontek,tak menghargai Ilmu dan melupakan Allah dalam Hidupmu timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya, Engkau bukan milikku. Engkau adalah milik Allah. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Allah SWT.           

         Sejak saat itu, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Allah. Inilah usaha terberatku, karena artinya aku harus bertentangan dengan keinginanmu, aku tahu engkau sangat suka mengolok olok temanmu, tak menghargai Ilmu dan melupakan Allah dalam Hidupmu tetapi ketahuilah bahwa yang kalian lakukan itu tidak akan mendatangkan keberkahan.            

         Kemudian, pelajaran kitapun mulai berjalan kembali, tak perlu engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku Cuma menatapmu tenang dan merapatkan jiwa kita satu sama lain dengan nasihat dan lantunan doa. Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya. Saat engkau mengeluh susahnya memahami pelajaran, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh menyerah. Menyerah berarti kalah. Inilah kata-kataku tiap kali kau mengadu dan hampir putus asa.          

         Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan dihadapan Allah, dan kudapati jarakku amat jauh dari-Nya, Aku akan iklash. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Allah karena keberkahan ilmu yang kuajarkan padamu. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa aku telah membantumu memahami suatu hal, BAHWA KEHIDUPAN DUNIA ITU SEMENTARA, KETIKA KAU TAK MENGHARGAI ORANG LAIN DAN TAK MAU LAGI MENUNTUT ILMU ITU ADALAH TITIK TERENDAH DARI HARGA DIRI MANUSIA.

         Untuk kalian yang kelas IX tahun ini, Tetap saya katakana selamat dan terus bersyukur, semangat ya dalam pencarian jati diri dan SMA/SMK pilihan kalian, bangga rasanya bisa menjadi guru kalian dan mengantarkan kalian ke gerbang kelulusan, ingat kan kata kata yang dulu saya sampaikan “MAN JADDA WA JADDA”, siapa orang yang bersungguh sungguh pasti berhasil, suatu saat saya berharap Allah mempertemukan kita, dan saat itu saya telah melihat kalian dengan kesuksesan kalian.

         Untuk murid murid kesayangan saya kelas VIII, menjadi wali kelas di usia Muda seperti ini tak pernah terbayangkan sebelumnya, saya bangga bisa menjadi wali kelas kalian, saya minta maaf ketika saya belum bisa menjadi wali kelas yang baik untuk kalian, ketika saya tak bisa menyalurkan bakat bakat hebat kalian dari mulai bidang seni sampai olahraga, orang tua kalian pasti bangga punya anak anak seperti kalian. Nak, Tolong belajar dengan sungguh sungguh dan ayo bangun keakraban kelas antara satu sama lain, jumlah kalian memang sedikit tapi potensi dalam diri kalian banyak, jadi jangan sia – siakan itu.

          Terakhir, murid murid yang selalu membuat saya terdiam dan keaktifannya sangat luar biasa, yang cerdas dan punya semangat belajar yang sangat luar biasa, andai diberi kesempatan mengajar lagi saya ingin tetap bisa mengajar kalian, kalian itu murid murid cerdas nak, tapi hanya saja kalian belum paham dengan diri kalian, coba kembangkan potensi diri kalian dengan cara jangan mudah putus asa saat menyerah, diantara kalian ada harapan memajukan nama baik sekolah kita, saya yakin itu. Nak, percayalah ketika kalian mulai berani percaya pada kemampuan diri sendiri dan mau belajar sungguh sungguh kalian akan menjadi anak anak yang luar biasa.

          Dan akhirnya nak, tetap saya katakana saya bangga, saya merasa istimewa mendidik kalian, ini sebuah rakngkaian kata yang tak akan bermakna ketika kalian tak mau membacanya, akan usang karena tersisihkan waktu dalam sebuah zaman ketika kau hanya membiarkannya.           

         Saya bukan meninggalkan, hanya saja karena ada Tujuan dan Tugas lain yang harus saya selesaikan.Terima Kasih telah menjadi bagian dari kisah perjalanan sebuah cerita singkat dalam kehidupan. Semoga Ini Bukan Akhir namun jadi awal ikatan hati karena Pendidikan. 



 terulah belajar dengan siapapun Gurunya nanti, semoga mendapatkan guru pengganti yang lebih hebat daripada saya (^_^)

 
Salam Untuk Kalian murid murid yang saya Banggakan

Ahmad Khairudin
Guru SMP AL MA'MUR
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta

Sabtu, 09 Juni 2012

Jembatan Impian

Foto Sampul



“ Education is not everything, but rest assured every change begins with education” - Ahmad Khairudin

Ungkapan Pengantar Harapan
        Kita sama sama tau, bagaimana peran pendidikan dalam rangka kemajuan dunia saat ini, bahkan ada yang mengatakan jika ingin melihat kualitas suatu bangsa, maka lihatlah kualitas pendidikannya, jika kualitas pendidikan di Negara tersebut bagus berarti mencerminkan Bangsa itu juga bangsa yang peradabannya baik. Namun sebaliknya, ketika kualitas pendidikan dinilai buruk maka berimbas pada penilaian yang buruk pula bagi bangsa tersebut. Memang pendidikan bukan segalanya, tapi yakinlah setiap perubahan di awali dengan pendidikan.

         Memang tak bisa dipungkiri lagi pentingnya pendidikan, namun faktanya ketika kita melihat kualitas pendidikan di Negara Indonesia, satu kaliamat pertanyaan yang selalu membuat hati terusik ialah sebuah pertanyaan dasar , yaitu “Entah, Mau dibawa kemana arah pendidikan Negara kita ini ??.
Menjadi dilema yang mendalam, pernyataan yang harus dipertanyakan ? Bagaimana mungkin Negara besar seperti Indonesia yang jumlah penduduknya jutaan jiwa tak mampu bersaing dengan Negara Negara yang jumlahnya ½, 1/3, ¼, bahkan jauh lebih kecil lagi dari jumlah penduduk Indonesia itu mampu bersaing dengan Negara Negara maju di Eropa, mungkin ada yang berpendapat bahwa indonesia tidak akan maju karena jumlah wilayahnya yang luas dan jumlah penduduknya yang banyak, ini terbantah oleh sebuah Negara di bumi asia yang telah melihatkan kehebatannya, yaitu RRC ( Republik rakyat Cina ) , Negara yang jumlah wilayah negaranya sangat luar dan jumlah penduduk nomer 1 terbanyak didunia, namun mereka mampu menjadi Negara yang memiliki kualitas SDM( Sumber daya manusia ) yang berdaya guna dan Negara yang di Kagumi oleh Negara Negara Maju semisal Prancis, Inggris dan Amerika. Timbul pertanyaan lanjutan, bahwa siapa yang harus bertanggung jawab dan siapa yang harus disalahkan atas apa yang terjadi di Negara ini ??.

        Ini adalah Ungkapan Pengantar Harapan, Kita boleh pesimis dengan pemerintah. Tapi jangan pernah pesimis dengan bangsa ini. Kita, bersama, bisa membawa Bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Mulai dari diri kita. Mulai dari optimism, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil yang bisa kita lakukan dan mulai dari sekarang (^_^)

Ada Harapan penjembatan Impian

Jakarta,9/6/2012, NFEC ( National Future Educators Conference ) yang disponsori dan diselengarakan oleh “SAMPOERNA Foundastion” yang berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 9 dan  10 Juni 2012 di Mulai Bisnis Park, Merupakan sebuah agenda yang membuka sebuah harapan yang menjembatani impian impian pemuda untuk berkarya, sama sama bekerja membuat aksi nyata dalam kegiatan pendidikan yang merupakan sebuah wadah untuk para generasi muda yang memiliki hati di dunia pendidikan untuk berkumpul, berbagi, menginspirasi serta membangun jaringan dalam upaya memajukan bangsa lewat aksi pendidikan.

Dengan materi dan pemateri yang sangat luar biasa, yang bertemakan “Inspiring Youth: Reshaping the Nation’s Future through Education”. saya percaya pendidikan mampu memperbaharui masa depan bangsa Indonesia dari apa yang dipandang orang banyak saat ini. Bukan hanya tambahan pengetahuan dalam bidang pendidikan saja yang akan  dibagi di acara ini, namun juga keterampilan dan jaringan pendidik muda yang tentu akan sangat bermanfaat. Rangkaian kegiatan NFEC ini terdiri dari parallel session, plenary session, workshop, diskusi kelompok dan malam keakraban sepertinya membius peserta dalam zona nyaman kekeluargaan.

       “Gila, Keren banget kali ya kalau Pemuda pemuda seluruh Indonesia punya Visi dan impian yang sama untuk membangun Indonesia". Ungkap salah satu peserta NFEC.
Namun sayangnya tidak semua tiap pemuda punya impian itu, tapi yakinlah, masih ada harapan untuk membangkitkan Indonesia, mungkin ini hanya agenda bisa menurut segolong orang yang mulai apatis terhadap keadaan bangsa tapi disinilah say melihat adanya harapan baru untuk menjembatani impian impian Nusantara yang tertunda.

Salam Pendidikan Indonesia


          Salam dan pesan saya Untuk kalian para Pemuda yang hatinya terpanggil untuk pendidikan Indonesia..
NFEC..
Nanti ketika kita sudah berada di wilayah masing – masing.
Fokus terhadap apa yang menjadi komitmen kalian disini.
Entah seberapa besar ujian yang akan kita dapatkan, tapi yakinlah ketika kita percaya akan kekuatan mimpi untuk membangun Indonesia melalui pendidikan pasti Allah akan memberikan jalan terang bagi kita para pejuang pendidikan.
Catatlah perjuangan yang kalian ukir untuk setiap setiap hal hal yang kalian sudah lakukan, karena suatu saat kalian pasti akan rindu masa masa itu dan itu adalah sejaranh nyata yang mampu menginspirasi, membuat pencana mimpi tak sebatas wacana dan hal yang telah kalian buktikan dengan aksi nyata.

        Marti Kita buat komitmen bersama, bahwa kita adalah generasi baru, yang akan membangun sebuah bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat, mampu mempersatukan Indonesia, melindungi hak-hak individu, berdiri di atas semua golongan, serta memuliakan manusia-manusia yang menjadi Cinta dan Bangga terhadap bangsanya, Melalui pendidikanlah kita berkarya, kita membuat rencana, melaksanakan aksi nyata, sehingga Kisah ini akan terukir dalam sejarah perjuangan hidup kita…!!(Dinz)

Jakarta
9 juni 2012
Ahmad Khairudin

Ratusan butir kata hari ini ku dengar dari pemuda pemuda penjuru Nusantara 
Sebagian menjadi seberkas cahaya, diantara alunan nada Pesimis Niat yang ada
Namun kalian hadir dengan semangat mempesona
Membuka harapan…
Menjembatani Impian para pemuda pemuda yang berjuang dibatas kebimbangan

Salam Pemuda Indonesia, Salam Pendidikan Indonesia ,  

NFEC 2012
Muda…..,Mendidik,…..Membangun bangsa. . . . !!!!!!!!

Minggu, 03 Juni 2012

Next Trip - NFEC 2012




Mungkin Kalian Lelah


Hidup tak selamanya seindah yang kita harapkan. Malah bisa jadi, sering bertentangan dengan harapan kita.  Tak jarang  kehidupan membawa kita kepada kegelapan, kegelisahan, ketakutan dan penuh perasaan terancam. Perasaan mengalahkan pikiran, hingga pikiran pun buntu jadinya.
Seburuk apapun yang terjadi, hidup harus dijalani dan dilanjutkan. Sebenarnya datangnya ketidaksesuaian kejadian yang kita alami bukanlah sesuatu yang tidak baik. Mungkin belum terpahami saja maksud disetiap peristiwa yang kita alami.

Saat logika tak mampu lagi untuk menjelaskan dan menemukan jalan keluar, percayakan pada hati kecil kita. Bahkan seharusnyalah kita lebih peka dan mendahulukan suara hati sebelum berpikir. Pikiran itu terbatas, sedangkan hati menghubungkan dengan yang tak terbatas.

Pantaslah, hati yang jernih adalah pembawa cahaya  bagi kehidupan. Terlebih di saat keadaan serba gelap, tak jelas kemana arah untuk melangkah. Melaluinya, pertolongan Allah dibisikkan.
Kerugian besarlah mereka yang mengotori hatinya dengan perbuatan tercela. Mereka memadamkan cahaya yang menerangi jalan-jalan kehidupan yang mereka lewati hingga tersesatlah ia. Lalu menyalahkan keadaan yang menurutnya, telah menelantarkannya. Padahal, ia sendiri mendatangkan  bencana.

Saya tahu, saya Paham...Mungkin Kalian Lelah
Tapi, itu yang menjadikan Langkah ini menjadi berwarna
Mungkin Kalian Lelah
tak apa, biarkan Jiwa dan raga Berhenti sejenak untuk segenap memenuhi hak haknya 
Mungkin Kalian Lelah
Tapi, yakinlah Istirahat disurgaNya itu Lebih Indah
Saat pikiran tak mampu berpikir, dengarkan suara hatimu.
Dengarkan Bisikan Nurani memanggil

Wahai Rabbku, hati Kami ini milikMu. Bimbinglah Kami agar bisa menjaganya tetap jernih. Hingga bisa mendengar bisikanMu, disetiap langkah Pejuangan kami.

Ya Allah,Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,telah berjumpa dalam taat padaMu,telah bersatu dalam dakwah padaMu,telah berpadu dalam membela syari’atMu.Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan keindahan bertawakkal kepadaMu.Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.


Mungkin Kalian lelah, tapi Semoga Kalian tetap Istiqomah...!!!


Ciawi,Jawa Barat
2 Juni 2012
Ahmad Khairudin(^_^)