Pemuda Berkata : “Saatnya Hati tergetar dan tersadar akan kekayaan yang terabaikan”

Posted by Ahmad Khairudin on 08.58 with No comments

Sumber Gambar : Google/raja ampat

yap, setelah sekian lama vakum didunia penulisan, akhirnya bisa nulis lagi...:D
tapi jadi aneh rasanya dengan tulisan sendiri...
setelah dari FIM 12 alhamdulillah, mimpi menjejakan kaki di bumi indonesia belahan lain akhirnya mulai terbuka jalannya :D, deadline tanggal 10 mei ini, tulisan mengenai bahari indonesia... bukan bidang saya memang namun saya selain pengamat langit, pencinta hujan dan penikmat senja saya juga seorang yang sangat mengagumi ciptaan Allah yang satu ini.. keindahan bahari :D

dengan berTEMAkan : Dari Pemuda membangun semangat kebaharian menuju kejayaan bangsa
Kongres Bahari, saya pun mencoba membuat tulisan yang berjudul :

Pemuda Berkata :
 “Saatnya Hati tergetar dan tersadar akan kekayaan yang terabaikan”  

Harusnya kita melihat realita, siapa yang meragukan negara Indonesia, negara kepulauan yang indah yang memanjakan mata jika melihat hamparan pulau pulau yang di terbentang di perairan Indonesia bila kita melihatnya dari  pesawat terbang saat melintas bumi nusantara. Indonesia adalah negara kepulauan yang besar dan penting. Sebagai negara kepulauan, maka jelas Negara Indonesia memiliki wilayah daratan dan lautan (perairan). Wilayah perairan Indonesia berada diantara dan sekitar pulau-pulaunya, dengan luas kurang lebih 5.193.250 km2 terletak pada posisi silang antara dua benua, Asia dan Australia, dan antara dua samudra Hindia dan Pasifik.

            Namun entah siapa yang disalahkan, banyak kekurangpeduliannya beberapa pihak yang harusnya serius menangani hal ini, karena banyak daerah – daerah perairan diindonesia yang belum dimaksimalkan pemanfaatannya, baik dari segi keindahan alam yang dapat dijadikan objek wisata, untuk budidaya penyu dan ikan –ikan atau hal lain yang memanfaatkannya dengan optimal. Faktanya adalah kita hidup diperairan yang sangat luas dan kaya namun masih saja ada ikan ikan yang diimpor ke indonesia, ini sebuah kenyataan yang sungguh ironi, harusnya dengan kekayaan luas perairan yang dimiliki bisa menjadi sebauh kekuatan besar indonesia untuk menunjukan jati dirinya sebagai negara kepulauan terbesar dengan kekuatan alam baharinya.

Kembali menengok sejarah, Sebelum tahun 1957 dalam menentukan luas perairan Indonesia berpatokan pada Territoriale Zee en Marietieme Kringen Ordonantie (Staatblad tahun 1939 No.442). Dalam ketentuan Territoriale Zee en Marietieme Kringen Ordonantie (TZMKO) tahun 1939 itu memuat 4 kelompok mengenai perairan Indonesia. Pertama, apa yang disebut dengan “de Nederlandsch Indische territoriale zee” (Laut Teritorial Indonesia). Kedua, apa yang disebut dengan “Het Nederlandsch-indische Zeege bied”, yaitu Perairan Teritorial Hindia Belanda, termasuk bagian laut territorial yang terletak pada bagian sisi darat laut pantai, daerah liar dari telu-teluk, ceruk-ceruk laut, muara-muara sungai dan terusan. Ketiga, apa yang dinamakan “de Nederlandsch-Indische Binnen Landsche wateren” yaitu semua perairan yang terletak pada sisi darat laut territorial Indonesia termasuk sungai-sungai, terusan-terusan dan danau-danau, dan rawa-rawa Indoneasia. Keempat, apa yang dinamakan dengan “de Nederlandsch-Indische Wateren “, yaitu laut territorial termasuk perairan pedalaman Indonesia.[1]

Jadi jelas bagaimana hebatnya kekayaan alam bahari bumi nusantara, namun tetap faktanya lebih menyakitkan dari keindahan yang seharusnya bisa kita rasakan dan bisa membangun kesejahteraan rakyat disekitar. Mulai dari yang Nampak, mulai dari kesadaran bersama pentingnya meningkatkan kekayaan alam yang negara kita miliki pengoptimalan bahari nusantara juga bukan hal mudah, untuk itu dibutuhkan pendidikan penyadaran. Disinilah kita bisa menaruh harapan, dalam dunia pendidikan dan penyadaran masyarakat akan pentingnya pengoptimalan bahari Indonesia.

Disinilah kita bisa menaruh harapan
Bung karno pernah menyampaikan dalam pidatonya, beri aku 10 orang pemuda maka akan aku goncangkan dunia, pasti jika 10 pemuda ini adalah pemuda pemuda yang semangat memperbaiki indonesia lebih baik lagi menuju kebangkitan pembangunan negara berkembang menjadi negara maju, disini ada sebuah harapan yang muncul ketika peara pemuda mulai tersadar bahwa negara kita bisa bangkit dari segi kekayaan bahari, namun untuk mencapai pemahaman itu butuh waktu dan tidaklah mudah, dan untuk membuat masyarakat tersadar dan bisa memiliki visi yang sama tentang pengembangan dan pengoptimalan bahari nusantara di mentri pendidikan dan kebudayaan harus membuat pengembangan Kurikulum yang dibuat sesuai dengan kemampuan potensial yang dapat dikembangkan dibidang nya menurut kearifan lokal yang dapat mengembangkan kesadaran dan mensejahterakan masyarakat di wilayah pesisir dan perairan indonesia.

            Jika terlahir kesadaran bersama akan sangat mudah untuk menyamakan visi dan misi untuk kemajuan pengoptimalan Bahari Nusantara, dan yakinlah setiap pemuda akan berkata : “Saatnya Hati tergetar dan tersadar akan kekayaan yang terabaikan”, yang membuat mereka termotivasi untuk bersama membangun indonesia.

[1] Lebih jauh periksa Pasal 1, Territoriale Zee en Marietieme Kringen Ordonantie (Staatblad tahun 1939 No.442)
dikutip dari WEB : http://boyyendratamin.blogspot.com/2011/08/sekilas-wilayah-perairan-indonesia.html


#FIM12

Nama               : AHMAD KHAIRUDIN
Kampus           : Universitas Negeri Jakata
Web                 : Ahmadkhairudin5.blogspot.com
No. Hp             : 08999******
FB/Twitter      : Ahmad Khairudin/@dinz5
Reaksi:
Categories: