Minggu, 15 April 2012

Hari ini belajar karakter . . . ^^b

Jakarta, 15 April 2012
bertempat di Museum Nasional jakarta, dalam sebuah agenda yang diadakan sebuah UKM Kelompok sosial pencinta Anak atau yang biasa dikenal KSPA TK keliling UNJ dalam acara Seminar dan Workshop Nasional Latihan Mitra Muda Kependidikan Anak (LMMKA) bertemakan "Membangun Pendidikan Karakter anak berwawasan budaya Indonesia "

mengikuti seminar Pendidikan Karakter pada anak Usia dini berbasis budaya yang disampaikan oleh Dra. evita Adnan, M,Psi

dalam agenda seminar dan workshop satu hari ini saya juga mendapatkan materi tentang dasar pembuatan alat permainan oleh Dr. Anggani Sudono MA.

Hebat untuk hari ini.... ^^

Selain itu, ada juga workshop pembuatan media pembelajaran menggunakan kain flanel dan kardus..
ada sebuah keajaiban disini... entah kelompok saya menang, padahal karya kelompok kami bukan yang terbaik karena masih banyak kelompok lain yang karyanya lebih hebat..
namun juri mengatakan semua peserta memang baik, tapi saya melihat team yang bekerja bukan hasil karya individu...
dari situ saya belajar bahwa kerja sama adalah termasuk ciri dari karakter ...

dibawah ini ada beberapa foto - foto yang sempat diabadikan... ^^


ini hasil karya kami .....


Kelompok 13


4

Saat pemberiaan hadiah dengan ekspresi yang masih ga percaya ...



ya pokoknya hebat untuk hari ini...
^^

Rabu, 11 April 2012

sebuah ungkapan syukur " Road To FIM 12 "

       Melihat dengan Hati...Impian itu adalah proses menuju masa depan
       menguatkan diri dengan janji.. meneguhkan hati dengan manhaj dakwah dalam Hati....
       Ku tau semua tak mudah, saya hanya takut bergerak terlalu lambat ketika dunia ini membutuhan perubahan yang cepat, dan dari kehidupanlah saya belajar untuk kehidupan..."Ahmad Khairudin"


        Alhamdulillah.... Syukur adalah kata yang saya ucapkan untuk hari ini...
sebuah kabar baik.... saya terpilih di sebuah agenda kepemudaan FIM... Forum indonesia Muda...
wah padahal saya cukup pesimis awalnya karena saingan untuk mengikuti Pelatihan ini adalah pemuda-pemuda hebat dari seluruh penjuru Indonesia, dari tiap universitas terkenal di Indonesia dari ujung sumatra hingga ujung pulau papua...

        Mungkin bagi orang ini biasa, namun menurut saya ini adalah hal yang istimewa dan kesempatan langka..Alhamdulillah teima kasih untuk Allah yang tiap saat jiwa ini ada dalam gengamannya, yang membuat saya mampu hidup dan banyak belajar dari kehidupan..
Terima kasih kepada Keluargaku yang menjadi motivasi terbesar dalam hidup saya, ibu yang senyumannya selalu menghilangkan lelahnya hati dari berbagai kesibukan, ayah saya yang candaannya menegarkan keyakinan, 2 kakak kandung perempuan dan adik laki-laki saya yang selalu menemani saya dalam padatnya kesibukan, Thanks to organisasi - organisasi internal kampus yang banyak mendidik saya hingga saya bisa berdiri dengan penuh keyakinan hingga mampu menjadi mandiri. Nuraniku UNJ sebuah lembaga Pere media Islam Kampus UNJ yang mengajarkan kekuatan keharmonisan dan Tim yang kuat berbalut kekeluargaan, FSI AL Biruni FT UNJ, sebuah forum studi islam di fakultas Teknik yang mengenalkan saya kepada tarbiyah dan mengajarkan saya makna khidupan, Education watch sebuah forum pencinta pendidikan yang selalu bermimpi besar untuk mengubah pendidikan di negara ini, yang mengajarkan saya akan pentingnya pendidikan dan HMJ TE,BEM FT serta rekan-rekan Teknik Elektronika NR 2009 UNJ, yang merupakan rekan seperjuangan selama belajar di kampus pendidikan. terima kasih untuk setiap orang yang saya kenal karena saya yakin ketika saya mengenal kalian berarti ada sebuah tanda dari Allah bahwa ada maksud lain disana agar saya mampu belajar dari kalain semua ... Thanks To All.. (^_^)


apa sih FIM itu...
buat yang belum tau..


FIM (Forum Indonesia Muda) adalah sebuah forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi maupun organisasi kepemudaan di Indonesia, dari Aceh sampai Papua, bahkan yang sedang berada di luar negeri.
FIM dibentuk untuk menjadi sarana peningkatan kompetensi pemuda dan mahasiswa dalam rangka mempersiapkan pemimpin masa depan dan wahana silaturahmi antarpemuda dari berbagai latar belakang.
Visi
  1. Hadirnya para pemimpin bangsa yang memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme tinggi, berakhlak mulia,  sehat dan cerdas paripurna, baik secara fisik, rohani, spiritual, maupun  intelektual.
  2. Terwujudnya Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Misi
  1. Pembinaan pemuda dan mahasiswa untuk diarahkan kepada gagasan jiwa mandiri (entrepreneurship) dan collective leadership
  2. Meningkatkan pemahaman akan pentingnya arti kompetensi bagi generasi muda yang berbasis pada soft skill (7 pilar dasar kepemimpinan)  dan hard skill ( teknologi dan profesionalisme)
  3. Menyatukandan mengoptimalkan berbagai potensi pemuda dan mahasiswa dalam forum silaturahim dengan latar belakang berbeda-beda.
  4. Membuhul solidaritas sosial untuk saling menguatkan antar sesama saudara sebangsa dan setanah air

(^_^) Itu singkat mengenai FIM...selengkapnya bisa dilihat disini
inilah yang membuat saya bersyukur hari ini....
Pengumuman FIM....



 ada juga rekan saya dari UNJ, tapi sayangnya saya tidak kenal dengan beliau..

        yang menjadi kekaguman saya disini adalah dari 1640 Peserta hanya terpilih 124 peserta, dan saya walaupun tak bermodalkan apa-apa dan hanya seorang mahasiswa biasa, maka dari itu saya sangat bersyukur sekali...

Semoga ditempat ini saya bisa belajar banyak dari orang-orang hebat nantinya yang saya temui disana... Amin
Road To FIM
Forum Indonesia Muda....

sebuah ungkapan syukur " Road To FIM 12 "

Sabtu, 07 April 2012

#Ayo Belajar H - 14 Road To UN SMP


Jika kalian pernah main game, baik di komputer, Play Station, HP, atau apapun, SELALU dimulai dari level pertama yang MUDAH dan level sedikit demi sedikit meningkat tingkat kesulitannya ....
Keberhasilan pada level awal .... membuat Anda suka .... kesulitan pada tahap berikutnya membuat Anda tertantang ... dan pada level2 tingkat lanjut Anda sudah kecanduan, sehingga susah untuk berhenti sebelum TUNTAS...


#Ayo Belajar H - 14 Road To UN SMP


Tips nya :

1. PRACTISE MAKE PERFECT .... Berlatih Menjadikan Sempurna ....
Ujian NaSIONAl .... sebenarnya “relatif” mudah dihadapi SEBAB : Hanya menguji aspek “KOGNITIF” atau Pengetahuan saja .... yang dikemas dalam bentuk soal .... Jadi ibarat kita bepergian sudah jelas ... arah tujuannya .... !!

Jadi : CARA TERBAIK MENYIAPKAN UNAS ADALAH DENGAN BANYAK2 “LATIHAN SOAL” kemudian dievaluasi .... dan diperbaiki kekurangnnya .....

2. Kurangi game dan FB, atur waktu dengan baik..
gunakan waktu untuk berdo'a, belajar dan istirahat saja..

3.Berserah diri ....
bukan berarti membuat anak menjadi APATIS ... itu salah besar .... dengan berserah diri .... kalian malah semakin cerdas .... lha kok bisa ....

Coba perhatikan apa yang terjadi pada kebanyakan anak2 menjelang UN .... mereka menjadi sangat SIBUK .... HABIS waktu mereka UNTUK : WAS-WAS, KHAWATIR, TAKUT, STRESS, BINGUNG, GALAU, ... and so on ...

Apakah itu MEMBANTU .... ?

Sama sekali TIDAK .. bahkan sebaliknya ... MENGGANGGU ...

SOLUSI nya adalah : BANYAK2 BERTWAKAL SETELAH BERUSAHA SEBISANYA, BERDOA, MEYAKINI BAHWA : TUGAS KITA HANYA BERUSAHA, HASIL AKHIR ALLAH YANG MENENTUKAN ....

Maka .... Hambatan emosional itu pun berkurang ... bahkan habis ... Saya yakin kalian bisa mempersiapkan dan menghadapi UNAS .... dengan KEMAMPAUN TERBAIKNYA ....

WALLAHUA’LAM ....

^^
Semoga Bermanfaat...!!
 


Muhasabah : Ketika hati ini Sulitnya Melupakan  

Betapa sulit melupakan seseorang yang pernah mengisi hati. Siapapun mungkin pernah mengalaminya, kerana perasaan seperti ini banyak yang merasakannya. Bukan hal yang tabu ketika kalian membicarakannya agar bisa mengolah rasa itu menjadi rasa yang tidak menimbulkan kegetiran dalam menjalankan hidup.

Rasa cinta memang fitrah, tapi keadaanlah yang merubah fitrah itu... menjadi sebuah fitnah. Keinginan untuk dicintai dan mencintai menjadi tombak seseorang untuk merasakan cinta yang belum halal.

Melupakan orang yang pernah di cintai memang bukan perkara mudah, bukan hanya orang yang melaksanakan ‘pacaran’ saja yang pernah merasakan hal ini.

Tapi bagi orang yang tak pernah merasakan pacaran bahkan tak pernah mengungkapkan isi hatinya pun merasakan hal ini. Ini lah bukti bahwa cinta yang fitrah bisa menjadi fitnah yang nyata bila tak diolah dengan bijak.

Sadarilah bahwa kalian sedang melangkah untuk menjadi lebih baik. Sudah seharusnya ketika si ‘dia’ tak bisa di miliki, dia sudah menjadi bagian masa lalu mu. Kalo memang sulit untuk melupakannya, tak perlulah tiba-tiba harus dilupakan. Tapi biarlah si dia menjadi pengingat mu bahwa masih ada cinta sejati yang menunggumu didepan, karna kalian bukan menanti masa lalu.

Si dia dengan kehidupannya dan antum dengan kehidupanmu, ini lah yang harus di tekankan dalam perjalanan hidupmu. Toh ketika antum berusaha keras melupakan si dia, dia justru sedang asyik melenggang tanpa memikirkanmu.

Lantas siapa yang merugi kalau seperti ini.Rasa sakit karna ternyata dia gak memilihmu untuk menjadi pemberhentian terakhir , bukan berarti menjadikanmu lupa bahwa ALLAH selalu ada disampingmu.

Apalagi bagi yang ingin melupakan si dia karna pernah melegalkan aktivitas pacaran. Justru ALLAH sangat sayang padamu, Dia bebaskan antum dari aktivitas maksiat.

Harusnya kalian bangga dan senang ALLAH masih perhatian padamu. Kalian dituntun untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, dengan cinta yang diberikanNya.

Dari sinilah antum harus bersadar diri, bahwa melupakan mantan kekasih yang tak pernah halal bagimu adalah sebuah kebangkitan. Bangkit dari keterpurukan maksiat yang pernah kamu lakukan dan bangkit untuk memperjuangkan agama ALLAH.


Anggaplah cinta pada mantan kekasihmu yang masih tersimpan sampai saat ini adalah bagian dari pengingatmu akan masa lalu, agar kalian tak pernah mengulanginya lagi. Sungguh merugilah bagi orang yang dituntun menjadi lebih baik, namun dia kembali mengikuti alur masa lalunya.

Sedangkan bagi yang tak pernah pacaran, tapi pernah merasakan jatuh cinta yang sangat pada si dia. Namun dia tak menambatkan hatinya padamu, dan memilih menambatkan hatinya pada orang lain, antum mungkin merasakan sakit yang lebih dahsyat, karna tak pernah mengungkapkan rasa cintamu. Disebabkan ingin menjaga hati dan izzah mu juga dia.

Masalah hati ini memang tak bisa dipecahkan secara rasional, karna sekali lagi ini masalah perasaan yang hanya antum lah yang tahu seberapa besar dan seberapa dahsyat.

Namun harus ada keberanian yang kuat untuk melupakannya, sangat disayangkan penjagaanmu terhadap izzah harus tercoreng karna cinta yang tak pernah dihalalkan. Ibarat minum obat, kamu harus berani minum obat yang pahit sekalipun agar kamu segera sembuh dari sakitmu.

Yang perlu antum selalu ingat dan tekankan pada hatimu adalah kelak akan ada orang yang lebih berhak untuk mendapat cinta sejatimu dari pada orang yang sekarang ini tak mampu di lupakan.


Tak mungkin juga antum akan lebih mencintai si dia yang tak halal bagimu daripada orang yang telah halal bagimu, hal ini harus segera ditegaskan dalam hatimu. Bahwa kelak ada orang yang patut kamu cintai
,,,jodohmu yang HALAL ♥ ♥


Sumber : 
•.Sebelum Engkau Halal BagiKu.• 

Selasa, 03 April 2012

‘RUU PT Sebuah Ruh Undang-undang BHP yang diperindah’



Dulu saya menjual sebotol minuman. Yang kalau diminum oleh manusia maka tubuhnya akan rusak. Tapi kemasannya kurang cantik sehingga banyak yang tahu kalau itu racun..

Sekarang saya menjual minuman itu lagi. Dan kemasannya saya percantik, ditambahi pita sebagai aksesori, diberi pewarna minuman agar menarik, dan diberi bonus permen..

Minuman yang dulu itu UU BHP
Yang sekarang itu RUU Pendidikan Tinggi

RUU DIKTI = Racun yang tampak cantik
(Hafiz farihi, Pendidikan Matematika UNJ’07)


sebuah ungkapan yang menggambarkan apa itu RUU perguruan tinggi 



Mengawali, mengawasi serta mendiskusikan Rancangan Undang-undang Perguruan tinggi atau yang biasa kita kenal dengan singkatan RUU PT dari bulan November 2011 hingga bulan ke tiga tahun 2012, bukan waktu yang singat untuk mengkaji masalah kebijakan pendidikan yang isunya akan disahkan tahun ini. Bukan hanya kampus kami yang menolak draf RUU PT ini jika disahkan, BEM ITB,UI,UGM,UNJ serta kampus lain pun menolak disahkannya RUU PT ini, karena banyak pasal bermasalah dan nantinya bukannya memperbaiki mutu pendidikan malah akan memperkeruh arah tujuan pendidikan nasional Negara Indonesia, karena RUU PT adalah sebuah ruh Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang diperindah.

Jakarta,(2/4/2012) aula perpustakaan kampus A UNJ menjadi saksi bisu adanya sebuah pencerdasan mengenai draf RUU Perguruan Tinggi ini, dengan acara Diskusi Publik yang diselengarakan oleh Departemen Pendidikan BEM UNJ dan Education Watch UNJ dihadiri oleh sekitar 130 mahasiswa dengan 3 Narasumber yang sudah tidak asing dalam dunia pendidikan, pemateri pertama seorang Guru Besar UNJ, Prof. Soedijarto, yang kedua Ibu Hartini Nara, M.Si dan yang terakhir adalah aktivis pusat studi hokum dan kebijakan yang sering disapa dengan sebutan akrab Bang Fajri Nursyamsi, dengan Tag line “ RUU Perguruan Tinggi SOLUSI atau MASALAH ?”,  rekan-rekan Departemen pendidikan mencoba mengajak peserta diskusi aktif memikirkan bersama apakah dan bagaimanakah kejelasan akan RUU Perguruan Tinggi, apakah ini solusi atau ini adalah masalah untuk pendidikan diindonesia.



Pandangan dan pengamatan 3 Pemateri Diskusi Publik

Mulai dari riset yang tak didukung,Mahasiswa sebagai penggerak pembanguna,amanat alinea di UUD ’45 hingga sebuah Tag Line “ What Wrong in Indonesia ??”

            Memang tidak salah ketika mengundang seseorang pakar dan ahli dalam mengkaji sebuah Isu pendidikan, bahasa yang ringan, mendalam dan mudah dipahami mengenai segala aspek yang di rincikan dari masalah kecil yang ada hingga masalah yang cukup berat, dari masalah riset ilmiah mahasiswa hingga fungsi lain mahasiswa sebagai penggerak pembangunan ditiap daerah dengan aplikasi dari tri darma perguruan tinggi serta menyangkutpautkan dengan amanat yang terkandung dalam Pembukaan UUD ’45 alinea ke 4.

“Di Negara kita riset tidak didukung, padahal itu untuk perkembangan ilmu pendidikan, bagaimana keadaan Lab-lab yang ada di kampus kita, padahal di German pendidikan mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi itu biayanya gratis, jika melihat latar belakang lahirnya pergurauan tinggi di tiap daerah di indonesia dari UU No 22 Tahun 1961 mengenai perguruan tinggi, dimana ada sebuah inti pokok adanya perguruan tinggi yang menjalankan fungsinya melaksanakan tri darma perguruan tinggi, Kemudian pembukaan alinea ke 4 tentang tujuan tujuan pemerintah dan Negara untuk mencerdasakan kehidupan bangsa. Yang baru saja kita sama-sama tau Isu tentang naiknya BBM kenapa harus ada BLT, itu hanya akan membuat rakyat manja dan nilainya pun tidak seberapa ? mengapa ada subsidi untuk bahan bakar mengapa supsidi itu tidak dialokasikan saja untuk dana pendidikan, itulah mengapa saya katakana ‘What’s Wrong in Indonesia ?’, ya faktanya  selama ini pemerintah kita hanya membangun dan menstabilkan ekonomi yang ada bukan membangun kehidupan bangsa. Dan jelas intinya saya menolak adanya RUU Perguruan Tinggi ini karena ini adalah kemasan baru dari UU BHP”.Ujar Prof. Soedijarto dalam diskusi ini.

Saya bangga ketika ada acara diskusi seperti ini, ada banyak mahasiswa yang perduli dan hadir untuk sama-sama mengkaji RUU Perguruan Tinggi ini, karena beginilah harusnya mahasiswa, menjadi stakeholder yang paling mengkritisi kebijakan yang ada, mengapa RUU ini menjadi masalah yang diperdebatkan. Sebelum saya mulai, kita menyamakan suhu dulu, saya menegaskan dengan jelas bahwa saya menolak RUU Perguruan Tinggi. “ujar bang fajri dengan semangatnya”.

Beliau menyampaikan adanya 3 point masalah penting yang ada di balik RUU PT ini, mulai dari aspek formal, kekosongan hukum dan substansi moral. yang dijabarkan dalam pemaparan tinjauan latar belakang RUU Perguruan Tinggi melalui sudut pandang penyimpangan Undang-undang yang ada dan kebijakan hukum yang ada.

Ketika berbicara mengenai pendidikan, tentu kita akan ingat dengan UUD pasal 31 mengenai pendidikan, yang di ayat satu berbunyi “setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan” ketika berbicara mengenai hak pasti akan selalu bersinggungan dengan kewajiban, jadi jika pendidikan adalah hak yang harus didapatkan oleh warga negara, tugas pemerintahlah memfasilitasi dan memenuhi kewajiban yang ada. Dalam RUU perguruan tinggi banyak pasal bermasalah yang intinya adalah neo liberalisasi dalam dunia pendidikan, komersialisasi pendidikan,serta kapitalisasi dalam dunia pendidikan tinggi, ada pasal yang mengartikan bahwa pemerintah ingin melepas diri dari pembiayaan kegiatan akademik di perguruan tinggi yang di perhalus bahasanya menjadi otonomi, sambung Ibu Hartini Nara sebelum mengakhiri diskusi publik ini.

Pertanyaan retorik yang terpendam

            Ada sebuah pertanyaan mendasar mengenai system pendidikan di Indonesia yang selalu menggangu pikiran saya atau mungkin menggangu pikiran para aktivis pendidikan lainnya, entah apa yang dipikirkan pakar pendidikan  mengenai pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia mulai dari UN yang selalu Pro kontra, masalah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan Sekolah Bertaraf Internasional(RSBI dan SBI) kemudian ditambah masalah beban kurikulum yang ada. Sedikit mempertanyakan apakah mereka yang membuat kebijakan pendidikan itu mengerti serta paham tentang pendidikan yang terkadang hal ini membuat saya ragu apakah mereka berpendidikan??

RUU Pergurauan Tinggi Sebuah Ruh Undang-undang BHP yang diperindah itu mungkin ungkapan kuat yang menjadikan kita sama-sama menolak disahkannya RUU Perguruan tinggi (dinz)