Sabtu, 31 Desember 2011

Thanks to Nuraniku. .


Dari sini aku belajar.. dari tempat ini aku mengerti kehidupan dan memilih jalan sebagai pejuang pena

“ Disinilah aku belajar merangkai kata
Disinilah aku belajar mengungkapkan makna lewat sebuah tulisan sederhana
Disinilah aku belajar menggunakan pena
Dan Disinilah aku dibesarkan menjadi seorang pejuang pena “

    Pertama ku kenal tempat ini, dalam hati kuazzamkan niatku hanya untuk belajar, ya sekedar belajar, bagaimana menulis bagaimana menjadi seorang jurnalis dan bagaimana mengungkapkan setiap hal yang terpendam dengan sebuah goresan pena.

Ada sebuah kelebihan yang membuatku berdiri ditempat ini, kekuatan yang saya rasa sangat bermanfaat, yaitu kekuatan kata ! mungkin ketika seseorang ingin menyampaikan sebuah aspirasinya terhadap seseorang.  jika orang itu harus teriak-teriak , demo dan harus mengeluarkan banyak tenaga, itu pun belum tentu apa yang kita sampaikan itu mau didengar, namun sangat jauh berbeda jika seseorang yang hanya menuliskan sebuah aspirasi lewat kata, setidaknya akan dibaca. Perjuangan yang sama namun caranya berbeda dan lebih bisa & bebas menyampaikan asprasi lebih dalam lewat rangkaian kata.

 Tag line “ Sentuhan jiwa penuh makna “, inilah yang mendasari tulisan setiap yang akan di terbitkan, inilah manfaat lain dari seorang pejuang pena, Nuraniku membuat saya banyak belajar dan belajar banyak arti kehidupan.


“ Ingin ku pejamkan mata, Menghembuskan nafas, kemudian pergi . . .
Tapi berat langkah tuk meninggaLkan masa amanah ini ...
Aku tLah jatuh cinta padanya...
Aku sLalu merindukannya...
Tak bosan ku menjadi pejuang yang taat dalam barisan ...

tak ingin ku mengakhirinya
Dia penentram hati,
Penenang jiwa,
Pelipur lara,

Indahnya ketika senyum itu menguatkan ukuwah yang ada
Hati ini terasa bergetar hebat...
derai mata air terpancar dari mata,hati ini tak ingin mengakhiri. . .
ya..mungkin inilah cinta karena Allah..dalam langkah perjuangan dakwah

Dengan bagian luar yg sederhana...
Dia sangat berarti..
Ini adalah petunjuk & jalan hidup...
Sahabat Untuk dunia dan akhirat...”

Aku merasa bahagia bisa mengenal tempat ini, walau taka da yang banyak kuperbuat, walau hanya sedikit karya yang kuciptakan, tapi aku bisa banyak belajar merekam langkah – langkah jejak perjuangan.

“ Orang-orang yang paling berbahagia pun tidak selalu memiliki hal-hal yang terbaik dalam hidupnya, tapi mereka senantiasa menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya ”


Thanks to Nuraniku. . Terima kasih kakak - kakak & rekan - rekan yang ada di dalam barisan pejuang pena ini..


Selasa, 27 Desember 2011

Cibuyutan Story


                                                                                                                                                              Ditulis oleh : Ahmad Khairudin*
Jakarta (Jum’at, 23/11/ 2011)
            Mendungnya langit tak membuatku takut, sambaran petir yang kilauannya menyilaukan mata tak membuatku berfikir ulang harus mengikuti sebuah acara kampus, bernamakan wisata hati, ini menurutku penggalaman berharga, sebuah perjalanan panjang yang akan membawa aku dalam lamunan panjang akan pentingnya sebuah perjuangan, aku tau ini nantinya akan sulit tapi aku percaya hal ini yang akan membawa aku berfiir ulang dalam setiap kegelisahan, inilah perjalanan, inilah perjuangan dan inilah pengorbanan, wisata hati sebuah peguatan untuk aku dan rekan – rekan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta mengabdikan diri untuk sebuah desa terpencil diatas gunung yang bernama cibuyutan.
            Saat breafing di mulai pukul 17.00 wib sebelum keberangkatan , namun karena suatu hal saya tak bisa bergabung karena masih di perjalanan menuju kampus hijau, sampai di kampus pukul 08.15 Wib aku langsung bergegas menuju masjid MNI, solat Magrib, setelah shalat magrib tanpa rencana dan diluar yang dirncanakan siraman hujan menemani kami sambil menunggu mobil teronton yang belum datang. setelah shalat magrib kami berkumpul di BAAK, “ Subhanallah, ucapku dalam hati, ternyata banyak juga yang ikut acara ini “, ucapku dalam hati.

Keberangkatan Hingga sampai di tempat Tujuan,
            Memasuki waktu isya, mobil belum datang dan akupun kembali ke masjid Nurul Irfan, setelah shalat selesai akupun kembali berkumpul di BAAK dengan rekan – rekan yang lain. Akhirnya yang kami tunggu datang, sebuah mobil angkatan darat yang biasa membawa tentara dalam bertugas, malam hari waktu menunjukan sekitar pukul 20.30 WIB, aku dan rekan – rekan Mahasiswa UNJ , bergegas naik mobil Tronton, beranjak perlahan meninggalkan kampus tercinta Untuk membuktikan bahwa kami mahasiswa akan tetap terus menjaga dan melaksanakan tugas mahasiswa mengabdikan diri dalam  Tri darma perguruan TInggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.
Perjalanan cukup panjang , hampir 3 jam kami semua berada di mobil besar yang bising itu, sebuah perjalan yang menurutku sudah biasa karena ini bukan pertama kalinya saya menaiki mobil ini. Sesampainya di rumah terdekat waga sebelum akhirnya kita sampai ke desa cibuyutan, Kami bermalam disebuah masjid di kampung karang Mulya, Desa Selawangi Kecamatan Tanjung sari ,Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Masjid Jamie Nurul Huda tepatnya.semua laki  laki tidur di masjid sedangkan perempuan yang ikut telah disediakan dan disambut baik oleh warga sekitar dan menyediakan rumah untuk perempuan yang bermalam untuk istirahat
Desa Selawangi Kecamatan Tanjung sari ,Kabupaten Bogor, Jawa Barat( Sabtu,24/11/2011)
Pagi hari
Suara Beduk pagi biasa menandakan masuknya waktu adzan subuh,udara pagi yang sejuk menyambut, ya seperti sebagimana seharusnya kami shalat berjamaah di masjid dan setelah itu persiapan untuk berangkat pagi menuju desa tempat kami akan mengabdi, Desa Cibuyutan aku datang, suara dalam hati menyemangati gerak langkah ingin cepat sampai di desa itu yang katanya jauh berada di atas gunung,kurang lebih pukul 07.00 kami bergegas breafing bersiap untuk berjalan ke desa cibuyutan,senam pagi dan berjalan dengan dipimpin komandan tim aksi masing-masing fakultas, kami akan naik kesana dengan hanya berjalan kaki,namun tentu kami tidak hanya berjalan dengan tangan kosong,ada beberapa yang kami bawa, bukan hanya peralatan bawaan pribadi, kamipun membawa paralon untuk tugas kami disana membuat saluran air pemukiman warga,kebetulan  aku dan rekanku niko membawa 4 ikat paralon yang masing – masing 1 ikatnya sebanyak 5 buat paralon berukuran panjang hamper 2 ½ meter,alhasil kita membawa 20 buah paralon, begitu juga dengan rekan – rekan yang lain, namun terlihat senyum ikhlas dari mereka semua yang membuat semua itu bukanlah masalah.

Dalam Perjalanan
Bukan beralaskan aspal, hanya tanah dan tmbunan pecahan batu pegunungan ,genangan air rumput hijau dan ditemani hembusan angin yang perlahan menhembuskan udara yang menyejukan, medan yang memang sudah saya prediksi sebelumnya, inilah langkah perjuangan,langkah yang saya yakin akan membuat saya banyak belajar akan arti sebuah perjuangan
Melewati sebuah areal hutan dan persawahan, tak ada perumahan, hanya bentangan sawah hijau yang membentang di atas perbukitan, inilah keindahan alam yang Allah ciptakan, cukup lama kami berjalan , 3 jam ½  lama perjalanan yang kami tempuh, itu karena beban yang kami bawa dan medan tempuh yang membuat kami harus sering berhenti.




Pejuang – pejuang muda Mahasiswa UNJ
Desa Cibuyutan ,Kabupaten Bogor, Jawa Barat( Sabtu,24/11/2011)

         Setibanya didesa , kami ke rumah salah satu tokoh desa cibuyutan , Pak Mista, itu lah nama panggilan beliau yang terkenal di desa cibuyutan, dia adalah guru satu- satunya. Lalu dari sana kami langsung menuju rumah RT di desa tersebut lalu kami semua berkumpul di tanah lapang dan baris sesuai tim kerja kami selama berada disana, yang di bagi ada 4 kegiatan , pembuatan saluran air, Rehabilitasi Sekolah, Rehabilitasi anak – anak, Dakwah kampung, sensus dan sosialisasi penduduk desa . Kemudian kami melaksanakan Upacara apel pembukaan resmi kinerja kami disana yang dipimpin oleh komandan Green force, MC oleh ketua TPM. Dan setiap kelompok Tim kerja yang dipimpin oleh komandan tim aksi fakultas yang ada, sepintas  teringat upacara saat masih bersekolah , kami semua menyayikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya “ sambil melakukan penghormatan pada Sang Saka Merah putih.
Inilah yang kulihat, semangat mahasiswa semangat pemuda dan semangat para pejuang – pejuang muda mahasiswa UNJ, yang siap melaksanakan point ke tiga tri darma perguruan tinggi. Setelah upacara ditutup kami breafing untuk mengatur kerja kami di tiap post yang telah diamanahkan. Kebetulan saya mendapatkan amanah di rehabilitas sekolah.

Anak istimewa dan Sekolahnya Manusia

Disebuah bangunan kayu tua, beralaskan tanah, kayu rapuh yang berbalutkan bilik anyaman bambu. Dodo, itu sapaan akrab anak itu, yang ku katahui nama dia adalah ridho, seorang anak yang saya prediksi umurnya 13 tahun, kelas 1 SMP di pondok pesantren di desa Selawangi, yang jaraknya 4 Km dari desa cibuyutan, karena jaraknya yang cukup jauh jadi dia harus tinggal di pondok, dia tetap tegar walau pun harus jauh dari keluarga, ya memang ada waktu pulang, namun hanya satu bulan sekali atau saat – saat liburan sekolah.
            “Do, ceritakan kakak donk tentang desa ini ?”, dia menjawab panjang lebar tentang desa ini, memang sepertinya dia sangat mengenal desa dimana tempat dia dilahirkan dengan baik, setelah puas mendengar jawaban anak ini, saya kembali banyak melontarkan beberapa pertanyaan, ada hal yang membuat saya terdiam dan terkagum- kagum saat saya menanyakan sebuah pertanyaan, “ do, cita – cita kamu mau jadi apa ?? dengan senyuman tenang dan tatapan mata yang meyakinkan dia menjawab “ saya mau menjadi Kiyai kak ..!! “ , Subhanallah, hati ini tersentak dan tanpa sadar berdo’a, “ ya rabb , kabulkan lah impian anak ini, biasanya anak-anak hanya berfikir untuk menjadi dokter, polisi , pilot dan pemain sepak bola, tapi ini anak yang pertama ketika saya tanyakan mengenai cita – cita inilah jawaban yang paling membuat hati saya bergetar ”, dengan masih penuh penasaran yang cukup mendalam, saya kembali menanyakan sebuah pertanyaan penguatan ?? “ kenapa mau jadi kiyai, alasannya apa do ?” saya mau bias jadi guru ngaji ka ,jadi guru disekolah ini , supaya orang tua juga bangga dan bias memajukan desa ini kak “,tegas anak SMP ini,
            Inilah anak yang pasti dirindukan surga,sebuah cita – cita mulia dan sangat bijaksana,aku pun malu ketika impianku hanya sebatas yang kuimpikan sekarang, pasti orang tua anak ini sangat bangga memiliki anak seperti ini, seorang anak istimewa yang berhati pelita yang siap menjadi penggerak perubahan desa cibuyutan.
            Masih terduduk di dalam sebuah ruangan yang tak lebih sebesar 7 x 3 meter, inilah sekolah satu satunya yang ada di desa ini, sekolah benama  Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) miftahussola. Yang di dalam kesehariannya hanya ada 2 guru, satu guru tetap dan satu lagi hanya datang di saat pelaksanaan ujian. Berbeda dengan sekolah yang berada di sebuah perkotaan, yang beralaskan lantai keramik, ad011anya sarana prasarana yang lengkap namun disini hanya ada sebuah sekolah yang seperti ini keadaannya, Inilah sekolah yang menjadi pelita di tengah keterbatasan , sekolah yang membawa sebuah peradaban dan sekolah yang diisi anak – anak yang sangat bersemangat dalam belajar, ya mungkin bisa dikatakan inilah sekolahnya manusia.





 inilah sekolahnya manusia ..

Sumber air yang tak menggering
Siang hari
         Setelah berbincang banyak mengenai desa dan sekolah yang ada, tanpa sadar waktu dzuhur dan panas terik mentari menyapa, sehingga kami menghentikan aktivitas kami, dengan rhido sebagai pemandu kami mengajak kami ke tempat sumber air buatan dari atas mata air dan bebatuan besar kerena memang di desa ini sedikit sulit mendapatkan air bersih. Rhido mengajak kami ke sebuah tempat di sudut desa di dekat sawah, tempat yang saya rasa sangat bagus namun rasanya ketika berdiri malam hari disini akan membuat siapapun yang ada disini akan membuat merinding karena banyak batu besar, ada beberapa semak di depan sumber air dan dikelilingi pohon besar. Tapi disinilah ada air kehidupan,inilah sumber air kehidupan yang tak menggering dan mampu menghidupi dan memenuhi kebutuhan air  di desa ini.

Masjid Cibuyutan dan hari yang panjang dalam perjuangan
            Sepertinya waktu sangat bersahabat dengan kami, detik jarum jam d tangan pun rasanya tak ingin cepat – cepat berganti, saya merasakan waktu disini sedikit lebih lama daripada saya berada di Jakarta,kami solat di rumah pak mista karena masjid sedang di bersihkan. Setelah shalat kami bergegas menuju lapangan tempat kami apel breafing sebelum mengerjakan amanah yang telah diembankan kepada kami,setelah berkumpul, saat itu kami mendapat sebuah bahwa untuk rehabilitasi sekolah ditunda saja dulu karena dalam waktu 2 bulan lagi, sekolah itu akan benar – benar dibangun, sedikit kecewa namun saya sangat bersukur mendengar kabar bahwa sekolah itu akan benar – benar di bangun, lalu saya mencoba membantu teman saya yang ada di post lain, saya menuju rekan – rekan tim air , namun saat itu saya lihat pekerjaan ini lebih didominasi penduduk setempat jadi tak banyak yang bias saya lakukan, kemudian saya beranjak meninggalkan tempat itu menuju sebuah masjid di desa ini, “Alhamdulillah, ada yang bisa saya kerjakan walaupun hanya membersihkan debu-debu yang ada di langit – langit dan jendela masjid.
            Ada sebuah alat yang membuat saya terkagum dibuatnya, ini sebuah inovasi yang sungguh luar biasa dan berguna, sebuah accu motor sebagai tempat menyimpan sumber energy dari panel surya yang berada di atap masjid. “Ini kreatifitas tanpa batas”,ucapku . jadi sumber tenaga ini digunakan untuk menyalakan power DVD yang disambungkan ke TOA masjid untuk mengumandangkan adzan,ini hebat pikirku dalam hati.

Minggu, 25/11/2011
       Subuh itu kembali menyapa, ini subuh kedua dalam perjalanan kami, sang surya belum menampakan cahayanya, namun suara ayam menandakan akan pertandanya fajar siap datang , gelap siap menjadi terang.  kadaan tak adanya listrik harus membuat kami berjalan keluar masjid menuju MCK umum untuk berwudhu tanpa adanya cahaya kecuali sebuah cahaya dari senter kecil yang hanya mampu menerangi jalan setapak yang ada.
Melanjutkan perjuangan kami setelah beristirahat dalam heningnya malam,kami kembali melaksanakan hal yang memang tujuan utama kami berada disini,

Harapan anak bangsa,tentang desa dan sekolahnya

Dewi kelas VI “ Aku ingin desaku maju dan ingin sekali punya sekolah yang bagus “
“ Saya reni, ingin banget desa ini maju,ada air dekat, aku mau banget sekolahan bagus ,pokokmya saya ingin desa ini “MAJU” ”. Gimana yah caranya ingin sekolahan indah gitu???
“ ah, aku tau caranya harus pintar dan ingin jadi dokter , karena jadi dokter itu bermanfaat untuk kita semua ”, Salam dari Reni kelas VI.
         Itulah harapan malaikat kecil di desa cibuyutan, mereka adalah roda penerus perjuangan pembangunan di desa cibuyutan, ada banyak impian ada ratusan keinginan bahkan ada ribuan harapan, itu yang akan menjadi semangat mereka dalam membuat perubahan desanya, harapan inilah yang harus kita pertahankan..


















“SBY pun Tersenyum”
 Siang hari
Tinggal menunggu hitungan menit saya dan teman – teman saya akan pergi meninggalkan tempat ini, meninggalkan desa ini, dan hanya meninggalkan jejak perjuangan kami di desa cibuyutan ini, saya sangat berharap ada kesempatan untuk saya agar bisa kembali lagi kesini, hanya untuk melihat sekolah MI Miftahussolah dan kembali menyapa rhido. Namun ketika itu hujan turun, seakan air hujan mengghalangi kami semua untuk kembali ke Jakarta.
Ditengah diskusi panjang tentang keadaan sekolah ini, ada sebuah kata yang membuat kami diam sejnak dan tertawa “Lihat tuh, SBY aja masih bisa senyum lihat sekolahan kayak begini ??”, terucap dari salah satu rekan saya setelah kami beristirahat di dalam selesai membereskan dan membuat rak buku untuk sekolah Miftahussola ini, kami sangat berharap adanya pembangunan yang merata dan perhatian khusus dari pemerintah untuk desa cibuyutan ini.
Sedih memang harus segera pergi, namun kami khususnya saya masih punya kehidupan lain. Merelakan bukan berarti menyerah, akan tetapi lebih menyadari dan menerima bahwa ada hal-hal  yg tak bisa dpaksakan.dan sadarilah bahwa kebahagiaan ada disekeliling kita,dan kita sedang menjalaninya.





Sore hari,
Setelah hujan berhenti kami pamit ke warga dan turu untuk kembali ke Jakarta. . .

Dalam perjalanan pulang lelah kami terobati dengan pemandangan yang indah, sebuah lukisan nyata karya Sang Penguasa Semesta. . .
“ ya Rabb,, semoga Engkau memberi keberkahan pada kampung ini dan suatu saat Izinkan saya untuk bisa kembali singgah ke desa cibuyutan ini..Meninggalkan Jejak kebaikan Terima kasih kepada BEM UNJ,  Green Force , Tank MIPA , PASBIR dan Tim Aksi Tiap - Tiap Fakultas dan rekan - rekan yang ikut serta dalam acara wisata hati, Ini tak akan pernah kulupakan.. 
Ini ceritaku, apa ceritamu….










*AP FSI AL-Biruni ,HMJ TE,LSO Pers Dakwah kampus Nuraniku UNJ & Education watch UNJ

Sabtu, 17 Desember 2011

“ Senandung Kebaikan Untuk Calon Pemimpin “


Bismillahirahmannirahim... Allahummaghfirlanaa djunuubanaa wabaa ’id bainanaa wabaina khothooyaanaa fainnahuu laa yaghfirudj djunuubana illaa anta , Robbanaghfirlanaa djunuubanaa maa ’alimnaa minhaa, wamaa lam na’ lam
            “ Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa kami dan jauhilah kami dari kesalahan karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa kami baik yang kami ketahui (sengaja) maupun yang tidak kami ketahui (tidak sengaja).”

Allahummathmainna quluubanaa liyakuunaal khoufu wal hammu wal khosy-yatu haa ribatan sinnaa
            “ Ya Allah, Berilah ketenangan pada hati kami agar ketakutan, kesedihan dan kekhawatiran jauh dari kami.”

            Pemimpin adalah para ulama dan para penguasa. Menaati mereka membawa kebaikan agama dan dunia, dan menyelisihi mereka adalah kerusakan agama dan dunia. Para pemimpin adalah ibarat perisai, melindungi jalan-jalan kaum muslimin dari orang-orang yang ingin merampok, mengambil harta, membunuh, atau merusak kehormatan, mencegah orang yang ingin merusak keamanan, mereka memimpin rakyat ketika berjihad di jalan Allah, membela harta, dan kehormatan. Karena “Kamu sekalian adalah pemimpin, dan akan diminta tanggung jawab atas kepimpinannya, seorang imam adalah pemimpin, dan akan diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dan akan diminta tanggung jawab atas atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan diminta tanggung jawabnya, serta pembantu penanggung jawab atas harta benda majikannya dan akan diminta tanggung jawabnya”. (HR.Bukhori , Muslim dan Tirmidzi) 


            Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
dia mendapat dari yang dikerjakannya dan dia mendapat dari yang diperbuatnya, sesuai dengan firman Allah dalam ayat-ayat cintaNya, yang diterangkan jelas secara tersirat dan tersurat.

            Adanya pesta demokrasi dan persiapan muktamar di kampus tercinta, yang menandakan adanya regenerasi dan pergantian sosok pemimpin yang ada di tiap lembaga – lembaga dikampus yang ada, membuat sedikit pertanyaan siapa yang akan menjadi pemimpin disana ?? akan tetapi itu cukup, cukup itu menjadi rencana Allah dalam suratan takdirNya. Siapapun pemimpinnya, hanya berharap bisa lebih baik lagi dalam menjaga amanah, dalam menjalankan gerakan sunnah & mardhotillah. Bukan mengharapkan dunia dan menjadikan amanah sebagai hiasan nama & eksistensi semata,

            Ini hanya sebait kata yang mungkin jika didiamkan tak akan bermakna, ini hanya ukiran kalimat yang jika hanya dilihat tanpa diperdulikan akan menjadi untaian kata yang taka da artinya, inilah senandung kata , sepenggal kelimat & sedikit paragraph senandung kebaikan untuk sang calon penguasa , calon pemimpin yang akan memduduki singgasana suatu lembaga, sepotong do’a yang menghantarkan kepada Allah azza wa jalla .. inilah “ senandung kebaikan untuk calon pemimpin ” yang ada.. dari sosok mahasiswa biasa 

 Allahumma nawwir quluubana binuuri hidayatika liyakuunal ghodhoba wal ’ajaba walhasada muhawwalaa ila nuuri rohmatika wahidaayatika, Allahumma awzi’ naa anna ’iba bi annal ’afwa huwasabiiluttaqorrubi ilaika, wahdi quluubanaa linas-hula lanaa anna’ fuwa kulla man akhtho a fiinaa

            “ Yaa Allah, Terangilah hati kami dengan cahaya petunjukMU, supaya kemarahan, kesombongan dan sifat kedengkian berubah menjadi cahaya rahmatMU dan petunjukMU. Yaa Allah, Berilah kami pemahaman bahwa sesungguhnya memberi maaf adalah jalan untuk mendekatkan diri kepadaMU & berilah petunjuk pada hati kami agar mudah bagi kami untuk memberi maaf pada orang yang salah pada kami.”

Allahummathmainna quluubanaa liyakuunaal khoufu wal hammu wal khosy-yatu haa ribatan sinnaa, Allahumma nawwir quluubanaa hatta, nastathi ’a annufarriqolhaqqo minal baathil, Allahumma baariklanaa wanawwir quluubanaa linastathi ’a annasy ‘uro anna hidaayatika taskunu fii quluubinaa

             “ Ya Allah, Berilah ketenangan pada hati kami agar ketakutan, kesedihan dan kekhawatiran jauh dari kami. Ya Allah, Terangilah hati kami hingga kami dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil. Ya Allah, Berilah keberkatan kepada kami dan terangilah hati kami untuk dapat merasakan petunjukMU didalam hati kami.”

Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanataw wafil aakhiroti hasanataw waqinaa ‘adjaabannaar
  “ Ya Allah, Ya Tuhan Kami, Berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin


Baz D’ Aazad

Rabu, 14 Desember 2011

Danbo boneka lucu menggemaskan


Bismillahirrahmanirrahim.

dicopy dari dari salah satu Blog : http://dzsoul.blogspot.com

jadi begini ceritanya..
Mungkin hanya sedikit orang yang tau boneka Danbo. Danbo adalah kependekan dari Danboard. Danbo terbuat dari karton board. Boneka ini adalah kreasi dari Azuma Kiyohiko , dia seorang komikus.

Bentuk Danbo emang lucu. Kotak-kotak semua. sayangnya ga punya jari. Dan coba kalian bayangin kalo dia cebok. Jangan dibayangin deh. Ukuran Danbo juga kecil cuma 7-13 cm. itu ukuran Danbo, bukan ukuran yang lain-lain.

Danbo itu menurut gua adalah boneka perasaan. tapi lebih tepatnya lagi mungkin maskotnya galau. kenapa? karena keliatannya begitu. ini nih fotonya.


Nah, dari sini gua mungkin bisa bikin cerita. MUNGKIN.

Jadi Danbo adalah sesorang yang kesepian dan tidak punya apa-apa. jadi dia ngegembel di jalanan.


Lalu dia menjadi kriminal dan selalu melakukan perbuatan yang tidak benar.
Jadi teroris.

Suka malak

Sampe nyolong sepeda. Tapi sambil berdoa

tapi dia kualat jadi jatoh.

Dari situ pun dia taubat menjadi penjahat, dan kembali ke jalan yang benar

Sampai suatu hari ada sepasang suami istri mau mengadopsinya. dan menjadikannya anak.


Danbo pun disekolahkan.

Sampai ke luar negri
Dan menjadi wisudawan.
 

 Tapi sesampai di rumah, orang tuanya malah menyiksa dirinya.


Sampai dimasukin ke toilet.

Bahkan dibakar.

 Dia pun galau.

Dia pun konsultasi ke Poconggg dan pocongg malah berkata "Bershowerlah!"

Dia pun pergi kabur dari orangtuanya yang selalu menyiksanya
lalu dia mencoba mencari pujaan hatinya.



Setiap wanita yang ia dekati selalu menolaknya. sampai suatu hari dia menemukan cinta sejatinya

Lalu dia menikahinya.
Lalu mereka memiliki anak dan hidub bahagia selama hidup.

The End