Mengapa aku memilih jalan Pena ??

Posted by Ahmad Khairudin on 22.07 with 2 comments


  Jalan pena ?? sedikit aneh ?ini bukan nama suatu jalan di daerah tempatku tinggal , bukan juga nama Jalan yang ada di Negaraku berasal. ini adalah jalan pilihan hidup pilihanku, melalui jalan penulisan dan aku sendiri menyebutnya jalan pena.


kenapa aku memilih jalan pena ?? padahal sekarang bukan zamannya lagi orang menggunakan pena dalam menuliskan karyanya karna sudah ada teknologi yang lebih baik dalam kegiatan menulis.ini hanya sebuah istilah dan menjelaskan perjuangan merangkai kata , menulis berita Informasi dan mengikatnya dengan tulisan , yang membawa kepada sebuah pengertian untuk mengikat ilmu yang ada di dalamnya. beberapa pertanyaan mendasar mengenai jalan ini, tak tau kenapa awalnya aku berada di jalan ini , bukan karena ingin sesuatu yang " wah " , tapi hanya ingin menyapa ribuan orang dengan berbagai informasi dalam rangkaian kata yang indah. Mengenal dan meniggalkan karya dalam catatan sejarah kehidupan yang ada dalam episode kehidupan yang tak tahu akan berhenti dimana. bergetar hati mendengar awal & langsung jatuh hati setelah pertama mendengar Ayat Cinta ini... terdapat sebuah makna tersirat dan tersurat tentang jalan yang sedang ku tempuh dan ku lewati.


I. Nuun waalqalami wamaa yasthuruuna
1. Nun , demi (Pena ) kalam dan apa yang mereka tulis, 
(Q.S. Al-Qalam 68:1)


Itu yang membuat hati ini terpanggil , menuliskan apa yang ada dalam setiap nafas kehidupan, 
agar memperhatikan ilmu dan menuliskannya dalam rangka menyebarluaskan ilmu sehingga bermanfaat tidak hanya pada masa sekarang tapi juga di masa yang akan datang, untuk generasi mendatang.
ayat ini menarik, karena secara tersirat Allah swt menuntun kita agar memperhatikan perkembangan dunia tulisan, yang dahulu kala menggunakan tinta, sekarang sudah melalui dunia maya. Seorangi harus bisa beradaptasi dan mahir menggunakan teknologi, karena tulisan era sekarang tidak lagi berupa dalam selembar daun, kertas, atau batu tapi sudah melalui teknologi eBook, internet, dan lain sebagainya
sebelum jalan ini ku tempuh , ada  berbagai jalan lain yang membuatku diam dalam langkah dan aku mampu menuangkannya dalam rangkaian kalimat indah ,  


" pada suatu waktu, aku pernah berdiri di 4 persimpangan jalan
aku terdiam , semua ingin sangat aku lalui
bingung tak menentu
dalam memilih jalan mana yang dituju?
hingga tak satu langkah aku ambil.
aku hanya menunggu sebagai patung batu "


itulah jalan kehidupan ,banyak , bercabang dan berliku,dan kita harus tetap memilihnya namun aku lebih memilih jalan pena sebagai tujuan awal langkah perjuanganku,ini lah pilihan , pilihan dimana yang akan menuntunku melalui cerita dalam episode kehidupan, jalan inilah yang akan membatuku menginspirasi banyak orang dengan serangkaian kalimat-kalaimat panjang yang menawan
jalan inilah yang kemudian kuharap membuat Allah memberikan nikmat kepadaku dan Rhidonya dalam mencari jannah-Nya.


Menulis itu berkah. Dengan menulis saya bisa menyapa ribuan manusia; tak sekadar sapa, tapi sapaan dakwah. Dengan menulis saya merekam jejak-jejak pemahaman saya; mengikat ilmu, lalu melihatnya kembali..."
(Ust Salim A. Fillah)
Wallahu’alam.

Reaksi: