Dimensi Fastabikul khairat

Posted by Ahmad Khairudin on 18.29 with No comments

 Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah  sekitarmu dengan penuh kesadaran (James Thurber)
           
            Sebuah kata Motivasi yang melambangkan suatu keadaan dimana pas menggambarkan keadaan dimesi saat ini , dimana setiap hampir orang melihat masa lalu nya adalah sebuah penyesalan ,namun ketika ia mau berbuat baik sekarang ia selalu melihat masa lalunya , dan merasa tidak pantas untuk di tempat baik dan melakukan kebaikan secara totalitas ,  dan tak banyak pula sebagian orang yang melihat masa depan dengan penuh ketakutan akibat masa lalunya dan masa sekarang yang ia pesimis melihat keadaan hidupnya , di samping penyesalan masa lalu dan ketakutan  masa depan tentunya ada seseorang yang sangat peka dan perduli akan keadaan sekitarya dengan penuh kesadaran yang membuat hati di terpanggil dan jiwa orang itu terpanggil untuk melakukan perbaikan dan kebaikan , perbaikan untuk masa lalunya dan kebaikan untuk masa depannya .

            Dari kesadaran itu lah mungkin saya  berani untuk mengkuti alur pengkaderan sistem Ini , MLT (Muslim Leadership Training ) dari LDK UNJ, dalam sebuah perjalannya saya pun mememukan sebuah kata baru dan itu tersadar saat Road To MLT ( Muslim Leadership Training LDK UNJ ) , sebauh kata singkatan singkat yang membuka
MLT

M L T − 2 , Merupakan gaya , 
M L2 T − 2, Merupakan Energi
M L −1 T −2,Merupakan suatu Tekanan
M L T −1 , Merupakan suatu Momentum
M L 2 T −3, Merupakan suatu Daya

            itu lah yang Teringat, sebuah Rumus Fisika yang merupakan berada dalam materi pembahasan Suatu Dimensi , entah ada unsur kesengajaan atau hanya kebetulan ada dalam kesamaan Nama
Dimana , M yang berarti Massa , L yang berarti Length , atau menunjukan arti Panjang dan T , yang berarti Time atau bisa diartikan sebagai persamaan  waktu, sebuah untuaian kata yang mempunyai makna dan arti yang “ Wah “ jika MLT ini benar digambarkan seperti Dimensi yang di ambil dari ketiga unsur itu berarti , Ini merupakan sebuah proses masa dimana akan ada petualangan, perjuangan , pengorbanan dan kesetiaan  yang memerlukan waktu yang cukup panjang dan berkesinambungan untuk menuju ke Kebaikan dan  perbaikan serta pembetukan karakter , jasadiyah dan ruhiyah  yang tangguh sebagai aktivis dakwah kampus dalam ranah dimensi fastabikul khairat ,

            “ Karena kita adalah seseorang yang sedang berproses dan terus berproses “, untuk itu lah dalam Manhaj bab I Arkanul bai’at , ada pembahasan Al Fahmu (Pemahaman )  harus adanya al fahmu yang berfungsi secara baik , jangan seperti efek domino yang jika salah satu jatuh yang lain akan ikut jatuh , seperti itulah keadaan realita aktivis dakwah saat ini , ingat di lembaga itu rentan akan kefuturan, bergerak tanpa adanya Ruh dalam pergerakan dan hanya mengandalkan kekuatan IQ akan berpotensi besar adanya kefuturan itu sendiri , jangan sampai “adanya kita seperti tidak adanya kita “ , tak memberikan bekas yang tampak tak adanya perubahan yang nampak dan tak ada pengaruhnya dalam kehidupan keseharian , “ ujar Ust umar Nadhi”, dengan semangat gelora yang seakan mengguncang ruangan dan mengetarkan hati peserta yang hadir dalam MLT UNJ 2011.   
Diantara orang - orang mukmin itu ada orang - orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada allah ; maka diantara mereka ada yang gugur . Dan diantara mereka ada ( pula ) yang menunggu - nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah ( janjinya ) .
QS. Al Ahzab 23 
            Itulah sebuah ayat cinta Allah  yang di sampaikan oleh Ust Umar nadhi dalam kesempatan menyampaikan materinya  ,walaupun tak semuanya namun banyak yang hanya menempati ruang Dakwah ini sebagai Formalitas dan untuk exsistensi suatu lembaga ,bukan Untuk Allah. Ini yang menyebabkan kefuturan itu hadir dalam jiwa-jiwa kita dalam jalan dakwah ini yang membuat kita satu persatu akan “ Berguguran di jalan dakwah “ , jangan sampai jalan dakwah ini malah hancur dan jatuh di tangan Da’i – da’inya itu sendiri.
            Alasan mengapa mata, telinga, dan mulut disatukan di kepala kita adalah agar apa yang kita ucapkan sesuai dengan apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat , itulah seharusnya yang di perkuat , memperuat  izzah dan azzam yang berorientasi pada Allah, fastabikul khairat & tetap istiqomah di jalannya hingga di pertemukan di SurgaNya Allah.

           Ini adalah Dimensi Fastabikul khairat ,  Dakwah ini harusnya tidak disibukan dengan sebuah perencanaan program kerja yang ada , harusnya sibukan dengan tangan yang tetap dingin karena air wudhu , kening yang senantiasa sujud dan bibir yang senantiasa basah akibat dzikir . jadikan hal mulia ini dengan hal – hal mulia pula , jadilah penegak Tilawah , penegak dhuha , penegak dzikir, penegak tilawah  dan penegak ibadah  dalam keseharian .

            Afwan mingkum , dalam penulisan atau penyampaian  seuntai kata indah dalam amanah mungkin kurang dalam penyampaian , Kesempurnaan tetap milik Allah kekhilafan dan kesalahan tetap milik Hamba Allah yang tak pernah bersyukur ,

Semoga ini Mejadikan Pribadi ini lebih baik lagi dan lebih siap dalam segala hal dalam masalah  kehidupan... ^^

wassalam ‘ mualaikum wr.wb

Reaksi: