Pahlawan itu Dekat

Posted by Ahmad Khairudin on 04.19 with No comments
10 November 2011

Melihat ke belakang bukan berarti suatu kemunduran , melihat kebelakang merupakan suatu penghargaan terhadap sejarah masa lalu yang pantas diabadikan agar kelak menjadi pelajaran di kemudian hari, 
melihat sejarah yang cukup lama , Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentaraIndonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Dari sejarah itulah harusnya kita merayakan Hari ini dengan sesuatu yang berbeda , namun kenyataanya saat saya kuliah sekarang tak sama seperti saya masih di SD, saat di SD dulu saya masih mengadakan upacara untuk mengenang jasa para pahlawan , tetapi sekarang jangan kan untuk upacara Untuk mengenan jasa para pahlawan itu , untuk menemukan orang yang mengingat Hari ini adalah hari pahlawan aja sudah cukup sulit..

entah karena karakter atau karena memang semangat nasionalisme kita sebagai anak bangsa yang sudah mulai luntur akibat futur dan gugur oleh zaman yang mulai ngelantur ..(^_^)
Semoga jadi suatu renungan bahwa memperingati hari ini adalah penting , tak perlu saya jabarkan alasannya pun harusnya kita sudah tahu dan paham ..
mungkin memang tak banyak Pahlawan yang ku kenal namanya , bahkan tak kenal langsung karena memang bukan sesuai zamannya akan tetapi pahlawan-pahlawan itu masih tetap ada di sekitar kita, buat saya adalah 

Pahlawan itu Dekat , Sangat Dekat dengan Kita ... buat saya adalah 
 " Pahlawan yang paling dekat aku kenal selama ini adalah Kedua orang tua ku dan Guru - Guru ku "

Selamat hari Pahlawan
smoga jiwa kepahlawanan selalu ada dalam diri kita untuk membela Agama, Keluarga, Sahabat dan Negara 
Reaksi:
Categories: