“ Mau Dibawa Kemana Pndidikan Nasional kita ?? “

Posted by Ahmad Khairudin on 19.19 with 1 comment
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan , pengendalian diri , kepribadian , kecerdasan , akhlak mulia , serta keterampilan yang diperlukan dirinya ,mesyarakat , bangsa dan Negara .(UU SISDIKNAS No.20/2003 pasal 1 (1) )


Jakarta, Kamis (13/10/11) bertempat di ruang sidang pleno Fraksi PKS DPR RI, Fraksi PKS DPR RI mengadakan diskusi pedidikan dengan Tema  “ Mau dibawa kemana pendidikan Nasionl kita ?” dengan menghadirkan pemateri diantaranya pak Utomo Dananjaya ( Direktur Institute for education reform (IER) Unibersitas paramadina jakarta ), Pak Darmaningtyas (Pengamat pendidikan – Anggota majelis luhur taman siswa ) dan Pak Rohmani ,S.Pd,MA (Komisi X FPKS DPR RI ).yang di ikuti 50 peserta diskusi dari fraksi PKS dan Fraksi DPR lain dan Beberapa Mahasiswa Undangan seJabodetabek. Berbicara masalah pendidikan di Indonesia mungkin tidak aka nada habisnya , mulai dari SBI dan RSBI , UN , dan lain sebagainya selalu menjadi masalah yang panjang dan belum menemukan titik terang jalan keluar permasalahan. Di Negara yang sumber dayanya banyak dan melimpah sungguh sangat ironi melihat fakta dan keadaan yang ada di Negara kita ,banyak pengangguran dan SDM yang tidak tersalurkan di dunia kerja atau industri dan harusnya yang pertama menjawab dan mengkritisi ini semua adalah dunia pendidikan. Dengan adanya agenda kegiatan ini dapat menjadi agenda yang berseri dan berkesinambungan dalam hal diskusi permasalahan pendidikan . “Mugkin memang pembahasan ini tidak menarik secara politis tetapi tema ini sangat strategis . “ Ujar pak Rohmani dalam sambutan diskusi tersebut “.

Pak Utomo Dananjaya menyampaikan bagaimana strategi penyelenggaraan pendidikan berdasarkan UU SISDIKNAS No. 20/2003, mulai dari pasal 1 ayat 1 yang menjelaskan pengertian dari pendidikan itu sendiri, lalu pasal 3 yang menjadi dasar pendidikan karakter ,kemudian pasal 4 mengena prinsip penyelengaraan pendidikan dan penjelasan PP 19/2005 tentang standar pendidikan Nasional yaitu perubahan paradigma dari pengajaran menjadi pembelajaran.

Di lanjutkan dengan pemateri ke 2 , yaitu Bapak Darmaningtyas “ Pendidikan di Indonesia terlalu kapitalistik, jika ditanya dengan strategi apa yang dipakai untuk pendidikan di Indonesia , caranya adalah mengubah ideoliginya supaya tidak kapitalistik lagi “ dengan tegas dia memaparkan kata itu.

Dan sebagai penutup diskusi dan pemateri terakhir dalam pemikirannya pak Rohmani ,S.pd,MA  beliau menjelaskan bahwa ada kesalahan dalam pendidikan PAUD dan Dasar ,karena di Indonesia orang tua akan lebih bangga bila anaknya bias membaca ,menulis dan berhitung padahal seharusnya dalam usia perkembanagan anak itu harusnya ditanamkan pembangunan karakter , jika di telusuri lebih dalam Indonesia termasuk salah satu Negara yang mengalami kegagalan pendidikan di asia ,kesalahan yang paling fatal adalah di Indonesia adalah terlalu bangga jika bisa berbahasa inggris , dari 640 bahasa daerah yang Negara kita miliki satu pun sangat kurang mendapatkan perhatian pemerintah tapi bahasa inggris lebih mendapat perhatian khusus , harusnya kita bias belajar dari japan dan cina dia bisa maju walaupun tidak berbahasa inggris , karna bahasa Inggris bukanah tolak ukur maju atau tidaknya suatu negara dan itu hanya bisa dibangun dari pendidikan dasar. "Ujarnya".




Dan intinya , Pendidikan itu bukan mengisi wadah yang kosong , tetapi pendidikan itu adalah menyalakan api ,api belajarnya,api semangatnya bagaimana mendapatkan ilmu dan apa yang di hasilkan dari hasil pendidikannya itu . Pendidikan di Indonesia itu seperti di rancang untuk menjadi sesuatu, Padahal yang seharusnya pendidikan adalah menciptakan sesuatu. Jadi ketika ditanya mau dibawa kemanakah pendidikan kita, jawabannya adalah kearah yang lebih baik dengan mengacu pada UUD dan UU tentang system pendidikan di Indonesia   dan menciptakan sesuatu perbaikan untuk Pembagunan bangsa dan Negara Indonesia. (Dinz)







Reaksi: