13 Wasiat Terlarang Dahsyat Dengan Otak Kanan

Posted by Ahmad Khairudin on 20.27 with No comments


13 Wasiat Terlarang

Buku ke-10 dari
no1 Creative Marketer in Indonesia
Ippho Santosa PhG
Kali ini saya ingin sekali bercerita tentang buku bersampul merah yang saya baca beberapa waktu lalu, berjudul “13 Wasiat Terlarang, Dahsyat dengan Otak Kanan” Karya Ipho Santoso seorang motivator muda yang juga disebut-sebut No.1 Creative Marketer in Indonesia dan Mr. Right.
Buku yang diterbitkan pada pertengahan tahun 2008 ini mengupas habis tentang keterkaitan antara kesuksesan dan otak sebelah kanan. Saya suka perumpamaan sang penulis yang mengambil perumpaan rambu-rambu di jalan raya. Pastinya kita pernah melihat rambu yang bertuliskan “Gunakan lajur kanan untuk mendahului.” Ternyata perintah tersebut berlaku seratus persen untuk menuju destinansi kesuksesan atau lebih tepatnya “Gunakan otak sebelah kanan untuk mendahului yang lain.” Tidak Percaya?? Baca saja halaman 1-116 hehe..begitu kata sang penulis. Gaya bahasa yang mudah dipahami dan banyak diselingi humor ini membuat pembaca tidak akan bosan melahap lembar demi lembar isi buku ini.
Buku ini menyoroti 13 perbendaharaan otak sebelah kanan yang kerap diabaikan dan dilalaikan. Mungkin ini sebabnya kenapa dinamakan wasiat terlarang karena memang seperti dianggap terlarang sampai-sampai mayoritas orang mengabaikannya dalam mencapai kesuksesan.  13 perbendaharaan kata tersebut di antaranya : gurauan (humor), permainan (game), cerita (story), kiasan (metaphor), kreativitas (creativity), visual (visual), musik (music), intuisi (intuition), sintesis (synthesis), empati (empathy), keramah-tamahan (hospitality), syukur (gratitude), sampai pemaknaan hidup (meaning). Dan tentu saja kesemuanya itu tidak langsung dibahas begitu saja tapi memakai kata-kata perumpamaan dan cerita yg sarat humor dalam tiap-tiap judul per-bab-nya yang mencirikan kekanannanya.

Wasiat 1
Tertawalah
Meracik dan menyantap gurauan itulah salah satu keistimewaan dari otak kanan. Saat anda tertawa, otak kiri anda tidak bisa berfikir. Tertawa kerap pula bersanding dengan imajinasi, empati, keramahtamahan, dan sintesis yang semuanya berakar pada otak kanan. Tertawa, ya, tertawa. Tidak perlu pakai sebab. Sejatinya, itulah yang terbaik! Bukankah kegembiraan itu tidak bersyarat.
Do you feel right?
Right Point 1 : Humor
Wasiat 2
Bermainlah Dengan Raja Namrud
Di satu sisi, manusia memang makhluk yang ingin tahu (homo sapiens). Namun disisi lainnya, sadarilah, manusia juga makhluk yang ingin bermain (homo ludens). Lebih jauh lagi, dalam penerapanny , permainan tidak terpisahkan dari gurauan, cerita, kreativitas, imajinasi, dan intuisi yang berakar pada otak kanan.
Kisah Nabi Ibrahim dengan Raja Namrud yang Zalim dikerajaan Babylon? Suatu ketika, dengan sebuah kapak, Nabi Meluluhlantahkan berhala di kotanya. Hanya satu berhala yang disisakan. Terus kapak tersebut ia gantungkan dileher berhala tersebut. Singkat cerita, beberapa waktu kemudian Nabi Ibrahim diadili oleh Raja Namrud atas perbuatan tersebut dan bertanya mengapa tuhan-tuhan kami dihancurkan. Dengan tenang Nabi Ibrahim menjawab “Sepertinya patung yang berkalung kapak itulah yang melakukannya. Cobalah engkau tanya dia.” Raja namrud tercenung lalu berujar, “Ibrahim kau tahu patung itu tidak dapat berbicaralantas mngapa aku disuruh bertanya?” Nabi Ibrahim bersahut “Jika demikian mengapa engkau sembah patung-patung tersebut yang tidak dapat melihat, mendengar, tidak dapat membawa manfaat, tidak dapat menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri? Mengapa engkau tidak menyembah Tuhan yang menciptakan engkau dan alam semesta. Bahwa ternyata Nabi sekalipun menggunakan gurauan dan permainan dalam menjalankan misi kenabiannya.
Let’s make it right !
Right Point 2 : Game
Wasiat 3
Tidak Perlu Cantik, Berceritalah
Fakta itu Cuma bisa menyergap sisi rasional manusia. Kalau cerita? Bisa mengguncang sisi emosional. Fakta itu Cuma bisa mengungkapkan. Kalau cerita? Bisa menghibur, membujuk, sekaligus menghanyutkan. Cerita juga bisa merangsang muatan-muatan yang terkandung diotak kanan, semisal gurauan, kiasan, imajinasi, dan kreativitas.
Profesi yang identik dengan otak kanan Pemasar, Psikolog, Politisi, Tour Guide. Simak cerita berikut. Seorang Ayah, mantan Pemasar Ulung, risau melihat anak laki-laki ny abelum menikah. Maka, sang pemasar pun menyusun skenario.
“Nak, Papa akan menjodohkan kamu dengan seorang gadis pilihan Papa,” tutur sang pemasar to the point. “Tapi, aku belum mau menikah, Pa tolak si Anak. “Percaya sama Papa. Gadis yang satu ini bukan gadis sembarangan. Dia adalah putri Bill Gates, “ Jelas sang pemasar. Mendengar itu, si anak langsung terperanjat . Akhirnya, dengan Nada pelan ia menyahut. “Hm kalau begitu sih aku bersedia.” Kemudian sang Pemasar menemui Bill Gates. “Bill, saya akan menjodohkan putri Anda dengan putra saya,” ujar sang Pemasar to the point. “Tapi putri saya belum mau meikah ,”tolak Bill Gates. “Percaya sama saya. Pria yang satu ini bukan pria sembarangan. Dia adalah Vice President World Bank,” jelas sang Pemasar. Mendengar itu, Bill Gates langsung terperanjat . Akhirnya, dengan Nada pelan ia menyahut. “Hm kalau begitu sih saya dan putri saya bersedia.” Lalu sang Pemasar pergi menemui President World Bank . “Pak, saya akan menempatkan putra saya sebgai wakil Bapak di World Bank, “ uangkap sang pemasar to the point. “Tapi saya belum membutuhkan wakil,” tolak Presiden World Bank. “Percaya sama saya. Orang yang satu ini bukan orang yang sembarang. Dia adalah menantu Bill Gates,” jelas sang Pemasar. Mendengar itu, Presiden World Banklangsung terperanjat . Akhirnya, dengan Nada pelan ia menyahut. “Hm kalau begitu sih aku bersedia. Ah, ada-ada saja. Kisah ini memang fiktif, juga sedikit manipulatif. Tapi, satu hal yang pasti, dengan deret cerita Anda bisa menggeber Closing di sana sini.
And surely everything’s gonna be alright.
Right Point 3 : Story
Wasiat 4
Berkisalah seperti Binatang Jalang
Masyarakat yang berkomunikasi secara tidak langsung (high context) ternyata jago dalam bergurau, bermain, bercerita, dan berkias.
Ladies and gentlemen, I’ll be right back
Right Point 4 : Metaphor
Wasiat 5
Bersoraklah, “Hidup Kekurangajaran!”
Kreativitas bukanlah semata-mata soal menguras ide., tetapi juga soal berburu solusi, membalikkan cara pandang, menggebrak perubahan atau aktivitas sejenis. Terobosan itu tidak selalu bermuara pada pemborosan. Dan tanpa terobosan, orang bisa bosan.
Pengalaman Paris Hilton. Ketika syuting Simple Life di pedesaan, ia mengamati tomat merah yang dipetik milik seorang petani. “saya akan membayar Anda dua sen untuk tomat itu,“ ujar Paris Hilton sambil menunjuk sebuah tomat matang berwarna merah. “No way,” tolak si Petani. “Saya bisa mendapat lima sen untuk tomat seperti itu.” Lalu, Paris Hilton menunjuk sebuah tomat yang masih kecil dan berwarna hijau, “ Bagaimana dengan yang itu, dua sen boleh?” “Oh, kalau yang itu boleh, bolehlah,” sahut sang Petani. “Saya akan memberikan tomat itu seharga dua sen.” “Great!” seru Paris Hilton. Mengakhiri jual beli, Lantas ia menaruh dua sen diatas tangan si Petani seraya berkata, ”saya akan petik tomat itu satu minggu lagi.See you!”.
Get It Right, man!
Right Point 5 : Creativity
Wasiat 6
Abaikan Gutenberg, Sambutlah Spielberg
Gutenberg penemu mecin cetak. Ucapkan “Selamat tinggal Gutenberg !”itulah sebabnya mengapa buku teks tidak akan mungkin mengikis pesona playstation atau komputer multimedia. Sambutlah Spielberg, dialah pentolan visual yang menghasilkan box office ETdan Jurassic Park. Tidaklah mengherankan kalau ramai yang mengidolakan dirinya salah satunya seorang china (Chinese), yang pada suatu kesempatan menghampiri Steven Spielberg untuk meminta tanda tangan. Namun Steven Spielberg malah menghardiknya , “Dasar Chinese! Kalian telah mengebom Pearl Harbour! Get out of my face!” Tentu saja si china membatah, “BukanChinese yang melakukannya, tetapi Japanese!” “Hah! Chinese, Japanese, Taiwanese, kalian semua sama saja! “ Tukas Steven Spielberg. Mendengar it, tiba-tiba si China menghardik Steven Spielberg, “Anda telah menenggelamkan Titanic. Asal tahu saja buyut saya ada dikapal tersebut.” Gusar, Steven Spielberg langsung membantah, “Bukan saya yang melakukannya, tetapi gunung es!Iceberg!” Tukas si China, “Hah! Iceberg, Spielberg, Gutenberg, kalian semua sama saja.” Huuuaaaaahahah... Konfusius berpesan “Sebuah gambar setara nilainya dengan seribu kata.”
Right Point 6 : Visual

Wasiat 7
Gumamkan Jingle Senandungkan Lullaby
Konon didepan pintu , ada tiga orang yang mengantre , yakni pengamen restoran, supir metromini, dan ustaz. Setelah menimbang amalan ketiganya, sang malaikat bertutur, “Mas pengamen dan bang supir silahkan masuk kesurga sekarang. Psk Uztaz mohon menunggu beberapa hari lagi. Melihat itu Pak Uztaz protes. Malaikat menjelaskan kalau ganjaran disini sesuai perbuatan masing-masing didunia. “Dulu, ketika Mas Pengamen bernyanyi, seluruh pengunjung restoran berdoa. Walaupun doanya : mudah-mudahan lagunya cepat selesai. Begitu pula dengan Bang Sopir, seluruh penumpang berdoa mudah-mudahan semuanya selamat.” Papar Malaikat. “Sementara, ketika Pak Uztaz berdoa, seuruh Jamaah malah tidur. Mendingan mana coba, Pak Uztaz apa mereka?” Hahahaha! Kisah ini memang Cuma isapan jempol. Jangan dibawa serius! Yang Jelas, dewasa ini banyak ceramah Ary Ginanjar, Uje’, dan Emma Ainun Najib diperkaya dengan senandung. Tujuannya supaya materi ceramahnya lebih mudah diserap, dan mengendap. Musisi Opick, Snada, dan Haddad Alwi menjadikkan musik sebagai ujung tombak dakwahnya. Tak pelak lagi kiri mesti dibungkus dengan kanan.
Right Point 7 : Music
Wasiat 8
Lihatlah Yang Tak Terlibat
Pancangkan imajinasi. Satu alasan tunggal mengapa orang kiri terbatas pencapaiannya, karena mereka membatasi pikiran mereka. Ketahuilah pikiran hanya meniscayakan fondasi, bukan atap. Dan ketahui pula, kita hanya perlu menentukan tujuan dan itulah deskripsi tugas otak kanan. Selebihnya , serahkan kepada otak kiri.
Pancangkan visi. Visi adalah niat. Seseorang pernah bertanya cita-cita pada lima anak kecil. Jawab anak pertama,”Saya ingin jadi dokter!” Anak kedua, “Saya ingin jadi guru!” Anak ketiga, “Saya ingin jadi dokter!” Anak keempat, “Saya ingin jadi pelukis!” Anak kelima sedikit berbeda. Dia memendam sebuah visi dengan lugas dan cerdas ia menyahut, “Saya ingin menjadi pengusaha yang berjiwa sosial. Setelah bisnis saya mapan saya akan membangun sekolah, tempat ibadah, rumah sakit dan sanggar seni. Idealnya semakin menjulang status seseorang, semakin kanan orientasinya. Bervisi, melihat sesuatu yang belum terlihat oleh orang lain. Dan Pancangkan intuisi agar mampu mengupas dan menguliti problema demi problema.
That’s right
Right Point 8 : Intuition
Wasiat 9
Urailah Lima Jenis Sintesis
1. Generalist ialah orang yang lihai dan piawai mengangkangi sejumlah bidang sekaligus. Menurut F. Scott Fitzgerald ukuran paling tepat untuk menguji kecerdasan tingkat tinggi adalah kemampuan untuk menyimpan dua gagasan yang berlawanan sekaligus dalam pikiran, namun kedua-duannya berfungsi. Contohnya Chaeril Tanjung latar belakang pendidikannya adalah dokter gigi alih-alih buka praktik, ia lebih suka buka usaha mendirikan pabrik sepatu anak dengan merek butterfly.
2. Crosser ialah orang yang meninggalkan satu bidang, menyebrang ke bidang yang lain, dan berhasil di bidang baru tersebut. Contohnya Putera Sampoerna sebagai generasi ketiga keluarga Sampoerna Tbk yang sempat menggegerkan karena menjual seluruh sahamnya kepada Philip Morris Internasional, maret 2005. Padahal saat itu perusahaannya sedang gemilang. Menurut Putera masa depan industri rokok di Indonesia akan semakin sesak dengan tentangan dan tantangan. Dengan pendekatan yang kreatif ia membelokkan bisnis intinya dari rokok ke agroindustri, infrastruktur, dan telekomunikasi.
3. Tricker ialah tipe orang yang gesit menyongsong ketidakurutan, ketidakteraturan, bahkan ketidakpastian. Bagaikan melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh kebanyakan orang. Manakala orang kiri merintis usaha, pastilah ia akan memulainya dari modal, lokasi, peralatan, promosi, dst. Lha, kalau semuanya tidak ada bisa terjegal, bahkan terjungkal, repot ‘kan?? Sebaliknya, manakala orang kanan yang tricker merintis usaha, bisa-bisa saja ia memulainya dengan sepenggal merek dan selembar brosur. Yah, tidak harus urut dan runtun.
4. Connector ialah orang yang jago menghubungkan hal-hal yang mulanya tidak ada hubungan. Kalaulah kita sekarang menemukan mesin faks, pemindai, dan fotocopy telah terintegrasi berkat jasa enterpreneur dengan connector.
5. Detector ialah orang yang jeli mengurai pola-pola yang kompleks.
Otak mereka sudah terbiasa beroperasi secara menyeluruh (holistik), menyebar(difus), serentak(paralel), dan acak(lateral).
Right Point 9 : Synthesis.
Wasiat 10
Jangan Berkata-Kata Sama Sekali
Otak kiri, lantaran bersifat self-centric, tidak mampu berempati. Sementara itu otak kanan, lantaran bersifat other centric, mampu melakukannya. Kalau otak kiri memahami apa yang dikatakan, maka otak kanan itu memahami bagaimana sesuatu itu dikatakan. Mendengar adalah anak semata wayang dari empati. Cobalah terlebih dahulu menelusuri alur pikiran pelanggan. Sejurus setelah memahami kebutuhannya, barulah kemudian Anda menawarkan solusinya. Untuk menumbuk dampak yang lebih jauh lebuh dahsyat, maka leburlah kedua-duanya. Kanan plus kiri. Sympathy is empty without empathy. Simpati tidaklah berarti empati. Kedua, empathy is sister of hospitality. Empati dan keramahtamahan adalah satu keluarga besar.
Right Point 10 : Empathy
Wasiat 11
Booking Tiket ke Bali & Jogja
Kalau sudah bicara soal orang, mana boleh lepas dari kerama tamahan (hospitality), bidang apapun perlu keramahtamahan yang merupakan inventori otak kanan. Miguel Cruzzata dari Reader’s Diges, “sopan santun itu bagai udara dalam ban. Harganya murah, namun bisa membuat perjalanan menjadi lebih nyaman.
Right Point 11 : Hospitality
Wasiat 12
Jangan Sekedar Meminta, Bersyukurlah

Syukur cara kiri : meminta, dikabulkan, bersyukur
Syukur cara kanan : bersyukur , meminta, dikabulkan
Andai seluruh proses menuju kekaayaan material, mental, dan spiritual dipadatkan menjadi satu kata, maka kata itu adalah syukur. Setiap kali Anda menyebut kata “Syukur” pada waktu yang sama Anda membekali diri Anda dengan energi-energi positif. Janganlah kita hanya pandai meminta kepadaNya. Kita juga pandai bersyukur.
Right Point 12 : Gratitude
Wasiat 13
Akhirnya, Ayunkan Tongkat Musa
Setiap individu mesti memperjuangkan hidup dan menemukan makna hidup. Ini merupakan salah satu inventori otak kanan. Kalau seorang profesional hanya memusingkan soal karir semata, berarti ia masih berada ditataran materialistik. Akan tetapi, kalau diamenjadikan karier sebagai sarana untuk menafkahi keluarga dan membantu sesamanya, berarti dia sudah berada ditataran spiritual horizontal. Lebih jauh lagi, kalau dia melakukan itu semua sebagai wahana untuk beribadah kepadaNya, berarti ia sudah berada di tataran spiritual vertikal. Inilah pemaknaan hidup tertinggi.
Right Point 13 : Meaning
Reaksi:
Categories: ,