Minggu, 05 Desember 2010

Pengantar ilmu Pendidikan

Hakikat Pendidikan : => arti ilmu, pendidikan, dan ilmu pendidikan
                                => Pendidikan sebagai ilmu teoritis dan praktis
Arti ilmu            : ilmu ialah pengetahuan.
Pengetahuan      : Aktivitas secara sadar sengaja dan terencana dari orang dewasa yang bertujuan untuk memendirikan fisik dan mental (dewasa rohaniah ).
Ilmu Pendidikan : Ilmu yang mempelajari hal-hal/ peristiwa yang timbul dalam praktek pendidikan.

ILMU => Telah di uji kebenarannya dan merupakan hal yang amat teramati
           => Ciri dari ilmu tersebut ialah Objektif, metode, sistematis,berguna dan universal

ciri dari ilmu
* Objek : Mengenai tentang pemahaman dari ilmu tersebut
* Metode : bagai mana cara mendapakan ilmu tersebut, atau kembali kepada Filsafat ilmu tentang Ontologi (objek apa yang di kaji), Epistimologi (bagaimana cara mendapatkan ilmu tersebut) dan Aksiologi (manfaat dari ilmu tersebut)
* Sistematis : Adanya keterkaitan antara ilmu satu dengan ilmu yang lainnya
Hubungan antara pendidikan dengan ilmu lain,antara lain :
-Filsafat :  Sangat membantu ilmu pendidikan, karna filsafat mengkaji suatu secara kritis,unuk mencari kebenaran secara logika.
-Psikologi : dilihat dari segi ilmunya psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia apa adanya,tetapi di dalam pendidikan psikologi juga mempelajari tingkah laku manusia tetapi di pelajari dan di kaji tentang tingkah laku manusia sebenarnya dan dalam mendidik dapat mngetahui problematika dalam usia perkembangan usia peserta didik kita
-Sejarah : Kaitan denngan pendidikan terdapat pada sejarah itu sendiri,dengan kata lain ialah belajar dari sejarah
-Sosiologi : Ilmu tentang bersosial dan berinteraksi dengan masyarakat sosial


* Berguna : Berguna dalam arti memberi pengetahuan tertentu dan bermanfaat bagi orang banyak
* Universal : Bersifat umum dan dapat di terima di semua kalangan


Selasa, 02 Maret 2010

Hukum pacaran dalam Agama islam

Mohon di pahami...
Assallamuallaikum wr wb....
Istilah pacaran tidak bisa lepas dari remaja, karena salah satu ciri
remaja yang menonjol adalah rasa senang kepada lawan jenis disertai
keinginan untuk memiliki. Pada masa ini, seorang remaja biasanya
mulai "naksir" lawan jenisnya. Lalu ia berupaya melakukan pendekatan
untuk mendapatkan kesempatan mengungkapkan isi hatinya. Setelah
pendekatannya berhasil dan gayung bersambut, lalu keduanya mulai
berpacaran.

Pacaran dapat diartikan bermacam-macam, tetapi intinya adalah
jalinan cinta antara seorang remaja dengan lawan jenisnya. Praktik
pacaran juga bermacam-macam, ada yang sekedar berkirim surat,
telepon, menjemput, mengantar atau menemani pergi ke suatu tempat,
apel, sampai ada yang layaknya pasangan suami istri.

Di kalangan remaja sekarang ini, pacaran menjadi identitas yang
sangat dibanggakan. Biasanya seorang remaja akan bangga dan percaya
diri jika sudah memiliki pacar. Sebaliknya remaja yang belum
memiliki pacar dianggap kurang gaul. Karena itu, mencari pacar di
kalangan remaja tidak saja menjadi kebutuhan biologis tetapi juga
menjadi kebutuhan sosiologis. Maka tidak heran, kalau sekarang
mayoritas remaja sudah memiliki teman spesial yang disebut "pacar".

Lalu bagaimana pacaran dalam pandangan Islam???
Istilah pacaran sebenarnya tidak dikenal dalam Islam. Untuk istilah
hubungan percintaan antara laki-laki dan perempuan pranikah, Islam
mengenalkan istilah "khitbah (meminang". Ketika seorang laki-laki
menyukai seorang perempuan, maka ia harus mengkhitbahnya dengan
maksud akan menikahinya pada waktu dekat. Selama masa khitbah,
keduanya harus menjaga agar jangan sampai melanggar aturan-aturan
yang telah ditetapkan oleh Islam, seperti berduaan, memperbincangkan
aurat, menyentuh, mencium, memandang dengan nafsu, dan melakukan
selayaknya suami istri.

Ada perbedaan yang mencolok antara pacaran dengan khitbah. Pacaran
tidak berkaitan dengan perencanaan pernikahan, sedangkan khitbah
merupakan tahapan untuk menuju pernikahan. Persamaan keduanya
merupakan hubungan percintaan antara dua insan berlainan jenis yang
tidak dalam ikatan perkawinan.
Dari sisi persamaannya, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan antara
pacaran dan khitbah. Keduanya akan terkait dengan bagaimana orang
mempraktikkannya. Jika selama masa khitbah, pergaulan antara laki-
laki dan perempuan melanggar batas-batas yang telah ditentukan
Islam, maka itu pun haram. Demikian juga pacaran, jika orang dalam
berpacarannya melakukan hal-hal yang dilarang oleh Islam, maka hal
itu haram.

Jika seseorang menyatakan cinta pada lawan jenisnya yang tidak
dimaksudkan untuk menikahinya saat itu atau dalam waktu dekat,
apakah hukumnya haram? Tentu tidak, karena rasa cinta adalah fitrah
yang diberikan allah, sebagaimana dalam firman-Nya berikut:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung
dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Rum: 21)

Allah telah menjadikan rasa cinta dalam diri manusia baik pada laki-
laki maupun perempuan. Dengan adanya rasa cinta, manusia bisa hidup
berpasang-pasangan. Adanya pernikahan tentu harus didahului rasa
cinta. Seandainya tidak ada cinta, pasti tidak ada orang yang mau
membangun rumah tangga. Seperti halnya hewan, mereka memiliki
instink seksualitas tetapi tidak memiliki rasa cinta, sehingga
setiap kali bisa berganti pasangan. Hewan tidak membangun rumah
tangga.
Menyatakan cinta sebagai kejujuran hati tidak bertentangan dengan
syariat Islam. Karena tidak ada satu pun ayat atau hadis yang
secara eksplisit atau implisit melarangnya. Islam hanya memberikan
batasan-batasan antara yang boleh dan yang tidak boleh dalam
hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri.

Di antara batasan-batasan tersebut ialah:

1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kepada zina
Allah SWT berfirman, "Dan janganlah kamu mendekati zina:
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu
jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32) Maksud ayat ini, janganlah kamu
melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menjerumuskan kamu pada
perbuatan zina. Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan
dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk
bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.

2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahramnya
Rasulullah SAW bersabda, "Lebih baik memegang besi yang panas
daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau
ia tahu akan berat siksaannya). "

3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya
Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk berdua-duan.
Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan
yang tidak mahramnya, karena ketiganya adalah setan." (HR. Ahmad)

4. Harus menjaga mata atau pandangan
Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang
sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah
berfirman, "Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka
memalingkan pandangan (dari yang haram) dan menjaga kehormatan
mereka.....Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka
meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan
mereka..." (QS. An-Nur: 30-31)
Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan,
tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan
jenis penuh dengan gelora nafsu.

5. Menutup aurat
Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang
memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk
suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah
dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak
wangi yang baunya semerbak, memakai "make up" dan sebagainya setiap
langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang
memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti
perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apa lagi
masuk surga)
Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh.
Tetapi persoalannya mungkinkah pacaran tanpa berpandang-pandanga n,
berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau
mungkin silakan berpacaran, tetapi kalau tidak mungkin maka jangan
sekali-kali berpacaran karena azab yang pedih siap menanti Anda.
Wassallamu`allaikumsallam wr wb...

Jumat, 08 Januari 2010

Konsep Dasar Psikologi

x
x
Konsep Dasar Psikologi

Psikologi berasal dari bahasa yunani
-> Psyche = jiwa/roh
->Logos   = ilmu

Pengertian psikologi 
*Menurut Mussen Dan Rozenweig (1975)
 => Study Of The Mind = ilmu yang mempelajari tentang pikiran,pikiran itu tidak tampak,pikiran itu dapat di lihat dari prilaku (tingkah laku manusia)

Unsur Psikologi
A. Ilmu pengetahuan
B. Tingkah Laku
      Perwujudan hayati/Manifestasi hayati yang meliputi tingkah laku,antara lain :

  1. Kongnitif                      => Yang berkenaan dengan pikiran atau kemampuan berfikir / intelegensi (IQ)
  2. Afektif/Afeksi               => Yang berkenaan dengan sifat/perasaan/emosi
  3. Konatif                         => Berkaitan dengan kemauan 
  4. Psikomotorik/Motorik  => berkaitan Dengan gerak,yang di maksud kan bahwa manusia hidup itu bergerak secara terorganisir.
          4.1. Motorik di bagi menjadi 2 aspek
                 a. Motorik Kasar : Pergerakan kronlogi manusia dari mulai dia merangkak,duduk,berjalan ,berlari,melempar,memukul dan lain-lain
                 b. Motorik Halus : contohnya menulis,mengetik,membatik mewarnai

Perlu di ketahui juga bahwa..MOTORIK KASAR LEBIH DAHULU DARI PADA MOTORIK HALUS

C. Lingkungan
  1. Eksternal : Dari luar dirinya,seperti keluarga dan lingkungan di mana dia tinggal
  2. Internal   : Dari dalam dirinya sendiri
Bidang Kajian Psikologi
A.Psikologi Teoritis
Bertujuan untuk mengembangkan  psikologi di dalam bentuk teori
Contoh :
1.Psikologi Umum
    Mempelajari Tingkah laku manusia /individu secara umum,baik dari segi usia,jenis kelamin, atau lain  sebagainya
 2.Psikologi Khusus
    yang meliputi psikologi khusus ialah sebagai berikut :
-Psikologi Perkembangan : yang mempelajari dan mengkaji perubahan-perubahan inter atau intra
                                          individu setiap manusia
-Psikologi Sosial              : yang mempelajari interaksi individu dengan lingkungan sekitar
-Psikologi Abnormal        : yang mempelajari manusia yang abnormal
-Psikologi Eksperimen     : meliputi suatu percobaan
-Psikologi diferential        : Mempelajari perbedaan dengan tes-tes pikotes untuk meneliti kecerdasan
                                         setiap individu
         -Psikologi kepribadian     : Mempelajari tentang kepribadian setiap individu

B.Psikologi Praktis
          Mempelajari Tingkah laku dalam bidang tertentu dan bertujuan menemukan prinsip-prinsip psikologi
          untuk keperluan pemecahan masalah

         Contoh :
-Psikologi Pendidikan : Untuk metode pembelajaran di dalam belajar
-Psikologi Klinis         : Untuk di gunakan di bidang psikiater (penyakit jiwa)
-Psikologi Kriminal     : Untuk menangani masalah kriminal
-Psikologi Industri      : Untuk Interaksi dan tingkah laku individu di dalam wilayah kawasan industri